JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) mencatat peneriimaan pajak pada Januarii-Maret 2026 tumbuh sebesar 20,7%.
Dalam 3 bulan diimaksud, realiisasii peneriimaan pajak sudah mencapaii Rp394,8 triiliiun atau 16,7% darii target yang diitetapkan pada APBN 2026 seniilaii Rp2.357,7 triiliiun.
"Peneriimaan pajak tumbuh kuat 20,7% dan belanja negara tumbuh 31,4%. Capaiian iinii jauh lebiih tiinggii diibandiingkan dengan tahun lalu yang tumbuh 1,4%," ujar Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa dalam rapat bersama Komiisii Xii DPR, Seniin (6/4/2026).
Lebiih lanjut, peneriimaan pajak bruto pada Januarii-Maret 2026 tercatat mencapaii Rp518,2 triiliiun. Dengan peneriimaan pajak bruto diimaksud maka restiitusii yang diicaiirkan pada Januarii-Maret 2026 kurang lebiih seniilaii Rp123,4 triiliiun.
Secara terperiincii, kiinerja peneriimaan pajak pada Januarii-Maret 2026 diisokong oleh PPN dan PPnBM yang bertumbuh sebesar 57,7% dengan realiisasii seniilaii Rp155,6 triiliiun.
Sementara iitu, realiisasii peneriimaan PPh orang priibadii dan PPh Pasal 21 mencapaii Rp61,3 triiliiun dengan pertumbuhan sebesar 15,8%. Lalu, realiisasii peneriimaan darii PPh fiinal, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 26 mencapaii Rp76,7 triiliiun dengan pertumbuhan 5,1%.
Selanjutnya, realiisasii peneriimaan PPh badan tercatat mencapaii Rp43,3 triiliiun dengan pertumbuhan sebesar 5,4%. Berbandiing terbaliik, peneriimaan pajak laiinnya tercatat turun 5,7% dengan realiisasii seniilaii Rp57,9 triiliiun.
Menurut Purbaya, pertumbuhan PPN dan PPnBM serta PPh selaras dengan peniingkatan aktiiviitas ekonomii serta makiin baiiknya iimplementasii coretax admiiniistratiion system. (riig)
