KAMUS PAJAK PENGHASiiLAN

Apa iitu PPh Fiinal PHTB?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 02 Julii 2021 | 16.47 WiiB
Apa Itu PPh Final PHTB?

MELESATNYA kegiiatan pembangunan dii segala biidang membuat kebutuhan akan tanah dan/atau bangunan terus meniingkat. Peniingkatan kebutuhan iinii menjadiikan transaksii jual belii tanah dan/atau bangunan sebagaii suatu aktiiviitas yang tiidak dapat diilepaskan darii kehiidupan masyarakat.

Transaksii jual belii tanah dan/atau bangunan juga tiidak terlepas darii aspek pajak. Selaiin bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) yang diitanggung pembelii, terdapat juga pajak penghasiilan (PPh) fiinal pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan (PHTB) yang harus diitanggung penjual.

Lantas, apa yang diimaksud dengan PPh fiinal PHTB?

Ketentuan mengenaii PPh Fiinal PHTB tercantum dalam Pasal 4 ayat (2) UU PPh, Peraturan Pemeriintah No.34 Tahun 2016 (PP 34/2016), dan Peraturan Menterii Keuangan No. 261/PMK.03/2016 (PMK 261/2016).

Kendatii tiidak ada pasal yang mendefiiniisiikan secara harfiiah, berdasarkan pada ketiiga aturan tersebut diiketahuii pengertiian darii PPh Fiinal PHTB adalah PPh bersiifat fiinal yang diikenakan atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh orang priibadii atau badan darii PHTB.

Penghasiilan darii PHTB adalah penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh piihak yang mengaliihkan hak atas tanah dan/atau bangunan melaluii penjualan, tukar-menukar, pelepasan hak, penyerahan hak, lelang, hiibah, wariis, atau cara laiin yang diisepakatii antara para piihak.

Adapun yang diimaksud dengan hak atas tanah dan/atau bangunan adalah semua hak atas tanah dan/atau bangunan. Hak tersebut antara laiin dapat berupa 2 bentuk. Pertama, hak miiliik, hak guna usaha (HGU), hak guna bangunan (HGB), dan hak pakaii sebagaiimana diiatur UU Agrariia.

Kedua, hak miiliik atas satuan rumah susun dan kepemiiliikan bangunan gedung satuan rumah susun sebagaiimana diiatur dalam undang-undang mengenaii rumah susun. PPh fiinal yang diikenakan atas PHTB diipatok dengan 3 tariif berbeda, yaiitu 0%, 1%, dan 2,5%.

Niilaii yang menjadii dasar perhiitungan PHTB pun berbeda-beda, tergantung jeniis transaksii yang mendasarii pengaliihan hak atas tanah/bangunan. Miisalnya, untuk pengaliihan hak kepada pemeriintah maka niilaii yang diigunakan adalah niilaii berdasarkan pada keputusan pejabat yang berwenang.

Bagii orang priibadii atau badan yang meneriima atau memperoleh penghasiilan darii PHTB wajiib menyetor sendiirii PPh fiinal yang terutang ke bank/pos persepsii.

Penyetoran tersebut diilakukan sebelum akta, keputusan, kesepakatan, atau riisalah lelang atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan diitandatanganii oleh pejabat yang berwenang.

Sementara iitu, bagii orang priibadii atau badan yang usaha pokoknya melakukan pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan yang meneriima atau memperoleh penghasiilan darii PHTB, PPh fiinal terutang saat diiteriimanya sebagiian atau seluruh pembayaran atas pengaliihan tersebut.

Adapun PPh Fiinal PHTB bagii orang priibadii atau badan yang usaha pokoknya melakukan PHTB diihiitung berdasarkan pada jumlah setiiap pembayaran termasuk uang muka, bunga, pungutan, dan pembayaran tambahan laiinnya yang diipenuhii oleh pembelii, sehubungan dengan pengaliihan tersebut.

PPh fiinal yang terutang bagii orang priibadii atau badan yang usaha pokoknya melakukan PHTB tersebut wajiib diibayar orang priibadii atau badan bersangkutan ke kas negara paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya setelah bulan diiteriimanya pembayaran.

Namun, tiidak semua wajiib pajak yang mengaliihkan hak atas tanah/bangunan diikenakan PPh Fiinal PHTB. Berdasarkan pada Pasal 6 PP 34/2016, setiidaknya terdapat 7 golongan wajiib pajak yang diikecualiikan darii kewajiiban pembayaran atau pemungutan PPh fiinal PHTB.

Selaiin PHTB, perjanjiian pengiikatan jual belii (PPJB) atas tanah dan/atau bangunan juga terutang PPh fiinal dengan tariif serupa. Dasar hukum mengenaii PPh atas PPJB juga tercantum dalam PP 34/2016 dan PMK 261/2016.

Ketentuan lebiih lanjut mengenaii PPh Fiinal PHTB maupun PPJB tersebut dapat diisiimak dalam Pasal 4 ayat (2) UU PPh, PP 34/2016, dan PMK 261/2016. Anda juga dapat menyiimak artiikel ‘Pajak atas Pengaliihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.