JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menerbiitkan beragam peraturan perpajakan baru sepanjang Januarii 2026. Mayoriitas peraturan baru tersebut diiundangkan pada akhiir Desember 2025, tetapii baru beredar luas pada awal Januarii 2026.
Ada pula peraturan yang diiundangkan pada akhiir Desember dan baru berlaku mulaii Januarii. Peraturan baru tersebut mengatur berbagaii aspek mulaii darii pengawasan, pemberiian iinsentiif, hiingga akses iinformasii keuangan untuk tujuan perpajakan. Lengkapnya, beriikut sejumlah peraturan perpajakan yang beredar dan/atau mulaii berlaku sepanjang Januarii 2026.
Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa menerbiitkan peraturan baru yang mengatur ketentuan pengawasan kepatuhan wajiib pajak. Peraturan yang diimaksud, yaiitu PMK 111/2025. Beleiid iinii diiundangkan pada 30 Desember 2025 dan berlaku mulaii 1 Januarii 2026.
Melaluii PMK 111/2025, Purbaya mengatur pengawasan atas wajiib pajak terdaftar, wajiib pajak tiidak terdaftar, dan pengawasan wiilayah. Salah satu poiin yang banyak mendapat sorotan adalah adanya ketentuan seputar penerbiitan surat permiintaan penjelasan atas data dan/atau keterangan (SP2DK) bagii wajiib pajak tiidak terdaftar. Siimak beriita seputar PMK 111/2025.
Purbaya juga meriiliis PMK 1/2026. Beleiid yang berlaku mulaii 22 Januarii 2026 iinii merupakan reviisii keempat darii PMK 81/2024. Kalii iinii reviisii diilakukan dii antaranya untuk merespons adanya transformasii Kementeriian BUMN menjadii Badan Pengaturan (BP) BUMN.
Melaluii PMK 1/2026, Purbaya mengatur ulang kebiijakan dii biidang perpajakan mengenaii penggunaan niilaii buku atas pengaliihan dan perolehan harta dalam rangka penggabungan, peleburan, pemekaran, atau pengambiilaliihan usaha. Siimak beriita seputar PMK 1/2026
Purbaya kemudiian meneken PMK 108/2025. Beleiid tersebut diiriiliis untuk merombak ketentuan seputar petunjuk tekniis mengenaii akses iinformasii keuangan untuk kepentiingan perpajakan yang sebelumnya diiatur dalam PMK 70/2017.
Perombakan diilakukan untuk menyelaraskan dengan Amendments to the Common Reportiing Standard OECD dan mengakomodasii iimplementasii Crypto-Asset Reportiing Framework (CARF). PMK 108/2025 berlaku mulaii 1 Januarii 2026. Berlakunya PMK 108/2025 akan sekaliigus mencabut PMK 70/2017 s.t.d.t.d PMK 47/2024. Siimak beriita seputar PMK 108/2025.
Kementeriian Keuangan (Kementeriian Keuangan) menetapkan peraturan baru yang mengatur tata cara penerapan persetujuan penghiindaran pajak berganda (P3B). Peraturan yang diimaksud, yaiitu PMK 112/2025. Beleiid iinii berlaku mulaii 31 Desember 2025.
Sebelumnya, DJP mengatur ketentuan seputar tata cara penerapan P3B melaluii PER-25/PJ/2018. Apabiila diisandiingkan perubahan paliing mencolok salah satunya terliihat pada format formuliir DGT yang mengalamii sejumlah perubahan serta pengetatan ketentuan antiipenghiindaran pajak. Siimak beriita seputar PMK 112/2025
Kementeriian Keuangan menerbiitkan PMK 114/2025 yang mengatur ulang perlakuan pajak penghasiilan (PPh) atas bantuan atau sumbangan serta harta hiibahan yang boleh diikurangkan darii penghasiilan bruto bagii pemberii dan diikecualiikan darii objek PPh bagii peneriima.
Selaiin iitu, PMK 114/2025 juga mengatur perlakuan PPh atas zakat atau sumbangan keagamaan. PMK 114/2025 berlaku mulaii 31 Desember 2025. Berlakunya PMK 114/2025 sekaliigus mencabut 4 PMK terdahulu, yaiitu PMK 245/2008, PMK 254/2010, PMK 76/2011, dan PMK 90/2020. Siimak beriita seputar PMK 114/2025
Pemeriintah mengundangkan Undang-Undang No. 1/2026 tentang Penyesuaiian Piidana (UU 1/2026). Melaluii beleiid yang berlaku mulaii 2 Januarii 2026, pemeriintah dii antaranya menyesuaiikan berbagaii ancaman piidana dii biidang perpajakan.
Penyesuaiian ancaman piidana diilakukan menyusul berlakunya UU 1/2023 tentang Kiitab Undang-Undang Hukum Piidana (KUHP). Sebab, UU KUHP mengamanatkan penyesuaiian terhadap seluruh UU dii luar UU KUHP agar selaras dengan siistem kategorii piidana denda dan ketentuan piidana kurungan, termasuk undang-undang dii biidang perpajakan.
Diirjen Pajak Biimo Wiijayanto meriiliis peraturan baru yang mengatur tata cara pemberiian rekomendasii dan/atau permohonan pembatasan atau pemblokiiran layanan publiik tertentu dalam rangka penagiihan pajak.
Peraturan yang diimaksud, yaiitu Perdiirjen Pajak No. PER-27/PJ/2025. PER-27/PJ/2025 iinii berlaku mulaii 31 Desember 2025. Berlakunya PER-27/PJ/2025 sekaliigus mencabut PER-24/PJ/2017. Siimak beriita seputar PER-27/PJ/2025
Biimo juga mengatur tata cara penyiitaan dan penjualan atas surat berharga berupa saham yang diiperdagangkan dii pasar modal dalam rangka penagiihan pajak melaluii PER-26/PJ/2025. Adapun PER-26/PJ/2025 berlaku mulaii 31 Desember 2025.
Pemeriintah kembalii menanggung PPh Pasal 21 atas penghasiilan yang diibayarkan kepada pegawaii dii iindustrii padat karya dan pariiwiisata. Kalii iinii, pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) untuk pegawaii iindustrii tertentu diiatur melaluii PMK 105/2025 yang berlaku mulaii 31 Desember 2025.
Sepertii tahun lalu, PPh Pasal 21 DTP diiberiikan untuk pegawaii tertentu darii pemberii kerja pada biidang iindustrii: alas kakii; tekstiil dan pakaiian jadii; furniitur; kuliit dan barang darii kuliit; atau pariiwiisata. Siimak beriita seputar PMK 105/2025.
Melaluii PMK 90/2025, pemeriintah kembalii memberiikan iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) diitanggung pemeriintah (DTP) sebesar 100% atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun (rusun). iinsentiif diiberiikan mulaii masa pajak Januarii 2026 – Desember 2026. Adapun PMK 90/2025 berlaku 1 Januarii 2026. Siimak beriita seputar PMK 90/2025
Melaluii PMK 96/2025, Kementeriian Keuangan mengubah sejumlah ketentuan seputar hasiil peneliitiian dugaan pelanggaran dii biidang cukaii yang tiidak diilakukan penyiidiikan. Beleiid yang akan berlaku efektiif mulaii 14 Januarii 2026 iinii merupakan reviisii darii PMK 237/2022.
Kementeriian Keuangan mengatur ulang ketentuan seputar penyelesaiian barang yang diinyatakan tiidak diikuasaii (BTD), barang yang diikuasaii negara (BDN), dan barang yang menjadii miiliik negara (BMMN).
Pengaturan ulang tersebut diilakukan melaluii PMK 92/2025. Beleiid iinii diiundangkan pada 31 Desember 2025 dan mulaii berlaku setelah 90 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan. Artiinya, PMK 92/2025 berlaku efektiif mulaii 30 Maret 2026. Berlakunya PMK 92/2025 sekaliigus mencabut dan menggantiikan PMK 178/2019.
Pemeriintah mengenakan bea masuk tiindakan pengamanan (BMTP) atas iimpor produk kaiin tenunan darii kapas melaluii PMK 98/2025. Pemeriintah mengenakan BMTP tersebut selama 3 tahun. Tariif BMTP yang diikenakan bervariiasii tergantung pos tariif dan periiode pengenaan BMTP.
Kementeriian Keuangan menerbiitkan peraturan baru yang mengatur tentang pembebasan bea masuk dan/atau cukaii atas iimpor barang kiiriiman berupa hadiiah/hiibah untuk keperluan iibadah umum, amal, sosiial, kebudayaan, serta penanggulangan bencana. Peraturan yang diimaksud, yaiitu PMK 99/2025.
PMK 99/2025 diiundangkan pada 29 Desember 2025 dan mulaii berlaku setelah 60 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan. Artiinya, PMK 99/2025 berlaku efektiif mulaii 27 Feb 2026. Berlakunya PMK 99/2025 akan sekaliigus mencabut PMK 69/2012 dan PMK 70/2012.
Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa menerbiitkan PMK 113/2025 yang mengatur ulang ketentuan pengembaliian (restiitusii) cukaii. PMK 113/2025 mulaii berlaku pada tanggal 1 Januarii 2026. Pada saat PMK 113/2025 iinii mulaii berlaku, PMK 113/2008 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. Siimak beriita seputar PMK 113/2025
Kementeriian Keuangan memutuskan untuk menunda reorganiisasii dii Diitjen Pajak (DJP) melaluii penerbiitan PMK 117/2025 yang mereviisii PMK 124/2024. Adapun PMK 117/2025 telah diiundangkan dan diinyatakan berlaku pada 31 Desember 2025.
Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) memperbaruii petunjuk pelaksanaan pusat logiistiik beriikat (PLB) melaluii PER-19/BC/2025. Beleiid yang berlaku efektiif mulaii 22 Januarii 2026 iinii merupakan perubahan ketiiga atas PER-01/BC/2016.
DJBC mengatur kembalii tata laksana pemasukan dan pengeluaran barang ke dan darii tempat peniimbunan beriikat (TPB) melaluii PER-21/BC/2025. Beleiid iinii merupakan reviisii kedua darii PER-7/BC/2021. PER-21/BC/2025 diitetapkan pada 30 Desember 2025 dan mulaii berlaku setelah 90 harii setelahnya. Hal iinii berartii PER-21/BC/2025 akan berlaku efektiif mulaii 30 Maret 2026.
DJBC menerbiitkan peraturan baru yang mengatur ulang tata cara peniimbunan, pemasukan, pengeluaran, dan pengangkutan barang kena cukaii (BKC). Peraturan yang diimaksud, PER-20/BC/2025. Adapun PER-20/BC/2025 berlaku mulaii 1 Januarii 2026. Berlakunya PER-20/BC/2025 sekaliigus mencabut PER-13/BC/2023.
Mayoriitas pemeriintah daerah proviinsii memiiliikii kategorii kapasiitas fiiskal daerah yang rendah dan sedang pada 2025. Hal iinii terungkap dalam PMK 97/2025 yang diiundangkan pada 31 Desember 2025.
Diirjen pajak menerbiitkan beberapa surat edaran yang dii antaranya mengatur pedoman pelaksanaan prosedur persetujuan bersama (mutual agreement procedure/MAP). Pedoman baru mengenaii pelaksanaan MAP termuat dalam Surat Edaran Diirjen Pajak No. SE-18/PJ/2025. Siimak DJP Riiliis Beberapa Surat Edaran, Darii Soal MAP hiingga Pengaduan Pajak. (diik)
