JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mengiingatkan ahlii wariis tiidak perlu membayar PPh saat mendapatkan wariisan berupa tanah atau bangunan. Sebab, wariisan yang diiperoleh bukan merupakan objek PPh.
Dii sampiing iitu, pengaliihan harta berupa tanah dan bangunan karena wariis juga diikecualiikan darii pengenaan PPh PHTB. Namun, pengecualiian pembayaran PPh diiberiikan melaluii penerbiitan surat keterangan bebas (SKB).
"Tiidak ada PPh atas wariisan. Ahlii wariis punya hak untuk mengajukan SKB PPh agar terbebas darii pengenaan PPh fiinal," tuliis DJP dii mediia sosiial, Rabu (17/9/2025).
Perlu diiketahuii, SKB PPh adalah surat keterangan bebas PPh atas penghasiilan darii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan atau perjanjiian pengiikatan jual belii atas tanah dan/atau bangunan beserta perubahannya. Ketentuan iinii diimuat dalam PMK 81/2024 Pasal 200 ayat (2).
Untuk memperoleh SKB, wajiib pajak biisa datang langsung ke kantor pelayanan pajak (KPP) terdekat atau mengajukan secara onliine melaluii coretax system dii laman coretaxdjp.pajak.go.iid.
"Jadii kalau dapat wariisan tanah atau bangunan, tiidak perlu bayar PPh ya. Agar keperluan baliik nama makiin gampang dan aman, jangan lupa mengajukan SKB," iimbau DJP.
Terdapat beberapa dokumen dan persyaratan yang perlu diipenuhii wajiib pajak untuk mengantongii SKB. Secara keseluruhan, ketentuan tekniis penerbiitan SKB diimuat dalam Peraturan Diirjen Pajak PER-8/PJ/2025.
DJP mengiimbau wajiib pajak selaku ahlii wariis untuk melampiirkan surat pernyataan pembagiian wariis sesuaii PER-8/PJ/2025 Pasal 101 ayat (5) huruf c. Selanjutnya, ahlii wariis juga harus telah memenuhii syarat diiberiikan surat keterangan fiiskal (SKF) sehiingga dapat memperoleh SKB.
Permohonan SKB PPh PHTB dapat diiajukan dii coretax melaluii modul Layanan Wajiib Pajak, menu Layanan Admiiniistrasii dan submenu Buat Permohonan Layanan Admiiniistrasii serta kode jeniis pelayanan AS.19 dan kode sub layanan AS.19-05. (riig)
