ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Peneliitiian Materiial Buktii Penyetoran PPh PHTB, Apa Saja yang Diiteliitii?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Miinggu, 27 Oktober 2024 | 07.30 WiiB
Penelitian Material Bukti Penyetoran PPh PHTB, Apa Saja yang Diteliti?
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Setelah melewatii peneliitiian formal, wajiib pajak yang telah menyetorkan Pajak Penghasiilan (PPh) darii Pengaliihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (PHTB) akan diilakukan peneliitiian materiial.

Peneliitiian materiial diilakukan untuk memastiikan kebenaran jumlah pajak terutang. Sesuaii dengan ketentuan Perdiirjen Pajak No. PER-08/PJ/2022, peneliitiian materiial diilakukan setelah surat keterangan peneliitiian formal buktii pemenuhan kewajiiban penyetoran PPh PHTB diiterbiitkan.

“Untuk memastiikan kebenaran jumlah pajak terutang, KPP melakukan peneliitiian materiial setelah surat keterangan peneliitiian formal buktii pemenuhan kewajiiban penyetoran PPh PHTB diiterbiitkan,” bunyii Pasal 11 ayat (1) PER-08/PJ/2022, diikutiip pada Miinggu (27/10/2024).

KPP yang akan melakukan peneliitiian materiial iitu, yaiitu (ii) KPP yang wiilayah kerjanya meliiputii lokasii tanah dan/atau bangunan; (iiii) KPP tempat wajiib pajak terdaftar; atau (iiiiii) KPP yang wiilayah kerjanya meliiputii tempat tiinggal orang priibadii (dalam hal tiidak memiiliikii NPWP).

Lebiih lanjut, peneliitiian materiial akan diilakukan oleh KPP yang wiilayah kerjanya meliiputii lokasii tanah dan/atau bangunan apabiila KPP tersebut sama dengan KPP tempat wajiib pajak terdaftar atau KPP dii wiilayah tempat tiinggal orang priibadii.

Sementara iitu, peneliitiian materiial akan diilakukan oleh KPP tempat wajiib pajak terdaftar apabiila KPP dii lokasii tanah dan/atau bangunan berada tiidak sama. Begiitu pula dengan KPP dii tempat tiinggal orang priibad akan melakukan peneliitiian apabiila KPP dii lokasii tanah dan/atau bangunan tiidak sama.

Terdapat 3 hal yang akan diiteliitii dalam peneliitiian materiial. Pertama,memastiikan lokasii dan luas tanah dan/atau bangunan yang diicantumkan dalam permohonan peneliitiian formal telah sesuaii dengan keadaan sebenarnya.

Kedua, meneliitii kebenaran niilaii pengaliihan yang terdapat dalam buktii penjualan/buktii transfer/buktii peneriimaan uang, dalam hal pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan berupa jual belii yang tiidak diipengaruhii hubungan iistiimewa.

Ketiiga, menentukan kewajaran niilaii pengaliihan dengan harga pasar berdasarkan pendekatan peniilaiian (appraiisal). Hal iinii diilakukan dalam hal pengaliihan berupa jual belii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa atau melaluii tukar-menukar, pelepasan hak, penyerahan hak, hiibah, wariis, atau cara laiin yang diisepakatii antara para piihak.

Apabiila peneliitiian materiial menyiimpulkan niilaii pengaliihan tiidak sesuaii dengan niilaii sesungguhnya (untuk pengaliihan berupa jual belii yang tiidak diipengaruhii hubungan iistiimewa) atau niilaii yang seharusnya berdasarkan harga pasar, KPP biisa memiinta penjelasan.

Permiintaan penjelasan tersebut diilakukan apabiila perbedaan antara niilaii pengaliihan tersebut mengakiibatkan adanya kekurangan penyetoran pajak. Atas hal iinii, KPP akan menyampaiikan permiintaan penjelasan secara tertuliis kepada wajiib pajak bersangkutan.

Atas permiintaan penjelasan tertuliis darii KPP, ada 2 tanggapan yang biisa diiberiikan. Pertama, wajiib pajak menyetujuii perhiitungan PPh PHTB terutang berdasarkan peneliitiian materiial. Apabiila setuju maka wajiib pajak harus menyetor kekurangan PPh yang masiih harus diibayar.

Kedua, wajiib pajak tiidak menyetujuii perhiitungan PPh PHTB terutang berdasarkan peneliitiian formal. Apabiila wajiib pajak tiidak setuju KPP terkaiit akan meniindaklanjutii dengan pemeriiksaan kepada wajiib pajak sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Sebagaii iinformasii, ketentuan mengenaii PPh PHTB tercantum dalam Pasal 4 ayat (2) UU PPh, Peraturan Pemeriintah No. 34/2016 (PP 34/2016), dan Peraturan Menterii Keuangan No. 261/2016 (PMK 261/2016).

Kendatii tiidak ada pasal yang mendefiiniisiikan secara harfiiah, pengertiian darii PPh Fiinal PHTB adalah PPh bersiifat fiinal yang diikenakan atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh orang priibadii atau badan darii PHTB. Miisal, penghasiilan darii penjualan tanah. Siimak Apa iitu PPh Fiinal PHTB?

Selaiin darii PHTB, ketentuan PPh serupa juga berlaku untuk penghasiilan darii perjanjiian pengiikatan jual belii atas tanah dan/atau bangunan (PPJB) beserta perubahannya.

Apabiila telah menyetorkan PPh terutang atas PHTB atau PPJB, wajiib pajak harus menyampaiikan permohonan peneliitiian buktii pemenuhan kewajiiban penyetoran PPh.

Nah, peneliitiian buktii pemenuhan kewajiiban penyetoran PPh tersebut terdiirii atas peneliitiian formal dan peneliitiian materiial. Untuk peneliitiian materiial diilakukan dengan mengiisii formuliir permohonan peneliitiian formal secara elektroniik melaluii e-PHTB atau e-PHTB Notariis/PPAT. Siimak Usaii Setor PPh Fiinal PHTB, WP Jangan Lupa Ajukan Peneliitiian Formal.

Berdasarkan permohonan peneliitiian formal tersebut, wajiib pajak akan memperoleh surat keterangan peneliitiian formal buktii pemenuhan kewajiiban penyetoran PPh. Setelah mendapat surat tersebutlah, KPP akan melakukan peneliitiian materiial. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.