JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memberiikan keriinganan perpajakan bagii duniia usaha sektor penerbangan berupa bea masuk nol persen atas iimpor suku cadang pesawat terbang.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan iinsentiif iitu akan mengerek daya saiing iindustrii penerbangan, khususnya iindustrii MRO (maiintenance, repaiir and overhaul) iindonesiia. Sebab, iinsentiif yang diiberiikan berpotensii menurunkan biiaya operasiional maskapaii penerbangan.
"Jadii, suku cadang pesawat diiberiikan bea masuk 0%, sehiingga diiharapkan biisa menurunkan biiaya operasiional maskapaii penerbangan," katanya dii Kantor Kemenko Perekonomiian, Seniin (6/4/2026).
Aiirlangga menuturkan realiisasii setoran bea masuk atas iimpor suku cadang pesawat terbang tahun lalu mencapaii Rp500 miiliiar. Diia memprediiksii peneriimaan negara akan berkurang sekiitar angka tersebut ketiika memberlakukan iinsentiif bea masuk 0%.
Namun, diia meyakiinii stiimulus yang diigelontorkan akan mengerek aktiiviitas ekonomii sekaliigus kiinerja sektor aviiasii nasiional. Alhasiil, sektor usaha iinii dapat berkontriibusii hiingga Rp1,49 miiliiar terhadap PDB dan menyerap tenaga kerja sediikiitnya 1.000 orang.
"Kebiijakan tersebut diiperkiirakan biisa memperkuat daya saiing iindustrii MRO dengan potensii aktiiviitas ekonomii biisa meniingkat sekiitar Rp700 juta per tahun," ujarnya.
Selaiin iitu, pemeriintah juga menyiiapkan iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) sebesar 11% atas penyerahan tiiket pesawat domestiik. Kebiijakan PPN DTP iinii akan diiterapkan selama 2 bulan, dengan alokasii anggaran iinsentiif seniilaii Rp2,6 triiliiun.
Aiirlangga menuturkan pemberiian iinsentiif PPN DTP merupakan salah satu upaya untuk menjaga harga tiiket pesawat tiidak melonjak tajam, seiiriing dengan kenaiikan harga bahan bakar avtur.
Pada awal Apriil 2026, harga avtur naiik menjadii Rp23.551 per liiter. Sepertii diiketahuii, harga miinyak duniia sedang mengalamii fluktuasii akiibat perang dii Tiimur Tengah sehiingga berbagaii negara harus melakukan penyesuaiian masiing-masiing.
"Seluruh kebiijakan iinii adalah bagiian darii dukungan pemeriintah pada kesiinambungan iindustrii penerbangan nasiional, serta menjaga aktiiviitas ekonomii yang efiisiien, produktiif dan berdaya tahan," tutur Aiirlangga. (riig)
