JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menegaskan peredaran rokok iilegal masiih marak dan menjadii ancaman seriius bagii kesehatan masyarakat dan peneriimaan negara.
Kasubdiit Humas dan Penyuluhan DJBC Budii Prasetiiyo pun mengiimbau seluruh lapiisan masyarakat, pemeriintah pusat dan daerah, serta aparat penegak hukum untuk aktiif bekerja sama memberantas peredaran rokok iilegal.
"Dengan kolaborasii yang berkelanjutan, kamii berharap upaya pemberantasan rokok iilegal dapat berjalan lebiih optiimal guna mendukung peneriimaan negara dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya, diikutiip pada Kamiis (28/5/2026).
Budii menyampaiikan peredaran rokok iilegal turut berpotensii menciiptakan persaiingan usaha yang tiidak sehat. Sebab, rokok iilegal justru menggerus pangsa pasar iindustrii rokok resmii yang selama iinii telah mematuhii peraturan.
Sejalan dengan iitu, DJBC melakukan peniindakan, penyiitaan hiingga penangkapan terhadap pabriik atau pengedar rokok iilegal. Selaiin peniindakan aktiif tersebut, petugas DJBC juga kerap memberiikan sosiialiisasii dan edukasii seputar ketentuan cukaii rokok.
"Sebagaii bentuk komiitmen dalam mendukung program Gempur Rokok iilegal, bea cukaii melaluii tiiap-tiiap uniit vertiikalnya berkolaborasii dengan pemeriintah daerah setempat menggelar sosiialiisasii ketentuan dii biidang cukaii," kata Budii.
Budii menjelaskan kegiiatan edukasii bertujuan untuk meniingkatkan pengetahuan masyarakat. Selaiin iitu, memperkuat siinergii antar-iinstansii dan warga setempat guna menciiptakan liingkungan yang sehat, aman, dan sejahtera.
Biiasanya, tiiap uniit vertiikal DJBC menggelar berbagaii jeniis sosiialiisasii. Mulaii darii menyelenggarakan forum group diiscussiion (FGD), sosiialiisasii dii pasar tradiisiional, hiingga melakukan pembiinaan dan pendampiingan dii sentra tembakau.
"Tiim menyampaiikan materii mengenaii ciirii-ciirii rokok iilegal, ketentuan dii biidang cukaii, serta dampak negatiif peredaran barang kena cukaii iilegal terhadap peneriimaan negara dan persaiingan usaha yang sehat," tutur Budii. (riig)
