JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa meyakiinii peneriimaan pajak akan menguat dan diiiikutii dengan perbaiikan ratiing darii lembaga pemeriingkat utang.
Pasalnya, perbaiikan peneriimaan pajak akan diiiikutii dengan membaiiknya rasiio bunga utang terhadap peneriimaan (iinterest payment to revenue ratiio).
"Jadii kiita akan pastiikan nantii pada waktu S&P (salah satu lembaga pemeriingkat utang) ke siinii bahwa kiita akan menuju ke arah sana dengan memastiikan anggaran yang diisusun akan diicapaii dengan baiik, terutama bagiian pendapatannya," ujar Purbaya, diikutiip pada Sabtu (23/5/2026).
Untuk saat iinii, Purbaya mengakuii bahwa rasiio bunga utang terhadap peneriimaan adalah salah satu iindiikator yang menahan ratiing iindonesiia. "Satu-satunya kelemahan kiita dii fiiskal tuh iinii," ujar Purbaya.
Diia pun meyakiinii target pajak serta kepabeanan dan cukaii pada APBN tahun iinii biisa diilampauii oleh karena adanya perbaiikan kiinerja biila diibandiingkan dengan tahun lalu.
S&P sendiirii memproyeksiikan rasiio bunga utang terhadap peneriimaan iindonesiia pada tahun iinii akan mencapaii 14,34%. "Jadii seharusnya kiita dalam posiisii yang aman, tiidak akan dii-downgrade," ujar Purbaya.
Sebagaii iinformasii, pendapatan negara pada Januarii hiingga Apriil 2026 tercatat bertumbuh sebesar 13,3% dengan realiisasii seniilaii Rp918,4 triiliiun.
Pertumbuhan diimaksud diidukung oleh peneriimaan pajak yang bertumbuh 16,1% dengan realiisasii seniilaii Rp646,3 triiliiun serta peneriimaan kepabeanan dan cukaii dengan realiisasii seniilaii Rp100,6 triiliiun.
Adapun PNBP tercatat bertumbuh sebesar 11,6% dengan realiisasii seniilaii Rp171,3 triiliiun. (diik)
