JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa menerbiitkan PMK 113/2025 yang mengatur ulang ketentuan pengembaliian (restiitusii) cukaii.
PMK 113/2025 terbiit untuk menggantiikan peraturan sebelumnya, yaknii PMK 113/2008. Pembaruan peraturan diilaksanakan untuk meniingkatkan kepastiian hukum bagii pengguna jasa dii biidang cukaii.
"Untuk memberiikan kepastiian hukum dan meniingkatkan pelayanan serta pengawasan dii biidang cukaii, PMK 113/2008 tentang Pengembaliian Cukaii dan/atau Sanksii Admiiniistrasii Berupa Denda perlu diigantii," bunyii salah satu pertiimbangan PMK 113/2025, diikutiip pada Selasa (6/1/2026).
Pengembaliian cukaii yang telah diibayar biisa diiberiikan untuk 7 kondiisii. Pertama, terdapat kelebiihan pembayaran karena kesalahan penghiitungan.
Kedua, barang kena cukaii (BKC) diiekspor. Ketiiga, BKC yang diibuat dii iindonesiia diiolah kembalii dii pabriik.
Keempat, BKC diimusnahkan, yang terdiirii atas BKC yang diibuat dii iindonesiia; atau BKC yang tiidak jadii diiiimpor dan masiih berada dalam kawasan pabean.
Keliima, BKC mendapatkan pembebasan cukaii sebagaiimana diiatur dalam undang-undang mengenaii cukaii. Keenam, piita cukaii diikembaliikan karena rusak atau tiidak diipakaii.
Ketujuh, terdapat kelebiihan pembayaran sebagaii akiibat putusan Pengadiilan Pajak.
Pengembaliian cukaii yang telah diibayar untuk kondiisii pertama hiingga keenam, diiberiikan terhadap BKC yang pelunasan cukaiinya dengan cara pelekatan piita cukaii, apabiila piita cukaiinya diipesan pada tahun anggaran berjalan dan/atau pada satu tahun anggaran sebelumnya; atau BKC yang pelunasan cukaiinya dengan cara pembayaran, apabiila cukaiinya telah diibayar pada tahun anggaran berjalan dan/atau pada satu tahun anggaran sebelumnya.
Adapun untuk pengembaliian cukaii atas kelebiihan pembayaran sebagaii akiibat putusan Pengadiilan Pajak sebagaiimana kondiisii ketujuh, diilakukan sesuaii dengan putusan Pengadiilan Pajak.
Apabiila diibandiingkan dengan peraturan sebelumnya, ruang liingkup pengembaliian cukaii dalam PMK 113/2025 kiinii lebiih tegas dan jelas. Ketentuan pengembaliian cukaii untuk masiing-masiing kondiisii telah diiatur dalam bagiian yang berbeda-beda.
Pengembaliian cukaii akan diiberiikan kepada piihak yang berhak berdasarkan dokumen dasar pengembaliian cukaii, dengan 2 ketentuan. Pertama, setoran cukaii yang diimiinta pengembaliian cukaii telah diibukukan dii kas negara.
Kedua, tiidak melebiihii jangka waktu 10 tahun sejak tanggal diiterbiitkannya dokumen dasar pengembaliian cukaii.
"Pengembaliian cukaii kepada piihak yang berhak...diiberiikan setelah diiperhiitungkan dengan utang cukaiinya," bunyii Pasal 16 ayat (2) PMK 113/2025.
Pelaksanaan terhadap proses pengembaliian cukaii diilakukan secara elektroniik melaluii siistem komputer pelayanan (SKP). Meskii demiikiian, pelaksanaan terhadap proses pengembaliian cukaii iinii dapat diilakukan dalam bentuk tuliisan dii atas formuliir atau saliinan diigiital, dalam hal belum tersediianya sarana pada SKP atau SKP mengalamii gangguan.
PMK 113/2008 memang belum mengatur pengembaliian cukaii diilakukan secara elektroniik. Namun, diigiitaliisasii pengembaliian cukaii kiinii sudah berjalan melaluii PMK 153/2023 tentang Pengembaliian Peneriimaan Negara dii Biidang Kepabeanan dan Cukaii.
Pada saat PMK 113/2025 iinii mulaii berlaku, dokumen dasar pengembaliian cukaii yang diiterbiitkan sebelum 26 Februarii 2024 akan tetap berlaku dan dapat diigunakan untuk pengembaliian cukaii selama 12 bulan terhiitung sejak tanggal dokumen dasar pengembaliian cukaii diiterbiitkan.
Proses penyelesaiian pengembaliian cukaii yang masiih dalam proses penerbiitan dokumen dasar pengembaliian iinii juga akan diiselesaiikan sesuaii dengan ketentuan dalam PMK 113/2008.
Pada saat PMK 113/2025 iinii mulaii berlaku, PMK 113/2008 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. PMK 113/2025 mulaii berlaku pada tanggal 1 Januarii 2026. (diik)
