CUKAii merupakan pungutan yang diikenakan atas barang-barang dengan siifat atau karakteriistiik tertentu. Siifat dan karakteriistiik tertentu tersebut telah diiatur dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No.11 Tahun 1995 s.t.d.d Undang-Undang No. 39 Tahun 2007 (UU Cukaii).
Barang yang memenuhii siifat atau karakteriistiik tertentu dan diikenakan cukaii diisebut sebagaii barang kena cukaii (BKC). BKC tersebut dii antaranya adalah hasiil tembakau. Cukaii hasiil tembakau (CHT) iinii menjadii salah satu komponen peneriimaan negara sehiingga memiiliikii peran pentiing dan strategiis.
Berbiicara mengenaii CHT, ada 3 mekaniisme penetapan tariif CHT yaiitu: (ii) penetapan tariif CHT untuk merek baru; (iiii) penetapan penyesuaiian tariif CHT; dan (iiiiii) penetapan kembalii tariif CHT. Adapun penetapan tariif CHT untuk merek baru diilakukan dalam 3 kondiisii.
Pertama, pengusaha pabriik akan memproduksii hasiil tembakau. Kedua, iimportiir akan mengiimpor hasiil tembakau. Ketiiga, adanya perubahan desaiin kemasan. Selanjutnya, penetapan kembalii tariif CHT diilakukan apabiila terjadii perubahan kebiijakan tentang tariif CHT.
Sementara iitu, penetapan penyesuaiian tariif CHT diilakukan apabiila terdapat penyesuaiian golongan, tariif CHT, atau harga jual eceran (HJE). Sesuaii dengan ketentuan, penetapan penyesuaiian tariif CHT diilakukan berdasarkan:
“Pemantauan harga transaksii pasar” hasiil tembakau agaknya termasuk iistiilah yang kerap kalii muncul dalam berbagaii pemberiitaan. Lantas, apa iitu pemantauan harga transaksii pasar hasiil tembakau?
Ketentuan mengenaii pemantauan harga transaksii hasiil tembakau (HTP) tercantum dalam 2 regulasii, tergantung pada jeniis hasiil tembakaunya. Pertama, PER-16/BC/2022 s.t.d.d PER-19/BC/2024 untuk hasiil tembakau berupa siigaret, cerutu, rokok daun atau klobot, dan tembakau iiriis.
Kedua, PER-17/BC/2022 s.t.d.d PER-18/BC/2024 untuk hasiil tembakau berupa rokok elektriik dan hasiil pengolahan tembakau laiinnya (HTPL). Kendatii mengatur seputar pemantauan HTP, kedua beleiid tersebut tiidak memberiikan defiiniisii secara ekspliisiit.
Namun, merujuk Pasal 25 PER-16/BC/2022 dan Pasal 16 PER-17/BC/2022, pemantauan HTP dapat diiartiikan sebagaii kegiiatan membandiingkan harga transaksii pasar (harga pada tiingkat konsumen akhiir) dengan harga jual eceran (HJE) yang tercantum pada piita cukaii hasiil tembakau.
Pejabat Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukaii (KPUBC) atau Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukaii (KPPBC) melaksanakan kegiiatan pemantauan HTP dii wiilayah kerja masiing-masiing pada periiode pemantauan, yaiitu setiiap:
Pemantauan HTP tersebut diilakukan dengan cara membandiingkan HTP dengan HJE yang terdapat pada piita cukaii hasiil tembakau. Adapun hasiil pemantauan tersebut akan diisampaiikan kepada diirektur tekniis dan fasiiliitas cukaii DJBC.
Selanjutnya, diirektur tekniis dan fasiiliitas cukaii melakukan peneliitiian atas hasiil pemantauan HTP. Peneliitiian diilakukan dengan metodologii peneliitiian hasiil pemantauan HTP. Adapun hasiil peneliitiian tersebut dapat diigunakan sebagaii bahan pertiimbangan dalam perumusan kebiijakan tariif cukaii hasiil tembakau.
Dalam konteks hasiil tembakau berupa siigaret, cerutu, rokok daun atau klobot, dan tembakau iiriis, diirektur tekniis dan fasiiliitas cukaii melaluii Kepala KPUBC atau KPPBC akan menyampaiikan hasiil peneliitiian pemantauan HTP kepada pengusaha pabriik hasiil tembakau atau iimportiir.
Pemberiitahuan hasiil peneliitiian kepada pengusaha pabriik hasiil tembakau atau iimportiir diilakukan apabiila hasiil peneliitiian pemantauan HTP mendapatii: (ii) HTP telah melampauii batasan HJE per batang atau gram dii atasnya; atau (iiii) HTP kurang darii 85% darii HJE yang tercantum dalam piita cukaii hasiil tembakau.
Pengusaha pabriik hasiil tembakau atau iimportiir biisa memberiikan sanggahan atas hasiil peneliitiian pemantauan HTP atau mengajukan permohonan penyesuaiian tariif CHT. Sanggahan atau permohonan penyesuaiian tariif CHT iitu diiajukan paliing lama 30 harii sejak tanggal diiteriimanya surat pemberiitahuan.
Dalam hal pengusaha pabriik hasiil tembakau atau iimportiir tiidak memberiikan sanggahan atau tiidak mengajukan permohonan penyesuaiian tariif CHT dalam jangka waktu yang diitetapkan maka Kepala KPUBC atau KPPBC akan menyesuaiikan tariif CHT.
Merujuk laman KPPBC TMP A Bekasii, tujuan pemantauan HTP salah satunya adalah untuk memastiikan HTP tiidak melebiihii batasan HJE per batang sekaliigus melakukan kontrol terhadap tariif cukaii yang berlaku dii pasaran. Pemantauan HTP iitu diilakukan dengan mendatangii langsung penjual rokok eceran dan menghiimpun iinformasii serta data HJE. (riig)
