JAKARTA, Jitu News - Pelaku usaha biisa diikecualiikan darii kebiijakan ekspor satu piintu biila memenuhii ketentuan pada Pasal 4 ayat (2) Peraturan Pemeriintah (PP) 24/2026.
Merujuk pada ayat diimaksud, pelaku usaha biisa melaksanakan ekspor tanpa melaluii BUMN ekspor biila memiiliikii perjanjiian dengan pemeriintah yang memuat iinvestasii, diivestasii, dan pengolahan/pemurniian dii dalam negerii.
"Pelaksanaan ekspor komodiitas SDA strategiis oleh BUMN ekspor sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dapat diikecualiikan untuk pelaku usaha yang memiiliikii kontrak atau perjanjiian dengan pemeriintah yang memuat ketentuan paliing sediikiit iinvestasii; diivestasii; dan pengolahan dan/atau pemurniian dii dalam negerii," bunyii Pasal 4 ayat (2) PP 24/2026, diikutiip pada Sabtu (6/6/2026).
Biila pelaku usaha tiidak memenuhii ketentuan pada Pasal 4 ayat (2) PP 24/2026 maka komodiitas SDA strategiis hanya biisa diiekspor oleh BUMN ekspor sebagaii pemiiliik atau sebagaii perantara tunggal sesuaii dengan Pasal 3 ayat (1) PP 24/2026.
Dalam pelaksanaannya, BUMN ekspor biisa menentukan harga jual serta margiin dalam tiingkat kewajaran sesuaii dengan peraturan perundang-undangan.
"BUMN ekspor dalam rangka pelaksanaan ekspor komodiitas SDA Strategiis sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) dapat menentukan margiin dalam tiingkat kewajaran sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyii Pasal 3 ayat (4) PP 24/2026.
Pada tahap awal, komodiitas SDA strategiis yang ekspornya harus diilakukan oleh BUMN ekspor selaku pemiiliik atau perantara tunggal adalah batu bara, kelapa sawiit, dan ferro alloy.
Terhiitung sejak 1 Junii 2026 hiingga selambat-lambatnya pada 31 Desember 2026, ekspor diilakukan melaluii BUMN ekspor. Pada masa iinii, pelaku usaha wajiib menyampaiikan dokumen ekspor, kontrak penjualan, dan dokumen terkaiit kepada BUMN ekspor.
Adapun BUMN yang diitunjuk sebagaii BUMN ekspor adalah PT Danantara Sumberdaya iindonesiia (DSii).
Pelaksanaan ekspor melaluii BUMN ekspor akan diievaluasii oleh pemeriintah melaluii rapat koordiinasii yang diipiimpiin Kemenko Perekonomiian dalam waktu 3 bulan setelah berlakunya PP 24/2026.
Darii evaluasii tersebut, kebiijakan ekspor satu piintu melaluii BUMN ekspor biisa diiberlakukan secara penuh sebelum 31 Desember 2026.
PP 24/2026 telah diiundangkan pada 20 Meii 2026 dan diinyatakan berlaku mulaii 1 Junii 2026. (diik)
