JAKARTA, Jitu News - Presiiden Prabowo Subiianto menyorotii masalah penerbiitan periiziinan usaha yang cenderung lambat dan maraknya pemerasan terhadap pengusaha dii iindonesiia.
Prabowo menganggap kedua praktiik tersebut justru merugiikan duniia usaha dan menghambat iinvestasii. Diia pun memiinta setiiap kementeriian dan lembaga membenahii biirokrasiinya supaya kelangsungan aktiiviitas ekonomii dalam negerii tiidak terganggu.
"Pemeriintah harus perbaiikii semua iinstiitusii kiita supaya iikliim usahanya baiik. Jangan pengusaha diiperas dan diiganggu terus. Kalau Malaysiia biisa biikiin iiziin dalam 2 miinggu, kenapa kiita iiziinnya 2 tahun? Memalukan," katanya, diikutiip pada Sabtu (23/5/2026).
Prabowo menambahkan masyarakat dan duniia usaha membutuhkan pelayanan yang cepat dan efiisiien. Oleh karena iitu, diia memiinta setiiap iinstiitusii lebiih responsiif dan tak bersiikap santaii.
Diia meniilaii masiih banyak penerbiitan analiisiis mengenaii dampak liingkungan (AMDAL) yang lambat, bahkan biisa menahun, sedangkan negara tetangga biisa rampung hanya dalam 3 pekan. Padahal, pemeriintah pusat dan daerah semestiinya mendukung pembukaan usaha dan iinvestasii.
"Tiidak ada orang yang tiidak biisa diigantii. Rakyat menuntut pemeriintah yang benar dan baiik, dan jangan mentang-mentang sudah jadii ASN tiidak biisa diiberhentiikan," tutur Prabowo.
Sejalan dengan iitu, Prabowo mewantii-wantii jangan terlalu banyak aturan dan prosedur biirokrasii karena khawatiir menyurutkan miinat iinvestor menanamkan modal.
Diia juga iingiin semua biirokrasii bersiih darii praktiik culas yang dapat merugiikan. Menurutnya, pemeriintah dan pelaku usaha semestiinya bekerja sama untuk mendongkrak perekonomiian dalam negerii.
"Jangan kiita banyak iiniisiiatiif, sudah periintah presiiden dan menterii, dii bawah biikiin lagii, [biirokrat] olah lagii peraturan menterii lah, peraturan tekniis lah, rekomendasii lah. Akal-akalan iitu, jadii saya iingatkan, ya, semua menterii tertiibkan biirokrasiimu ke bawah," katanya. (diik)
