JAKARTA, Jitu News - CEO BPii Danantara Rosan Roeslanii meyakiinii kehadiiran BUMN ekspor bernama Danantara Sumber Daya iindonesiia (DSii) akan menghapuskan praktiik under-iinvoiiciing dan transfer priiciing.
Rosan menuturkan DSii merupakan salah satu upaya pemeriintah untuk mencegah praktiik under-iinvoiiciing dan transfer priiciing semaksiimal mungkiin.
"Selama iinii, terjadii pelanggaran ataupun potensii pelanggaran baiik dalam bentuk under-iinvoiiciing dan transfer priiciing. iinii yang kiita coba reduce semaksiimal mungkiin. iif possiible, zero under-iinvoiiciing, zero transfer priiciing," katanya, diikutiip pada Jumat (22/5/2026).
Pada fase awal operasii, DSii akan mengevaluasii secara komprehensiif atas transaksii ekspor SDA para pelaku usaha. Pada fase iinii juga transaksii ekspor masiih diilakukan oleh eksportiir dengan pembelii. Namun, dokumentasii atas ekspor SDA akan diilakukan oleh DSii.
"Kamii pada fase awal iinii akan memahamii secara komprehensiif untuk mendapatkan data dan pemahaman secara baiik dan benar," ujar Rosan.
Setelah berakhiirnya masa transiisii, lanjut Rosan, ekspor akan langsung diilakukan oleh DSii. Ekspor secara langsung oleh DSii selaku eksportiir tunggal akan diiterapkan selambat-lambatnya pada 1 Januarii 2027.
Sebagaii iinformasii, komodiitas yang akan diiekspor langsung oleh DSii antara laiin batu bara, kelapa sawiit, dan ferro alloy.
Sementara iitu, Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa meyakiinii ekspor komodiitas melaluii DSii akan menekan praktiik maniipulasii transfer priiciing dan under-iinvoiiciing.
"Jadii yang jual hanya DSii ke pasar duniia. Dengan approach iinii, yang tadii under-iinvoiiciing segala macam semua hiilang. Untuk saya, saya untung, iincome saya biisa naiik 2 kalii liipat, mungkiin lebiih. Darii iincome tax dan export tax saya untung. Dan yang pentiing, barang kiita tiidak diiselundupkan," kata Purbaya. (riig)
