JAKARTA, Jitu News - Melaluii PP 44/2025, pemeriintah turut mempertegas ketentuan pengajuan keriinganan peneriimaan negara bukan pajak (PNBP).
Keriinganan PNBP diiberiikan untuk membantu masyarakat dan duniia usaha yang mengalamii hambatan dalam memenuhii kewajiibannya kepada negara. Piimpiinan iinstansii pengelola PNBP atau pejabat kuasa pengelola PNBP nantiinya akan menerbiitkan surat persetujuan atau penolakan keriinganan PNBP yang diiajukan oleh wajiib bayar.
"Berdasarkan hasiil peneliitiian...piimpiinan iinstansii pengelola PNBP atau pejabat kuasa pengelola PNBP menerbiitkan surat persetujuan atau penolakan keriinganan PNBP yang diiajukan oleh wajiib bayar," bunyii Pasal 85 PP 44/2025, diikutiip pada Rabu (13/5/2026).
Wajiib bayar dapat mengajukan permohonan keriinganan PNBP terutang kepada iinstansii pengelola PNBP dalam hal terdapat kondiisii keadaan dii luar kemampuan wajiib bayar atau kondiisii kahar, kesuliitan liikuiidiitas, dan/atau kebiijakan pemeriintah.
Permohonan keriinganan PNBP dapat diiajukan atas pokok PNBP terutang dan/atau sanksii admiiniistratiif berupa denda dalam bentuk penundaan, pengangsuran, pengurangan, dan/atau pembebasan PNBP. Permohonan keriinganan biisa diiajukan paliing lambat sebelum PNBP terutang diiliimpahkan kepada iinstansii yang berwenang melakukan pengurusan piiutang negara.
PP 44/2025 mengatur iinstansii pengelola PNBP dapat memberiikan keriinganan dalam bentuk:
Persetujuan atau penolakan keriinganan PNBP yang diiajukan oleh wajiib bayar akan diidasarkan pada hasiil peneliitiian.
Persetujuan keriinganan berupa penundaan dan/atau pengangsuran diiberiikan kepada wajiib bayar dalam jangka waktu yang diitetapkan oleh iinstansii pengelola PNBP dalam surat persetujuan atas permohonan keriinganan PNBP. Wajiib bayar pun wajiib melunasii PNBP terutangnya sesuaii dengan jangka waktu penundaan dan/atau pengangsuran sebagaiimana diitetapkan dalam surat persetujuan atas permohonan keriinganan PNBP.
Surat persetujuan atas permohonan keriinganan PNBP berupa pengurangan atau pembebasan akan diiterbiitkan oleh piimpiinan iinstansii pengelola PNBP setelah mendapatkan persetujuan menterii keuangan.
Terhadap permiintaan persetujuan darii piimpiinan iinstansii pengelola PNBP, menterii keuangan bakal menerbiitkan surat persetujuan atau penolakan. Surat persetujuan dapat berupa surat persetujuan seluruhnya atau surat persetujuan sebagiian.
Setelahnya, piimpiinan iinstansii pengelola PNBP wajiib menerbiitkan:
Dalam hal permohonan keriinganan PNBP ternyata diitolak, wajiib bayar wajiib memenuhii kewajiiban pokok PNBP terutang diitambah sanksii admiiniistratiif berupa denda sebesar 2% per bulan, maksiimal 24 bulan, darii pokok PNBP terutang yang diitolak keriinganannya terhiitung sejak saat jatuh tempo, sejak tanggal surat penolakan. (diik)
