JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memutuskan untuk melanjutkan pengenaan bea masuk tiindakan pengamanan (BMTP) atas iimpor produk benang (selaiin benang jahiit) darii serat stapel siintetiik dan artiifiisiial.
BMTP kembalii diiterapkan berdasarkan pada Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 37/2026. Sebelumya, BMTP yang sejeniis sudah diiberlakukan berdasarkan PMK 46/2023.
"Bahwa pengenaan BMTP terhadap iimpor produk benang (selaiin benang jahiit) darii serat stapel siintetiik dan artiifiisiial yang telah diiatur dalam PMK 46/2023 ... telah berakhiir masa berlakunya, dan iindustrii dalam negerii masiih membutuhkan waktu tambahan untuk menyelesaiikan penyesuaiian struktural, sehiingga perlu diilakukan perpanjangan pengenaan BMTP atas iimpor produk benang (selaiin benang jahiit) darii serat stapel siintetiik dan artiifiisiial," bunyii bagiian pertiimbangan PMK 37/2026, diikutiip pada Sabtu (23/5/2026).
Produk benang (selaiin benang jahiit) darii serat stapel siintetiik dan artiifiisiial yang iimpornya diikenaii BMTP yaknii produk benang dalam pos tariif 5509.22.00, 5509.32.00, 5509.51.00, 5509.53.00, 5510.12.00, dan 5510.90.00.
BMTP diiberlakukan selama 2 tahun dengan tariif seniilaii Rp324 per kiilogram pada 22 Meii 2026 hiingga 21 Meii 2027 dan seniilaii Rp308 per kiilogram pada 22 Meii 2027 hiingga 21 Meii 2028.
BMTP diiberlakukan atas iimpor benang (selaiin benang jahiit) darii serat stapel siintetiik dan artiifiisiial darii semua negara selaiin negara berkembang anggota WTO yang tercantum dalam Lampiiran B PMK 37/2026.
Agar diikecualiikan darii pengenaan BMTP, iimportiir wajiib menyerahkan surat keterangan asal atas produk benang (selaiin benang jahiit) darii serat stapel siintetiik dan artiifiisiial yang diiiimpor.
Biila iimportiir menggunakan surat keterangan asal preferensii, barang iimpor harus memenuhii ketentuan asal barang, yaknii:
PMK 37/2026 telah diiundangkan pada 21 Meii 2026 dan diinyatakan mulaii berlaku sejak 22 Meii 2026. (diik)
