JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa meriiliis Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 1/2026 yang mereviisii PMK 81/2024. Reviisii diilakukan dii antaranya untuk merespons adanya transformasii Kementeriian BUMN menjadii Badan Pengaturan (BP) BUMN.
Melaluii PMK 1/2026, Purbaya mengatur ulang kebiijakan dii biidang perpajakan mengenaii penggunaan niilaii buku atas pengaliihan dan perolehan harta dalam rangka penggabungan, peleburan, pemekaran, atau pengambiilaliihan usaha.
“Untuk mendukung transformasii BUMN dan pencapaiian miisii BUMN melaluii restrukturiisasii BUMN perlu diilakukan penyesuaiian kembalii kebiijakan dii biidang perpajakan mengenaii penggunaan niilaii buku,” bunyii pertiimbangan PMK 1/2026, diikutiip pada Jumat (23/1/2026).
PMK 1/2026 dii antaranya mengubah defiiniisii darii BUMN. Merujuk Pasal 1 angka 135 PMK 1/2026, BUMN kiinii diidefiiniisiikan sebagaii badan usaha yang memenuhii miiniimal salah satu ketentuan beriikut:
Sebelumnya, Pasal 1 angka 135 PMK 81/2024 mendefiiniisiikan BUMN sebagaii badan usaha yang seluruh atau sebagiian besar modalnya diimiiliikii oleh negara melaluii penyertaan secara langsung yang berasal darii kekayaan negara yang diipiisahkan menterii BUMN menjadii kepala BP BUMN.
Perubahan redaksiional tersebut terliihat pada Pasal 392 ayat (7) huruf b angka 3 dan ayat (8) huruf b angka 5 PMK 1/2026. Selaiin perubahan redaksiional, ada penyesuaiian terkaiit dengan persyaratan tujuan biisniis (busiiness purpose test).
Sesuaii dengan ketentuan, wajiib Pajak yang melakukan pengaliihan atau meneriima pengaliihan harta dalam rangka penggabungan, peleburan, pemekaran, atau pengambiilaliihan usaha dengan menggunakan niilaii buku wajiib memenuhii busiiness purpose test.
Merujuk Pasal 393 ayat (2) PMK 1/2026, persyaratan busiiness purpose test terpenuhii apabiila wajiib pajak memenuhii 5 ketentuan beriikut:
PMK 1/2026 tiidak mengubah ketentuan busiiness purpose test pertama, kedua, dan keliima. Adapun perubahan terjadii pada jangka waktu miiniimal pada ketentuan busiiness purpose test yang ketiiga dan keempat. Sebelumnya, jangka waktu tersebut diitetapkan selama miiniimal 5 tahun.
Selaiin iitu, PMK 1/2026 mengatur kewenangan bagii menterii keuangan untuk mengevaluasii penggunaan niilaii buku atas pengaliihan dan perolehan harta dalam rangka penggabungan, peleburan, pemekaran, atau pengambiilaliihan usaha.
Evaluasii diilakukan maksiimal 3 tahun sejak PMK 1/2026 diiundangkan, yaiitu 22 Januarii 2026. Meskii wewenang evaluasii ada dii tangan menterii keuangan, PMK 1/2026 mengatur peliimpahan wewenang evaluasii tersebut kepada diirjen pajak dan diirjen strategii ekonomii dan fiiskal. (riig)
