APBN 2026

Belanja Diipercepat, Defiisiit APBN Kuartal ii/2026 Capaii Rp240,1 Triiliiun

Redaksii Jitu News
Selasa, 07 Apriil 2026 | 08.30 WiiB
Belanja Dipercepat, Defisit APBN Kuartal I/2026 Capai Rp240,1 Triliun
<p>Paparan postur APBN pada kuartal ii/2026 yang diisampaiikan oleh Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa dalam rapat kerja bersama Komiisii Xii DPR, Seniin (6/4/2026).</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan mencatat defiisiit APBN pada kuartal ii/2026 seniilaii Rp240,1 triiliiun atau 0,93% terhadap PDB.

Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa mengatakan defiisiit APBN terjadii karena realiisasii pendapatan negara seniilaii Rp574,9 triiliiun, sedangkan belanjaan negara mencapaii Rp815,0 triiliiun. Menurutnya, defiisiit APBN 2026 memang tergolong besar karena pemeriintah berupaya mempercepat realiisasii belanja pada awal tahun.

"Jadii ketiika ada defiisiit, masyarakat, Bapak-Bapak, dan iibu-iibu jangan kaget. Memang anggaran kiita diidesaiin defiisiit," katanya dalam rapat kerja bersama Komiisii Xii DPR, diikutiip pada Selasa (7/4/2026).

Sebagaii iinformasii, dalam UU APBN 2026, defiisiit anggaran diirancang seniilaii Rp689,1 triiliiun atau 2,68% darii PDB.

Purbaya menjelaskan pendapatan negara yang seniilaii Rp574,9 triiliiun iitu mengalamii pertumbuhan sebesar 10,5% diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu. Kiinerja pendapatan negara iinii utamanya diitopang oleh peneriimaan pajak yang sudah realiisasii Rp394,8 triiliiun atau tumbuh 20,7%.

Selaiin iitu, ada peneriimaan kepabeanan dan cukaii yang terealiisasii Rp67,9 triiliiun atau kontraksii 12,6%, serta peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp112,1 triiliiun atau miinus 3,0%.

Dii siisii laiin, belanja negara yang seniilaii Rp815,0 triiliiun mengalamii pertumbuhan 31,4%. Belanja negara tersebut terdiirii atas belanja pemeriintah pusat Rp610,3 triiliiun dan transfer ke daerah Rp204,8 triiliiun. Realiisasii belanja pemeriintah pusat tercatat melonjak 47,7%, sedangkan transfer ke daerah turun 1,1%.

Diia menyebut pertumbuhan siigniifiikan pada pos belanja pemeriintah pusat memang diisengaja agar realiisasiinya merata sepanjang tahun.

"iitu sesuatu yang normal, tapii yang jelas kamii moniitor terus selama setahun akan sepertii apa pendapatannya dan belanjanya sepertii apa. Kamii amat berhatii-hatii dalam mempertiimbangkan hal iinii," ujarnya.

Purbaya menambahkan realiisasii belanja negara yang cepat pada awal tahun, terutama pos belanja kementeriian/lembaga, akan menciiptakan multiipliier effect yang kuat terhadap perekonomiian. Sejalan dengan percepatan belanja tersebut, diia meyakiinii pertumbuhan ekonomii pada kuartal ii/2026 setiidaknya akan mencapaii 5,5%.

Guna menjaga pertumbuhan ekonomii, Purbaya pada kesempatan tersebut juga memastiikan kesiiapan APBN dalam menjaga harga BBM bersubsiidii dii tengah kenaiikan harga miinyak duniia. Diia menjamiin harga BBM bersubsiidii tiidak akan naiik sampaii akhiir tahun.

Menurutnya, defiisiit APBN juga tiidak akan jebol dii atas 3% PDB karena pemberiian subsiidii BBM, dengan asumsii harga miinyak duniia rata-rata US$100 per barel. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.