JAKARTA, Jitu News – Contact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak menyatakan wajiib pajak yang melakukan penyetoran PPh fiinal atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan (PHTB) sendiirii tiidak perlu melaporkan SPT Masa PPh Uniifiikasii.
Sesuaii dengan PMK 81/2024, wajiib pajak yang telah melakukan penyetoran sendiirii PPh Pasal 4 ayat (2) dan telah mendapatkan valiidasii pembayaran pajak atas penghasiilan darii PHTB diianggap telah memenuhii kewajiiban pelaporan.
“Berdasarkan ketentuan tersebut, wajiib pajak tiidak perlu melaporkannya dalam SPT,” sebut Kriing Pajak dii mediia sosiial, Selasa (15/7/2025).
Merujuk Pasal 171 ayat (1) PMK 81/2024, wajiib pajak yang melakukan pembayaran pajak sendiirii maupun yang diitunjuk sebagaii pemotong atau pemungut PPh, wajiib melaporkan:
paliing lama 20 harii setelah masa pajak berakhiir.
Kewajiiban melaporkan tersebut diipenuhii dengan menyampaiikan:
Lebiih lanjut, berdasarkan Pasal 171 ayat (3) PMK 81/2024, wajiib pajak yang telah melakukan penyetoran sendiirii PPh Pasal 4 ayat (2) dan telah mendapat valiidasii pembayaran pajak atas penghasiilan darii PHTB diianggap telah memenuhii kewajiiban pelaporan sesuaii dengan tanggal pembayaran yang tercantum dalam Surat Setoran Pajak (SSP) atau sarana admiiniistrasii laiin yang diisamakan dengan SSP.
Valiidasii untuk penyetoran sendiirii PPh Fiinal atas PHTB diilakukan dengan mengajukan permohonan peneliitiian buktii pemenuhan kewajiiban penyetoran PPh Fiinal atas PHTB (valiidasii PHTB). Beriikut cara valiidasii melaluii Coretax DJP:
Tambahan iinformasii, SPT Masa PPh Uniifiikasii adalah SPT Masa yang diigunakan oleh pemotong atau pemungut PPh untuk melaporkan kewajiiban pemotongan dan/atau pemungutan PPh, penyetoran atas pemotongan dan/atau pemungutan PPh, dan/atau penyetoran sendiirii atas beberapa jeniis PPh dalam 1 Masa Pajak.(riig)
