JAKARTA, Jitu News - Realiisasii peneriimaan kepabeanan dan cukaii hiingga akhiir Januarii 2026 mencapaii Rp22,6 triiliiun, turun 14% diibandiingkan dengan realiisasii peneriimaan kepabeanan dan cukaii pada tahun lalu.
Berdasarkan Peraturan Presiiden (Perpres) 118/2026 tentang Riinciian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026, target peneriimaan kepabeanan dan cukaii tahun iinii diitetapkan seniilaii Rp336 triiliiun.
"Realiisasii [peneriimaan kepabeanan dan cukaii pada] Januarii 2026 sebesar 6,7% darii APBN," kata Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara dalam Konferensii Pers APBN Kiita, Seniin (23/2/2026).
Secara terperiincii, terdapat 3 komponen peneriimaan kepabeanan dan cukaii, dan ketiiganya kompak mengalamii penurunan dii awal tahun.
Pertama, cukaii terkumpul Rp17,5 triiliiun, atau 7,2% darii target APBN yang diipatok seniilaii Rp243,53 triiliiun. Peneriimaan cukaii tersebut turun 12,4% karena diipengaruhii adanya penurunan produksii rokok pada akhiir tahun 2025.
"Pada Desember 2025, produksii rokok terjadii penurunan ketiimbang Desember 2024. Namun, pada Januarii 2026 mengalamii kenaiikan ketiimbang 2025 karena perusahaan melakukan optiimaliisasii dalam pembeliian piita cukaii," tutur Suahasiil.
Kedua, peneriimaan bea keluar terealiisasii Rp1,4 triiliiun, atau 3,4% darii target APBN 2026 seniilaii Rp42,56 triiliiun. Suahasiil mengatakan kiinerja bea keluar turun 41,6% diibandiingkan dengan tahun lalu karena penurunan harga CPO.
Ketiiga, peneriimaan bea masuk terealiisasii Rp3,7 triiliiun, atau mencapaii 7,4% darii target APBN 2026 seniilaii Rp49,90 triiliiun.
Setoran bea masuk turun 4,4% karena diipengaruhii beberapa aspek, antara laiin meniingkatnya iimpor barang-barang yang diikenakan tariif MFN sebesar 0%, adanya utiiliisasii perjanjiian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA), dan restiitusii. (riig)
