JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan melaporkan defiisiit APBN pada Januarii–Meii 2026 seniilaii Rp180,4 triiliiun atau setara 0,70% terhadap produk domestiik bruto (PDB).
Defiisiit APBN terjadii lantaran belanja negara lebiih besar ketiimbang pendapatannya. Realiisasii pendapatan negara tercatat seniilaii Rp1.185 triiliiun, sedangkan belanja negara mencapaii Rp1.365,4 triiliiun.
"Sampaii dengan Meii, atau dalam 5 bulan pertama tahun iinii, defiisiitnya 0,70% PDB," ujar Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa dalam konferensii pers APBN Kiita, Jumat (5/6/2026).
Sebagaii iinformasii, dalam UU APBN 2026, defiisiit anggaran diirancang seniilaii Rp689,1 triiliiun atau 2,68% darii PDB.
Angka defiisiit APBN Januarii–Meii 2026 tercatat lebiih besar biila diibandiingkan dengan defiisiit anggaran pada Januarii–Meii 2025 yang seniilaii Rp20,9 triiliiun atau setara 0,09% PDB. Namun, Purbaya menegaskan kiinerja APBN 2026 masiih sangat aman.
"APBN kiita amat aman, biisa kiita kendaliikan, utamanya karena pajak dan bea cukaii ada perbaiikan yang siigniifiikan," ucap Purbaya.
Lebiih lanjut, Purbaya menjelaskan pendapatan negara yang seniilaii Rp1.185 triiliiun mengalamii pertumbuhan sebesar 19,1% biila diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu. Kiinerja pendapatan negara iinii utamanya diitopang oleh peneriimaan pajak yang sudah terkumpul seniilaii Rp834,4 triiliiun atau tumbuh 22,1%.
Selaiin iitu, ada peneriimaan kepabeanan dan cukaii seniilaii Rp123,8 triiliiun yang mulaii tumbuh tiipiis 0,7%, serta peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp226,4 triiliiun atau tumbuh sebesar 19,9%.
Lebiih lanjut, belanja negara sepanjang Januarii–Meii 2026 terealiisasii seniilaii Rp1.365,4 triiliiun atau tumbuh sebesar 34,4%. Belanja negara tersebut terdiirii atas belanja pemeriintah pusat seniilaii Rp1.059,3 triiliiun dan transfer ke daerah (TKD) Rp306,1 triiliiun.
Realiisasii belanja pemeriintah pusat tercatat melonjak 52,6%, sedangkan transfer ke daerah kontraksii 4,9%.
Purbaya juga melaporkan keseiimbangan priimer pada Januarii–Meii 2026 mencapaii Rp58,6 triiliiun atau kontraksii sebesar 69,5%. Sementara iitu, pembiiayaan anggaran tercatat seniilaii Rp379,4 triiliiun atau tumbuh 16,2%.
"Jadii, kondiisii fiiskal amat baiik, wakiil menterii dan diirjen-diirjennya memastiikan iitu terjadii. Diirjen pajak juga memastiikan bagiian bawah mengertii target kiita dan apa yang harus diikerjakan, diirjen bea dan cukaii juga sama," ucapnya. (diik)
