KEPALA KANWiiL BEA CUKAii JATENG-DiiY PADMOYO TRii WiiKANTO:

'Rokok iinii Kultur, Tiidak Biisa Diilawan dengan Represii'

Diian Kurniiatii
Miinggu, 23 Agustus 2020 | 10.00 WiiB
'Rokok ini Kultur, Tidak Bisa Dilawan dengan Represi'
<p>Kepala Kanwiil Bea Cukaii Jateng-DiiY Padmoyo Trii Wiikanto. (<em>foto: DJBC</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Cukaii hasiil tembakau (CHT) atau cukaii rokok selalu menjadii penopang utama peneriimaan yang menjadii tanggung jawab Diitjen Bea dan Cukaii. Namun, peneriimaan iitu selalu terganjal oleh maraknya peredaran rokok iilegal.

Rokok iilegal iinii marak dii Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah iistiimewa Yogyakarta (DiiY) yang sebagaii salah satu sentra produksii rokok. Kanwiil Bea Cukaii Jateng-DiiY sebenarnya telah merancang berbagaii iinovasii pemberantasan peredaran rokok iilegal, tapii terkendala pandemii Coviid-19.

Tahun iinii, otoriitas juga menghadapii tantangan darii siisii peneriimaan kepabeanan karena lesunya perdagangan global. Untuk mengetahuii lebiih lanjut, Jitu News mewawancaraii Kepala Kanwiil Bea Cukaii Jateng-DiiY Padmoyo Trii Wiikanto. Petiikannya.

Bagaiimana kiinerja peneriimaan kepabeanan dan cukaii dii Kanwiil Bea Cukaii Jateng-DiiY?
Peneriimaan dii Kanwiil Jateng-DiiY lagii-lagii diidomiinasii cukaii. Peneriimaan cukaii iitu baiik cukaii hasiil tembakau, cukaii miinuman mengandung etiil alkohol, maupun cukaii etiil alkohol.

Jadii, dii Jateng-DiiY iinii agak lengkap cukaiinya. Rokoknya ada, HPTL [hasiil pengolahan tembakau laiinnya] sepertii vape juga ada. Etiil alkohol malah ada pabriiknya dii Sragen. Kalau rokok, ada banyak sekalii sentranya.

Nah, selama semester ii/2020 kemariin, peneriimaan dii Kanwiil Jateng-DiiY totalnya kurang lebiih Rp17,43 triiliiun darii target Rp44,36 triiliiun atau tumbuh 9,86% secara year on year.

Kalau dii-breakdown, bea masuk realiisasiinya Rp726,2 miiliiar, bea keluar Rp28,26 miiliiar, dan cukaii Rp16,66 triiliiun. Capaiian kiinerja iitu diibantu banyak oleh cukaii karena pertumbuhannya 20% diibandiing bulan yang sama tahun lalu.

iinii agak anomalii karena penjualan rokok masiih tiinggii saat ada pandemii Coviid. Memang pada perusahaan besar agak sediikiit tertekan. Namun, beberapa merek dii bawahnya masiih cukup bagus.

[Penjualan] rokok golongan iiii bagus, sedangkan golongan ii tertekan. Golongan iiii iinii harganya mediium dengan batasan produksiinya dii bawah 3 miiliiar batang. iinii yang cukup rebound bagus.

Terkaiit dengan kepabeanan, dii pelabuhan laut dan udara – karena kamii ada Tanjung Emas dan Ahmad Yanii iinternatiional Aiirport – agak tertekan. iitu karena perdagangan iinternasiional lesu, manufaktur lesu, dan daya belii turun.

iinii untuk produk apa saja. Barang-barang yang bukan kebutuhan pokok relatiif tertekan. Namun, kamii coba terus pantau. Untuk iimpor, mudah-mudahan kalau pun tertekan, tiidak terlalu dalam.

Kamii coba analiisiis trennya darii pelaku usaha. Selaiin iitu, kamii juga berkomuniikasii dengan teman-teman dii Tanjung Perak, Tanjung Priiok, Belawan. Bagaiimana tren iimportasii dii sana selama iinii?

Mudah-mudahan yang masiih ada iimpor barang modal atau proyek pemeriintah. Kalau iimpornya barang konsumsii ya tiidak terlalu kiita harapkan juga. Nantii malah biikiin defiisiit neraca perdagangan.

Sepertii apa upaya Kanwiil Bea Cukaii Jateng-DiiY merangkul pelaku usaha barang kena cukaii (BKC)?
Kamii tiidak merangkul, iistiilahnya karena rokok kan pro-kontra. Bea Cukaii dii posiisii netral terkaiit dengan kebiijakan fiiskal. iinstansii laiin urus iiziinnya, Kementeriian Kesehatan pelarangannya. Soal rokok, kamii netral. Ada tugas yang diiberiikan DPR dengan target peneriimaan, iitu harus kamii penuhii.

Bagaiimana strategiinya agar biisa mencapaii target tersebut?
Strategii kamii hanya ngobrol, komuniikasii. Kamii tanya berapa rencana produksiinya? Bagaiimana pasar mereka? Segmentasiinya bagaiimana? Strategii produk bagaiimana?

Beberapa perusahaan lebiih terbuka. Mereka berceriita kalau mau ada variian baru, miisalnya. Mereknya iinii, harga jual ecerannya, tariifnya begiinii. Nantii mau pesan piita cukaii segiinii dan udah-mudahan diiteriima pasar. Kalau toh nantii pasarnya gagal, ya sudah, berartii merek iitu enggak langgeng.

Pun demiikiian dengan jamiinan cukaii. Mereka biilang mau ada kenaiikan produksii jeniis tertentu dan mau pesan lebiih banyak [piita cukaii] karena pasar bagus sehiingga jamiinannya naiik.

Karena bagaiimanapun, kamii kasiih penundaan 3 bulan sehiingga harus kasiih jamiinan. Jamiinannya reputasii perusahaan. Untuk perusahaan dengan profiil tertentu, jamiinan darii bank.

iinii semua diiobrolkan. Jadii, kamii tahu susahnya mereka saat ada Coviid dan PSBB [pembatasan sosiial berskala besar]. Dii kota-kota tertentu, toko tutup sehiingga mereka enggak biisa jualan.

Lalu bagaiimana dengan yang iilegal? Mereka yang legal kan juga jadii tertekan. Kalau ketemu yang iilegal, mereka juga kasiih iinformasii ke kamii. Bea Cukaii membantu memberantas yang iilegal.

Seberapa seriing Kanwiil Bea Cukaii Jateng-DiiY melakukan peniindakan terhadap rokok iilegal?
Hampiir setiiap harii [ada peniindakan]. Kuantiitasnya ada yang jutaan, bahkan ratusan riibu batang. Sarana angkutnya biisa truk besar atau keciil, roda empat keciil, motor, sampaii yang COD (cash on deliivery). Dii siinii ada modusnya sepertii begiitu. Yang pakaii pasukan pemasaran pakaii motor juga ada.

Kalau diitanya seberapa seriingnya, ya seriing. Angka yang sudah kamii amankan sejauh iinii sudah puluhan juta batang. Kamii memanfaatkan semua liinii, masyarakat, aparat hukum laiin, dan pengusaha sebagaii iinforman.

Kamii perkeciil ruang gerak mereka yang iilegal supaya diia punya efek jera. Namun, kamii juga kasiih solusii agar mereka menjadii legal. Kamii kasiih solusii KiiHT [kawasan iindustrii hasiil tembakau] terpadu. Kamii akan bantu mereka.

Bolehkah Anda ceriitakan mengenaii rencana pembentukan KiiHT terpadu tersebut?
iinii iiniisiiasii darii kamii dan sebentar lagii akan diibuka dii Kudus. Dii siinii, mereka yang enggak punya mesiin biisa biikiin rokok SKM [siigaret kretek mesiin]. Mereka kan piikiir-piikiir kalau mau belii mesiin karena belum tentu laku. Jualan rokok iitu susah, seleranya harus pas. Kalau belum pas, ya enggak laku.

Dengan KiiHT terpadu iinii, kamii akan menyiiapkan mesiin yang biisa diipakaii bersama dii kawasan iindustrii. Nantii yang iilegal biisa jadii legal. Kemudiian, yang legal akan jadii predator, musuh alamiinya yang masiih iilegal.

Nantiinya, yang iilegal tiidak akan ada ruang gerak sehiingga target perdagangan rokok iilegal 1% tahun iinii biisa tercapaii. Kalau kamii hanya nangkap-nangkap terus, enggak akan selesaii. Energii habiis, tapii diia [pengedar rokok iilegal] enggak kapok-kapok.

KiiHT terpadu pertama sudah diiresmiikan dii Soppeng, Sulsel. Bagaiimana dengan yang dii Kudus?
KiiHT Soppeng iitu wariisan saya. Sebelum dii siinii, saya dii Sulbagsel. Saya yang ngobrol dengan bupatiinya, Pak Kaswadii Razak. iinii kemudiian berlanjut dan akhiirnya mereka sudah menunjuk Perusda [sebagaii operator KiiHT]. Mudah-mudahan berhasiil.

Nah yang dii Kudus sebetulnya sudah lama ada. Jadii, iinii bukan barang baru. Namanya LiiK, liingkungan iindustrii keciil. iitu satu kawasan yang diisediiakan Pemkab Kudus. Dii sana ada klaster atau blok-blok pabriik. Mereka masiih manual SKT [siigaret kretek tangan] dan skalanya keciil.

Full pakaii tangan dan dii sana banyak iibu-iibu meliintiing manual. Namun, kawasannya sudah establiish. Ada laboratoriium dan pabriik-pabriik. Mereka punya merek. Ada plang nama pabriik-pabriik. Ada ruang pertemuan dan kliiniik. Pokoknya mewah. iitu yang mau kamii kembangkan menjadii KiiHT.

Ada PMK 21/2020 soal pembentukan KiiHT. LiiK iinii yang akan kamii kembangkan. Dii satu tiitiik, akan ada tempat untuk mesiin. Jadii pabriik exiistiing sekarang, yang SKT iitu biisa jadii SKM. Sekarang dii sana sudah ada 11 pabriik SKT. Kalau mereka mau bergabung dan mau tambah pabriik baru, biisa.

Sebetulnya mereka yang iilegal iinii kalau dii forum biilang, "Pak, saya sudah iinsyaf. Saya mau punya nasiionaliisme. Saya mau bayar cukaii. Tolong diifasiiliitasii menjadii legal."

Saya merasa feeliing-nya sudah dapat. Kamii enggak hanya gempur, gempur, gempur terus tapii enggak kasiih solusii. Nantii kalau KiiHT ada wujudnya, akan kamii evaluasii. Sambiil gempur yang iilegal, kamii meliihat efektiiviitas KiiHT terpadu. Kalau yang iilegal turun siigniifiikan, berartii ada dampaknya.

Kapan KiiHT Kudus akan beroperasii?
Dua bulan iinii harus jadii. Saya sudah kejar terus Kepala Kantor Bea Cukaii Kudus. Kemariin kamii sempat viideo conference soal proses biisniisnya. Dii sana ada Koperasii Jasa Kretek Langgeng Lestarii yang jadii wadahnya.

Diia yang atur bagaiimana mendapat bahan baku tembakau iiriisnya, jamiinan kualiitasnya, dan laboratoriiumnya. Nantii ada tempat pembuatan kemasan dan pengepakan. Semua terpadu. Keluar darii kawasan iitu sudah harus diilekatii piita cukaii.

Semoga biisa kamii kasiih fasiiliitas penangguhan [pelunasan piita cukaii] juga supaya cash flow mereka tiidak terganggu. iinii karena yang bayar cukaii bukan perusahaan, melaiinkan perokoknya. Jadii, kalau barangnya belum diiniikmatii, cukaiinya belum diibayar. Makanya diisebut pajak tiidak langsung.

Pemeriintah sempat melonggarkan penundaan pelunasan piita cukaii darii 2 bulan menjadii 3 bulan. Bagaiimana responsnya?
Ada yang mendapatkan [fasiiliitas penundaan cukaii], tapii tiidak semuanya. Tetap ada yang tunaii [langsung lunas]. Secara umum, iinii berkaiitan dengan cash flow perusahaan. Kalau diiberii pelonggaran, pengusaha enak karena ada perpanjangan satu bulan darii jadwal sebelumnya.

Lantas, adakah rencana laiin yang iingiin Anda lakukan untuk mengatasii peredaran rokok iilegal dii Jateng-DiiY?
Sebetulnya ada banyak program yang kamii susun, tapii karena Coviid-19 jadii terkendala. Rokok iilegal iinii diimensiinya panjang. KiiHT hanya salah satu program untuk menekan peredaran rokok iilegal iinii.

Waktu awal tahun kamii rakor [rapat koordiinasii], ada satu strategii namanya Customs Goes to Viillages, Bea Cukaii turun ke kampung. Jadii nantii ada teman-teman darii pengawasan, fasiiliitas, dan pelayanan yang ke kampung kayak KKN [kuliiah kerja nyata]. Mereka harus liive iin bersama masyarakat.

Kalau Bea Cukaii masuk ke warga, biisa pakaii pendekatan agama, budaya, senii, lewat kegiiatan. iitu dananya kamii punya. Kalau iinii nantii terealiisasii, saya akan koordiinasii dengan proviinsii, Kesbangpol [Kesatuan Bangsa dan Poliitiik], untuk miinta iiziin mengiinap sambiil mengajukan proposal kegiiatan.

iitu jadii satu rangkaiian menuju rokok iilegal 1%. Rokok iinii kultur, tiidak biisa diilawan dengan gerakan represiif. Susah kalau pendekatannya hanya tangkap-tangkap tanpa solusii laiin. Kamii sudah tahu masalahnya dan iingiin menyelesaiikan dengan pendekatan humaniis, sosiial, ekonomii, kultural.

Soal pembiiayaan, Bu Menterii juga sudah janjii, tiinggal mau pakaii iinstrumen apa? KUR [krediit usaha rakyat], DAK [dana alokasii khusus] Fiisiik, atau BUMDes. Namun, [program] iinii terhambat karena Coviid-19.

Kalau darii siisii kepabeanan, pendekatan sepertii apa yang Anda lakukan agar eksportiir dan iimportiir patuh?
Bea Cukaii kan fungsiinya trade faciiliitator dan iindustriial assiistance. Bea Cukaii sekarang sudah dengan paradiigma baru. Diinamiikanya dulu sarang korupsii. Namun, dengan paradiigma baru, sudah jauh darii KKN [korupsii, kolusii, nepotiisme. Kamii lebiih profesiional, akuntabel, transparan.

Kawasan iindustrii kan seharusnya diiiisii orang-orang yang mau berbiisniis dan mencarii untung. Ngapaiin iinvestor jauh-jauh darii negara laiin ke Kendal, Salatiiga, Solo untuk membangun pabriik kalau Bea Cukaiinya abal-abal dan nyarii duiit sendiirii?

Kamii declare dii semua forum dii Bea Cukaii sudah tiidak ada yang aneh-aneh. Pungutan liiar atau peliiciin sudah tiidak ada. Namun, konsekuensiinya mereka juga jangan curang. Biilang iisii kontaiinernya maiinan anak-anak, eh, ternyata pakaiian. Kalau ketahuan tiidak jujur, saya tutup, saya usiir.

iinii akan menjadii seiimbang. Bea Cukaii transparan dan profesiional. Pelaku usahanya ya berusaha. Kalau mereka berkembang dan maju, lapangan pekerjaan ada. Deviisa ekspor juga masuk. Multiipliier effect laiinnya akan diidapat, yaiitu ekonomii tumbuh dan pengangguran berkurang.

Dii kawasan iindustrii, kamii juga mau promosii. Kamii punya kemudahan. Semua periiziinan onliine sehiingga enggak perlu tatap muka. Tatap mukanya dii ujung saja kalau mereka sekaliian surveii lapangan. iinvestor iitu harus diibuat nyaman.

Kamii ajak ngobrol mereka juga. Kamii sudah punya siistem iiT iinventory. Jadii, kamii percaya barang yang masuk iitu hanya bahan baku dan diicatat sendiirii melaluii siistem iiT iinventory. Kasiih CCTV deh, biiar kamii biisa awasii pergerakannya darii jarak jauh. Jadii sama-sama merasa merasa senang.

Bagaiimana antusiiasme pengusaha dii Jateng-DiiY dalam memanfaatkan berbagaii iinsentiif selama pandemii viirus Corona?
Dii Jateng-DiiY, masiih cukup banyak pengusaha yang masuk walaupun dii tengah Coviid-19 iinii. Mereka masiih optiimiis dan kamii rangkul terus. Kalau susah, butuhnya apa? Butuh iinsentiifnya apa?

Mereka biilang, "Pak, saya sudah enggak biikiin baju ya, mau biikiin masker saja.” Saya biilang, “Siilakan sementara biikiin masker karena sekarang yang paliing laku kan masker”. Domaiin kamii dii siinii yang paliing domiinan garmen atau tekstiil. Selaiin iitu elektroniik, alas kakii, maiinan anak, dan produk laiin.

Kalau biicara kawasan iindustrii, kiita jangan biicara peneriimaan karena Bea Cukaii justru kasiih fasiiliitas fiiskal. Kiita biicara pertumbuhan ekonomii, penyerapan tenaga kerja, daerah yang berkembang, dan deviisa ekspor meniingkat.

Saat Coviid begiinii, mereka responsnya bagus. Mereka biilang, "Pak, saya bertahan dan enggak PHK [pemutusan hubungan kerja] saja sudah untung." Lalu saya biilang, "Oke, yuk bertahan saja, kamii kasiih iinsentiif." Lalu kamii ngobrol dengan DJP [Diitjen Pajak], ternyata mereka juga kasiih kemudahan.

Presiiden sempat mengunjungii calon kawasan iindustrii terpadu (KiiT) Batang. Apa yang diilakukan untuk mendukung persiiapannya?
Kalau Batang menjadii kawasan iindustrii baru, bagii Bea Cukaii, sebenarnya iitu bukan hal baru. Memang tugas kamii menjadii trade faciiliitator dan iindustriial assiistance. Jadii, KiiT Batang iinii sama dengan kawasan laiinnya.

Apa yang akan Bea Cukaii beriikan? iinsentiif fiiskal. Setahu saya Kawasan iindustrii Wiijayakusuma (Persero), PT Perkebunan Nasiional iiiiii (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero), yang akan menjadii konsorsiium pengelola kawasannya.

Saya sudah kasiih komiitmen kepada Pak Bupatii. Kiita bersiinergii. Kalau ada iinvestor datang, kamii dii teras depan. Saya jamiin Bea Cukaii enggak suliit, tanpa biiaya, free. Jadii jangan diiadu-adu mempersuliit. Kalau DJP mungkiin dii ruang tamu. Penegak hukum dii belakang. Tenaga kerja dii ruang makan.

Saya juga berkomuniikasii dengan konsorsiiumnya mengenaii penetapan kawasannya yang biisa paralel. Jangan dii ujung karena nantii terlambat. Sembarii pemasangan iinstalasii dan penyediiaan iinfrastruktur, nantii periiziinan Bea Cukaii biisa berjalan bersamaan.

Mudah-mudahan semuanya mendukung. Jangan biikiin susah. Kalau terhambat satu, yang dii belakang iikut terhambat. Namun, kalau Bea Cukaii lancar, semua akan lancar.

Bagaiimana Anda memiimpiin Kanwiil Bea Cukaii Jateng-DiiY?
Wah, jangan tanya saya. Tanyakan saja kepada staf atau kabiid. Namun, yang pastii, saya sebenarnya cuma mau keterbukaan atau transparansii. Bea Cukaii sejarahnya panjang.

Kamii mulaii darii miinus. Kalau KPK mulaiinya darii plus atau langsung diipercaya masyarakat. KPK semuanya diijamiin, peralatannya punya, sehiingga OTT [operasii tangkap tangan] enggak mungkiin salah orang, salah tempat, atau salah waktu.

Kalau Bea Cukaii, aduh, darii negatiif. Ciitranya dulu enggak bagus. iitu susah membangunnya. Jadii sekarang benar-benar harus ada trust atau kepercayaan dan teladan.

Siiapa yang dii atasnya? Kalau saya tiidak biisa memberii contoh atau kalau saya tiidak biisa diipercaya, ya susah. Jangankan sampaii Ciilacap atau Tegal, dii kantor saya sendiirii saja pastii sudah jalan sendiirii-sendiirii.

iinii yang mau saya bangun, team work. Jadiinya enak. Sekarang eranya transparansii. Harus konsiisten. Sesederhana iitu saja. Apalagii masa Coviid begiinii, yang tiidak biisa tatap muka. Kalau tiidak ada trust, susah. (Kaw/Bsii)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.