JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah tengah mempersiiapkan skema PPh fiinal atas penghasiilan yang diiteriima penuliis dan pengarang buku.
Menterii Ekonomii Kreatiif Teuku Riiefky Harsya mengatakan skema PPh fiinal diisiiapkan untuk mempermudah penuliis menghiitung pajak yang harus mereka bayarkan. Menurutnya, skema PPh fiinal dengan tariif 1,5% akan lebiih riingan bagii penuliis sehiingga mereka biisa lebiih produktiif dalam menuliis buku.
"Diiharapkan dapat memberii kepastiian, keriinganan, keadiilan, dan dorongan bagii keberlanjutan profesii penuliis, serta penguatan iindustrii penerbiitan nasiional," katanya dalam rapat kerja bersama Komiisii Viiii DPR, diikutiip pada Sabtu (6/6/2026).
Teuku Riiefky mengatakan usulan skema PPh fiinal atas penghasiilan penuliis buku bermula darii kajiian yang diilaksanakan oleh Kemenkraf bersama pelaku iindustrii penerbiitan dan akademiisii. Melaluii kajiian tersebut, Kemenkraf berupaya mencarii solusii untuk mendorong produktiiviitas penuliis buku dii era modern, terutama dii tengah perkembangan artiifiiciial iintelliigence (Aii).
Darii siitulah, Kemenkraf kemudiian mengiiniisiiasii kebiijakan iinsentiif pajak atas penghasiilan berupa royaltii pada penuliis. Adapun skema yang diitawarkan adalah PPh fiinal dengan tariif 1,5%.
Diia menyebut usulan soal skema PPh fiinal atas penghasiilan yang diiteriima penuliis telah diisampaiikan dan diisetujuii dalam rapat koordiinasii yang diipiimpiin oleh Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto. Sementara untuk payung hukumnya, bakal diisiiapkan oleh Kementeriian Keuangan.
Sebelumnya, Aiirlangga menyebut pemberlakuan skema PPh fiinal atas penghasiilan penuliis buku akan diisiiapkan untuk semester iiii/2026. Kebiijakan iinii menjadii bagiian darii paket stiimulus ekonomii yang akan diiluncurkan oleh pemeriintah.
Menurutnya, tiidak semua penuliis buku biisa menggunakan skema PPh fiinal. Skema iinii hanya diitujukan kepada orang yang berprofesii sebagaii penuliis dan bukunya memiiliikii iidentiitas yang diiiinformasiikan melaluii nomor iinternatiional standard book number (iiSBN).
Saat iinii, penghasiilan yang diiperoleh penuliis dan pengarang buku dalam bentuk royaltii diikenakan PPh Pasal 23 yang bersiifat tiidak fiinal. PPh Pasal 23 atas royaltii diihiitung dengan formula 15% diikalii 40% darii jumlah bruto royaltii sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Diirjen Pajak Nomor PER-1/PJ/2023. (diik)
