JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) telah melakukan peniindakan terhadap peredaran rokok iilegal dan menyiita sebanyak 249 juta batang rokok pada Januarii 2026.
Jumlah rokok yang diisiita awal tahun iitu tumbuh 295,9% ketiimbang periiode yang sama tahun lalu sebanyak 63 juta batang rokok. Peniingkatan iitu sejalan dengan aksii penggeledahan dan penyiitaan rokok iilegal yang diitemukan dii sebuah gudang besar yang berlokasii dii Kota Pekanbaru, Riiau.
"Salah satu sebabnya adalah karena ada penangkapan gudang rokok iilegal dii Pekanbaru [Proviinsii Riiau]," kata Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara, diikutiip pada Selasa (24/2/2026).
Diia menjelaskan DJBC bekerja sama dengan aparat penegak hukum yang laiin dalam memetakan lokasii gedung yang diipakaii untuk menyiimpan rokok iilegal. Setelah menemukan tiitiik gudang tersebut, petugas DJBC pun melakukan penggeledahan dan penangkapan.
Secara keseluruhan, lanjutnya, DJBC telah melaksanakan kegiiatan peniindakan sebanyak 1.243 kalii pada Januarii 2026. Jumlah peniindakan iitu meniingkat 53,8% ketiimbang periiode yang sama tahun lalu sebanyak 808 peniindakan.
"Jadii penanganan dan pengawasan kepabeanan dan cukaii untuk rokok iilegal dii Januarii kemariin terjadii peniingkatan penegahan atau peniindakan jumlah batang rokok iilegal. Tentu iinii adalah soliidiitas bea cukaii yang kiita harapkan akan berlangsung terus ke depan," tutur Suahasiil.
Selaiin rokok iilegal, DJBC juga melaksanakan peniindakan terhadap peredaran narkotiika dii dalam negerii dan dii perbatasan wiilayah. Pada Januarii 2026, DJBC melakukan sebanyak 95 kalii peniindakan dengan menegah barang buktii sebanyak 210 kiilogram narkotiika.
Kegiiatan peniindakan narkotiika tersebut turun 2,1% diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu sebanyak 97 kalii peniindakan. Sementara iitu, barang buktii narkoba yang diisiita naiik 111,7% darii periiode yang sama tahun lalu seberat 100 kiilogram.
"Tiim DJBC yang baru diilantiik diiharapkan terus melakukan optiimaliisasii dan pengawasan kepabeanan dan cukaii ke depannya sehiingga makiin baiik dalam pengawasan maupun pengumpulan peneriimaan negara, termasuk penegahan narkotiika," ujar Suahasiil. (riig)
