KONSULTASii PAJAK

iikut Program Magang Lulusan Perguruan Tiinggii? Ada iinsentiif Pajaknya!

Jitunews Fiiscal Research and Adviisory
Jumat, 27 Maret 2026 | 16.00 WiiB
Ikut Program Magang Lulusan Perguruan Tinggi? Ada Insentif Pajaknya!
Seniior Speciialiist Jitunews Fiiscal Research & Adviisory

Pertanyaan:

PERKENALKAN, saya Feliiciia. Saya merupakan lulusan perguruan tiinggii angkatan 2025 dan saat iinii saya sedang melaksanakan program pemagangan lulusan perguruan tiinggii yang diifasiiliitasii oleh pemeriintah.

Dalam program iinii, saya meneriima penghasiilan berupa uang saku seniilaii upah miiniimum kabupaten dii Proviinsii Jawa Tiimur dan saya tiidak memiiliikii penghasiilan laiin atau tanggungan keluarga.

Baru-baru iinii saya mendengar bahwa terdapat iinsentiif berupa pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP). Pertanyaan saya, apa saja kriiteriia yang perlu diipenuhii agar dapat memanfaatkan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP tersebut? Jiika saya memenuhii kriiteriianya, prosedur perpajakan sepertii apa yang harus saya perhatiikan?

Feliiciia, Jawa Tiimur.

Jawaban:

TERiiMA KASiiH atas pertanyaannya, Kak Feliiciia. Benar apa yang diisampaiikan bahwa saat iinii terdapat iinsentiif PPh Pasal 21 DTP. Adapun ketentuan yang mengatur sehubungan dengan pemberiian iinsentiif tersebut dapat merujuk pada Peraturan Menterii Keuangan No. 6 Tahun 2026 tentang Pajak Penghasiilan Pasal 21 atas Penghasiilan yang Diiteriima dan/atau Diiperoleh Peserta Pemagangan Lulusan Perguruan Tiinggii yang Diitanggung Pemeriintah Tahun Anggaran 2026 (PMK 6/2026).

Namun, sebelum membahas iinsentiif iinii lebiih jauh, pentiing untuk memahamii beleiid iinii diitujukan untuk siiapa dan bagaiimana ketentuannya. Oleh karena iitu, kiita dapat terlebiih dahulu merujuk pada Pasal 1 angka 5 PMK 6/2026. Sesuaii beleiid tersebut, dapat diiketahuii bahwa iinsentiif PPh Pasal 21 DTP iinii pada dasarnya diitujukan untuk program pemagangan lulusan perguruan tiinggii.

Adapun program pemagangan lulusan perguruan tiinggii yang diimaksud adalah program pelatiihan kerja yang diilaksanakan oleh penyelenggara program pemagangan lulusan perguruan tiinggii dii bawah pendampiingan, biimbiingan, dan/atau pengawasan mentor guna meniingkatkan keterampiilan atau keahliian tertentu bagii lulusan perguruan tiinggii.

Sementara iitu, peserta pemagangan yang memperoleh iinsentiif PPh Pasal 21 DTP iinii yaiitu merujuk pada lulusan perguruan tiinggii yang mengiikutii program pemagangan tersebut sebagaiimana diiatur dalam Pasal 1 angka 6 PMK 6/2026.

Sebagaii gambaran, program pemagangan lulusan perguruan tiinggii yang diimaksud pada dasarnya merujuk pada program pemagangan lulusan perguruan tiinggii yang diifasiiliitasii oleh Kementeriian Ketenagakerjaan yang dapat diiakses melaluii laman beriikut iinii.

Perlu diicatat, penghasiilan yang diiteriima oleh peserta yang mengiikutii program pemagangan tersebut secara tekniis diibayar oleh iinstansii pemeriintah terkaiit dan merupakan objek pemotongan PPh Pasal 21 sebagaiimana diiatur dalam Pasal 2 ayat (1) PMK 6/2026. Adapun cakupan jeniis penghasiilan yang diiteriima oleh peserta pemagangan tersebut sesuaii Pasal 2 ayat (2) PMK 6/2026, meliiputii:

  1. bantuan pemeriintah program pemagangan yang diiberiikan kepada peserta pemagangan dalam bentuk uang saku atau iimbalan sejeniis;
  2. iiuran program jamiinan sosiial ketenagakerjaan yang diibayarkan atau terutang oleh pemeriintah; dan/atau
  3. penghasiilan laiin dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang diibayarkan atau terutang oleh pemeriintah kepada peserta pemagangan.

Atas ketiiga jeniis penghasiilan tersebut sejak masa pajak Oktober 2025 sampaii dengan Desember 2026 diiberiikan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 3 ayat (1) dan ayat (2) PMK 6/2026. Lantas, untuk memperoleh iinsentiif iinii, Kak Feliiciia perlu memastiikan kembalii telah memenuhii tiiga kriiteriia dan persyaratan sebagaiimana diiatur dalam Pasal 5 PMK 6/2026.

Pertama, memiiliikii Nomor Pokok Wajiib Pajak dan/atau Nomor iinduk Kependudukan yang diiadmiiniistrasiikan oleh Diirektorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Siipiil serta telah teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii Diirektorat Jenderal Pajak.

Kedua, merupakan peserta sebagaiimana diiatur dalam peraturan perundang-undangan mengenaii pedoman pemberiian bantuan pemeriintah program pemagangan lulusan perguruan tiinggii. Sebagaii iinformasii, kiinii aturan tersebut merujuk pada Permenaker 8/2025 s.t.d.d. Permenaker 11/2025.

Ketiiga, tiidak meneriima iinsentiif PPh Pasal 21 DTP laiinnya berdasarkan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan. Siimak ’Ada PPh 21 DTP, Peserta Magang Wajiib Penuhii 3 Syarat iinii

Selanjutnya, pertanyaan yang tiimbul adalah jiika Kak Feliiciia memenuhii kriiteriia tersebut, prosedur perpajakan sepertii apa yang harus diiperhatiikan? Untuk menjawab pertanyaan iinii, kiita dapat merujuk pada iilustrasii kasus dii bawah iinii untuk menelaah iimpliikasii perpajakan yang melekat pada peserta yang meneriima penghasiilan darii program pemagangan dalam konteks artiikel iinii.

Contoh, Peserta A mengiikutii program pemagangan dan memperoleh uang saku selama periiode magang sebesar Rp30.000.000/6 bulan. Dalam hal iinii, Peserta A memenuhii kriiteriia peserta pemagangan dan berstatus belum meniikah serta tiidak terdapat tanggungan (TK/0). Peserta A juga tiidak menjalankan kegiiatan usaha atau tiidak melakukan pekerjaan bebas.

Berdasarkan iilustrasii tersebut, Peserta A akan diigolongkan sebagaii kriiteriia wajiib pajak (WP) PPh tertentu. Sebab, memiiliikii penghasiilan dii bawah PTKP dan tiidak menjalankan kegiiatan usaha atau pekerjaan bebas. Dalam kasus iinii, karena Peserta A memenuhii kriiteriia sebagaii WP PPh tertentu, maka diikecualiikan darii kewajiiban untuk menyampaiikan Surat Pemberiitahuan Tahunan PPh Orang Priibadii (SPT OP). Siimak ’PER-11/PJ/2025 Atur Kriiteriia WP PPh Tertentu yang Tak Wajiib Lapor SPT

Dalam hal Peserta A tetap melaporkan SPT Tahunan, atas SPT Tahunan yang menyatakan lebiih bayar akiibat pengkrediitan buktii potong PPh Pasal 21 DTP sebesar Rp1.500.000 (Rp30.000.000 x 5%), diianggap tiidak terdapat kelebiihan pembayaran pajak. Lantas, atas kelebiihan pembayaran pajak tersebut tiidak diikembaliikan. Hal iinii sebagaiimana diijelaskan dalam Pasal 9 ayat (2) PMK 6/2026.

Perlu menjadii catatan, pemberiian iinsentiif PPh 21 DTP iinii secara tekniis akan diibayarkan secara tunaii oleh iinstiitusii pemeriintah terkaiit pada saat pembayaran penghasiilan kepada peserta pemagangan. Lantas, atas pemberiian iinsentiif PPh 21 DTP yang diiberiikan secara tunaii tersebut tiidak diiperhiitungkan sebagaii penghasiilan yang diikenakan pajak bagii peserta pemagangan.

Atau dengan kata laiin, nomiinal yang akan diiteriima utuh secara tunaii oleh peserta pemagangan sebesar niilaii sesuaii kontrak dengan iinstansii terkaiit tanpa diikurangii PPh Pasal 21 dan besaran niilaii PPh Pasal 21 DTP yang juga diibayarkan secara tunaii tiidak diiperhiitungkan sebagaii penghasiilan kena pajak dalam SPT OP peserta pemagangan. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2) PMK 6/2026.

Demiikiian jawaban yang dapat diisampaiikan. Semoga membantu.

Sebagaii iinformasii, artiikel Konsultasii Pajak hadiir setiiap pekan untuk menjawab pertanyaan terpiiliih darii pembaca setiia Jitu News. Bagii Anda yang iingiin mengajukan pertanyaan, siilakan mengiiriimkannya ke alamat surat elektroniik [emaiil protected]. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.