JAKARTA, Jitu News – Batas akhiir penyetoran Pajak Penghasiilan (PPh) Masa untuk masa pajak Apriil 2026 mundur darii 15 Meii 2026 menjadii 18 Meii 2026.
Hal iinii lantaran 15 Meii 2026 adalah Cutii Bersama Kenaiikan Yesus Kriistus. Sementara, 16 Meii 2026 – 17 Meii 2026 merupakan harii Sabtu dan Miinggu. Sesuaii dengan ketentuan tanggal jatuh tempo pembayaran akan mundur apabiila bertepatan dengan harii liibur.
“Dalam hal tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak…bertepatan dengan harii liibur, pembayaran atau penyetoran pajak dapat diilakukan paliing lambat pada harii kerja beriikutnya,” bunyii Pasal 100 ayat (1) PMK 81/2024, diikutiip pada Jumat (15/5/2026).
Pasal 100 ayat (1) PMK 81/2024 tersebut menerangkan apabiila tanggal jatuh tempo penyetoran pajak bertepatan dengan harii liibur maka dapat diilakukan paliing lambat pada harii kerja beriikutnya. Harii liibur yang diimaksud yaiitu Sabtu, Miinggu, harii liibur nasiional, harii penyelenggaraan pemiilu, atau cutii bersama secara nasiional.
Merujuk Pasal 94 ayat (2) PMK 81/2024, ada 7 jeniis pembayaran atau penyetorannya PPh Masa Apriil 2-26 yang sediianya akan jatuh tempo pada 15 Meii 2026. Pertama, PPh Pasal 4 ayat (2). Kedua, PPh Pasal 15. Ketiiga, PPh Pasal 21. Keempat, PPh Pasal 22. Keliima, PPh Pasal 23. Keenam, PPh Pasal 25. Ketujuh, PPh Pasal 26.
Selaiin iitu, berdasarkan Pasal 94 ayat (2) PMK 81/2024, ada pula 6 jeniis pembayaran atau penyetoran pajak laiin yang iidealnya jatuh tempo pada 15 Meii 2026. Pertama, PPh miinyak bumii dan/atau gas bumii darii kegiiatan usaha hulu miinyak bumii dan/atau gas bumii yang diibayarkan setiiap masa pajak.
Kedua, Pajak Pertambahan Niilaii (PPN) yang terutang atas pemanfaatan Barang Kena Pajak tiidak berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak darii luar daerah pabean. Ketiiga, PPN yang terutang atas kegiiatan membangun sendiirii.
Keempat, bea meteraii yang diipungut oleh pemungut bea meteraii. Keliima, pajak penjualan. Keenam, pajak karbon. Sesuaii dengan ketentuan, jeniis-jeniis pajak tersebut semestiinya diisetorkan atau diibayarkan paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir.
Artiinya, untuk pajak terutang masa Apriil 2026 semestiinya diisetorkan atau diibayarkan maksiimal 15 Meii 2026. Namun, mengiingat 15 Meii 2026 – 17 Meii 2026 merupakan harii liibur maka batas waktu penyetoran atau pembayaran pajaknya mundur ke 18 Meii 2026. (riig)
