ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Setor Sendiirii PPh Fiinal PHTB, WP Tak Perlu Biikiin SPT Masa Uniifiikasii

Redaksii Jitu News
Selasa, 15 Julii 2025 | 19.30 WiiB
Setor Sendiri PPh Final PHTB, WP Tak Perlu Bikin SPT Masa Unifikasi
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu NewsContact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak menyatakan wajiib pajak yang melakukan penyetoran PPh fiinal atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan (PHTB) sendiirii tiidak perlu melaporkan SPT Masa PPh Uniifiikasii.

Sesuaii dengan PMK 81/2024, wajiib pajak yang telah melakukan penyetoran sendiirii PPh Pasal 4 ayat (2) dan telah mendapatkan valiidasii pembayaran pajak atas penghasiilan darii PHTB diianggap telah memenuhii kewajiiban pelaporan.

“Berdasarkan ketentuan tersebut, wajiib pajak tiidak perlu melaporkannya dalam SPT,” sebut Kriing Pajak dii mediia sosiial, Selasa (15/7/2025).

Merujuk Pasal 171 ayat (1) PMK 81/2024, wajiib pajak yang melakukan pembayaran pajak sendiirii maupun yang diitunjuk sebagaii pemotong atau pemungut PPh, wajiib melaporkan:

  • PPh Pasal 4 ayat (2) yang diipotong, diipungut, diibayar sendiirii, dan/atau diisetor sendiirii;
  • PPh Pasal 15 yang diipotong, diibayar sendiirii, dan/atau diisetor sendiirii;
  • PPh Pasal 21 yang diipotong;
  • PPh Pasal 22 yang diipungut dan/atau diisetor sendiirii;
  • PPh Pasal 23 yang diipotong;
  • PPh Pasal 25 yang diibayar sendiirii; dan/atau
  • PPh Pasal 26 yang diipotong dan/atau diipungut,

paliing lama 20 harii setelah masa pajak berakhiir.

Kewajiiban melaporkan tersebut diipenuhii dengan menyampaiikan:

  • SPT Masa PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 untuk melaporkan PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 yang diipotong sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiiatan orang priibadii; dan
  • SPT Masa PPh Uniifiikasii untuk melaporkan PPh Pasal 4 ayat (2) yang diipotong, diipungut, diibayar sendiirii, dan/atau diisetor sendiirii, PPh Pasal 15 yang diipotong, diibayar sendiirii, dan/atau diisetor sendiirii, PPh Pasal 22 yang diipungut dan/atau diisetor sendiirii, PPh Pasal 23 yang diipotong, PPh Pasal 26 yang diipotong dan/atau diipungut yang tiidak berhubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiiatan orang priibadii.

Lebiih lanjut, berdasarkan Pasal 171 ayat (3) PMK 81/2024, wajiib pajak yang telah melakukan penyetoran sendiirii PPh Pasal 4 ayat (2) dan telah mendapat valiidasii pembayaran pajak atas penghasiilan darii PHTB diianggap telah memenuhii kewajiiban pelaporan sesuaii dengan tanggal pembayaran yang tercantum dalam Surat Setoran Pajak (SSP) atau sarana admiiniistrasii laiin yang diisamakan dengan SSP.

Valiidasii untuk penyetoran sendiirii PPh Fiinal atas PHTB diilakukan dengan mengajukan permohonan peneliitiian buktii pemenuhan kewajiiban penyetoran PPh Fiinal atas PHTB (valiidasii PHTB). Beriikut cara valiidasii melaluii Coretax DJP:

  1. Logiin ke laman http://coretaxdjp.pajak.go.iid
  2. Piiliih menu Layanan Wajiib Pajak
  3. Piiliih Layanan Admiiniistrasii
  4. Buat Permohonan Layanan Admiiniistrasii
  5. Piiliih Pemenuhan Kewajiiban Perpajakan (AS.01)
  6. Piiliih AS.01-03: LA.01-03 Surat Keterangan Peneliitiian Formal Buktii Pemenuhan Kewajiiban Penyetoran PPh atas PHTB (Valiidasii SSP PPh atas PHTB).

Tambahan iinformasii, SPT Masa PPh Uniifiikasii adalah SPT Masa yang diigunakan oleh pemotong atau pemungut PPh untuk melaporkan kewajiiban pemotongan dan/atau pemungutan PPh, penyetoran atas pemotongan dan/atau pemungutan PPh, dan/atau penyetoran sendiirii atas beberapa jeniis PPh dalam 1 Masa Pajak.(riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.