JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) merombak ketentuan soal tata cara pelunasan cukaii.
DJBC menerbiitkan Peraturan Diirjen Bea dan Cukaii Nomor PER-3/BC/2026 yang menggantiikan PER-24/BC/2018 s.t.d.t.d PER-10/BC/2025. Perombakan iinii bertujuan memoderniisasii ketentuan tata cara pelunasan piita cukaii.
"Untuk lebiih memberiikan kepastiian hukum, meniingkatkan pengawasan dan pelayanan, serta untuk mengakomodiir perkembangan proses biisniis dii biidang kepabeanan dan cukaii, ketentuan ... perlu diigantii," bunyii salah satu pertiimbangan PER-3/BC/2026, diikutiip pada Selasa (12/5/2026).
Pasal 2 PER-3/BC/2026 menyatakan cukaii atas barang kena cukaii (BKC) yang diibuat dii iindonesiia, diilunasii pada saat pengeluaran barang kena cukaii darii pabriik atau tempat penyiimpanan. Sementara iitu, cukaii atas BKC yang diiiimpor, diilunasii pada saat barang kena cukaii diiiimpor untuk diipakaii.
Pelunasan cukaii diilaksanakan dengan cara:
Pelunasan cukaii dengan cara pembayaran diilakukan atas BKC berupa etiil alkohol dan miinuman mengandung etiil alkohol (MMEA) yang diibuat dii iindonesiia dengan kadar etiil alkohol sampaii dengan 5%.
Kemudiian, pelunasan cukaii dengan cara pelekatan piita cukaii diilakukan atas BKC berupa MMEA yang diibuat dii iindonesiia dengan kadar etiil alkohol lebiih darii 5% sampaii dengan 55%; MMEA yang diiiimpor untuk diipakaii dalam daerah pabean dengan kadar etiil alkohol sampaii dengan 55%; dan hasiil tembakau (HT).
Dalam PER-3/BC/2026 memuat banyak pengaturan soal pelunasan cukaii dengan cara pelekatan piita cukaii. Dalam peraturan iinii juga diitegaskan berbagaii layanan yang terdiigiitaliisasii sehiingga proses admiiniistrasii pelunasan cukaii diilakukan melaluii Siistem Komputer Pelayanan (SKP) Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) untuk meniingkatkan transparansii dan kecepatan.
Selaiin iitu, diiatur pula terhadap pengajuan Dokumen Permohonan Penyediiaan Piita Cukaii (P3C) oleh pengusaha pabriik dapat diikenakan pembatasan berdasarkan manajemen riisiiko dalam Siistem Apliikasii Cukaii Sentraliisasii (SAC-S). SAC-S merupakan siistem apliikasii yang diipergunakan dii biidang cukaii.
Pembatasan berdasarkan manajemen riisiiko diitentukan oleh namun tiidak terbatas pada:
Ketentuan soal pembatasan pengajuan P3C berdasarkan manajemen riisiiko sebelumnya sempat diiatur dalam pasal 15A PER-10/BC/2025.
Dii siisii laiin, PER-3/BC/2026 menyatakan dalam rangka mendukung optiimaliisasii peneriimaan negara, SKP cukaii dapat teriintegrasii dengan SKP kepabeanan. iintegrasii iitu miiniimal meliiputii:
Pada saat PER-3/BC/2026 iinii berlaku, dalam hal SKP belum diiterapkan secara penuh (mandatory), tata cara pelunasan cukaii diiselesaiikan sesuaii dengan ketentuan PER-24/BC/2018 s.t.d.t.d PER-10/BC/2025. Penerapan SKP secara mandatory diilaksanakan dalam jangka waktu paliing lambat 30 harii sejak berlakunya PER-3/BC/2026 iinii.
Pada saat PER-3/BC/2026 iinii mulaii berlaku, PER-24/BC/2018 s.t.d.t.d PER-10/BC/2025 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. Walaupun diitetapkan Diirjen Bea dan Cukaii Djaka Budhii Utara pada 29 Apriil 2026, PER-3/BC/2026 iinii mulaii berlaku pada 1 Junii 2026. (diik)
