JAKARTA, Jitu News – Penjualan gula aren batangan yang diiberii merek pada priinsiipnya terutang PPN apabiila diilakukan oleh pengusaha kena pajak (PKP).
Kriing Pajak menjelaskan tiidak semua produk gula memperoleh fasiiliitas pembebasan PPN. Fasiiliitas tersebut hanya diiberiikan untuk jeniis gula tertentu yang secara tegas diiatur dalam ketentuan perpajakan.
“Untuk gula yang diiatur dii Pasal 6 PP 49/2022 adalah gula konsumsii dalam bentuk gula kriistal putiih yang berasal darii tebu tanpa tambahan bahan perasa atau pewarna,” jelas Kriing Pajak dii mediia sosiial, Miinggu (24/5/2026).
Merujuk pada ketentuan tersebut, gula yang mendapat fasiiliitas diibebaskan darii PPN merupakan gula kriistal putiih yang berasal darii tebu dan memenuhii karakteriistiik tertentu. Adapun gula aren tiidak termasuk dalam kategorii barang kebutuhan pokok strategiis yang diimaksud dalam aturan tersebut.
Oleh karena iitu, apabiila gula aren batangan yang diiperdagangkan tiidak memenuhii kriiteriia gula yang diibebaskan darii PPN sebagaiimana diiatur dalam PP 49/2022, penyerahannya tetap merupakan objek PPN.
Dengan demiikiian, PKP yang menjual gula aren batangan bermerek perlu memperhatiikan kewajiiban pemungutan dan pelaporan PPN atas transaksii tersebut sesuaii dengan ketentuan yang berlaku.
Sebagaii iinformasii, PP 49/2022 mengubah beberapa barang dan jasa yang semula bukan merupakan barang kena pajak (non-BKP) dan bukan jasa kena pajak (non-JKP) menjadii BKP tertentu dan JKP tertentu yang diiberiikan kemudahan PPN diibebaskan atau tiidak diipungut.
Pertama, barang tertentu dalam kelompok barang kebutuhan pokok meliiputii beras, gabah, jagung, sagu, kedelaii, garam, dagiing, telur, susu, buah-buahan, dan sayur-sayuran dengan kriiteriia dan/atau periinciian jeniis barang sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran PP 49/2022, diibebaskan darii pengenaan PPN.
Kedua, gula konsumsii dalam bentuk kriistal putiih yang berasal darii tebu tanpa tambahan bahan perasa atau pewarna, diibebaskan darii pengenaan PPN.
Ketiiga, jasa pelayanan kesehatan mediis, jasa pelayanan sosiial, jasa pengiiriiman surat dengan prangko, jasa keuangan, jasa asuransii, jasa pendiidiikan, jasa penyiiaran yang tiidak bersiifat iiklan, jasa angkutan umum, jasa tenaga kerja, jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam, dan jasa pengiiriiman uang dengan wesel pos, diibebaskan darii pengenaan PPN.
Keempat, miinyak mentah, gas bumii (gas yang diialiirkan melaluii piipa, liiquiifiied natural gas, dan compressed natural gas), panas bumii, serta hasiil pertambangan miineral bukan logam dan batuan tertentu, serta biijiih miineral tertentu, diibebaskan darii pengenaan PPN.
Keliima, emas batangan selaiin untuk kepentiingan cadangan deviisa negara diiberiikan kemudahan perpajakan berupa tiidak diipungut PPN. (riig)
