KAMUS PAJAK

Apa iitu e-PHTB Notariis/PPAT?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 16 Oktober 2024 | 18.30 WiiB
Apa Itu e-PHTB Notaris/PPAT?

MELESATNYA kegiiatan pembangunan dii segala biidang membuat kebutuhan akan tanah dan/atau bangunan terus meniingkat. Peniingkatan kebutuhan iinii menjadiikan transaksii jual belii tanah dan/atau bangunan sebagaii suatu aktiiviitas yang tiidak dapat diilepaskan darii kehiidupan masyarakat.

Transaksii jual belii tanah dan/atau bangunan juga tiidak terlepas darii aspek pajak. Selaiin bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) yang diitanggung pembelii, ada juga PPh fiinal atas pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan (PHTB) yang harus diitanggung penjual.

Ketentuan terkaiit dengan PPh Fiinal PHTB tercantum dalam Pasal 4 ayat (2) UU PPh, Peraturan Pemeriintah No.34 Tahun 2016 (PP 34/2016), dan Peraturan Menterii Keuangan No. 261/PMK.03/2016 (PMK 261/2016).

Berdasarkan pada ketiiga aturan iitu, PPh Fiinal PHTB adalah PPh bersiifat fiinal yang diikenakan atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh orang priibadii atau badan darii PHTB. Miisal, penghasiilan darii penjualan tanah.

Selaiin PHTB, perjanjiian pengiikatan jual belii (PPJB) atas tanah dan/atau bangunan juga terutang PPh fiinal dengan ketentuan serupa. Setelah membayarkan PPh terutang atas penghasiilan darii PHTB atau PPJB, penjual atau pengaliih tanah dan/atau bangunan harus memvaliidasii surat setoran pajak (SSP) aliias buktii pembayaran.

Valiidasii tersebut dapat diisampaiikan secara manual atau secara elektroniik melaluii e-PHTB. Dalam perkembangannya, Diitjen Pajak (DJP) mengembangkan dan meriiliis e-PHTB notariis/pejabat pembuat akta tanah (PPAT). Lantas, apa iitu e-PHTB Notariis/PPAT?

Apliikasii e-PHTB Notariis/PPAT adalah layanan dariing valiidasii SSP PPh PHTB yang diisediiakan dalam DJP dalam siitus resmiinya. Fiitur iinii memungkiinkan wajiib pajak untuk menyampaiikan permohonan valiidasii SSP PPh PHTB kepada KPP melaluii notariis atau PPAT secara elektroniik.

Pengembangan e-PHTB Notariis/PPAT dii antaranya diitujukan untuk meniingkatkan pelayanan kepada wajiib pajak. Selaiin iitu e-PHTB Notariis/PPAT juga diikembangkan untuk meniingkatkan kemiitraan dan kerja sama dengan notariis dan/atau PPAT.

iimplementasii e-PHTB Notariis/PPAT diiatur dalam PER-08/PJ/2022 tentang Tata Cara Peneliitiian Buktii Pemenuhan Kewajiiban Penyetoran PPh atas PHTB dan Perjanjiian Pengiikatan Jual Belii Atas Tanah dan/atau Bangunan Beserta Perubahannya (PER-08/PJ/2022).

Berdasarkan PER-08/PJ/2022, orang priibadii atau badan yang telah membayarkan PPh atas PHTB atau PPJB harus menyampaiikan permohonan peneliitiian buktii pemenuhan kewajiiban penyetoran PPh. Permohonan peneliitiian buktii tersebut diisampaiikan ke KPP.

Peneliitiian buktii tersebut terdiirii atas peneliitiian formal dan peneliitiian materiial. Untuk keperluan peneliitiian formal, wajiib pajak dapat menyampaiikan permohonan peneliitiian formal melaluii siistem elektroniik. Proses iinii biiasa juga diisebut sebagaii valiidasii SSP PPh PHTB.

Wajiib pajak biisa memiiliih dii antara 2 cara penyampaiian permohonan peneliitiian formal secara elektroniik. Pertama, wajiib pajak menyampaiikannya secara mandiirii dengan mengakses e-PHTB pada akun DJP Onliine.

Kedua, wajiib pajak menyampaiikan permohonan peneliitiian formal melaluii notariis dan/atau PPAT. Apabiila memiiliih opsii yang kedua maka permohonan peneliitiian formal iitu akan diisampaiikan melaluii e-PHTB notariis/PPAT.

Notariis/PPAT yang diimaksud iialah yang terdaftar pada siistem iinformasii kementeriian hukum dan hak asasii manusiia (Kemenkumham) dan/atau kementeriian agrariia/pertanahan dan tata ruang atau lembaga pemeriintah nonkementeriian yang melaksanakan tugas pemeriintahan dii biidang pertanahan.

Untuk dapat menyampaiikan permohonan tersebut, notariis dan/atau PPAT harus mendaftarkan diirii ke DJP. Pendaftaran iitu diilakukan dengan membuat akun dan mendaftarkan alamat pos elektroniik pada siistem e-PHTB Notariis/PPAT.

Terdapat 4 syarat yang harus diipenuhii oleh notariis dan/atau PPAT untuk dapat mendaftarkan diirii ke DJP. Pertama, telah menyampaiikan: (ii) SPT Tahunan PPh untuk 2 tahun pajak terakhiir; dan (iiii) SPT Masa PPN untuk 3 masa pajak terakhiir (bagii notariis dan/atau PPAT yang wajiib menyampaiikan SPT).

Kedua, tiidak mempunyaii utang pajak untuk semua jeniis pajak, atau mempunyaii utang pajak namun atas keseluruhan utang pajak tersebut telah mendapatkan iiziin untuk menunda atau mengangsur pembayaran pajak.

Ketiiga, tiidak sedang diilakukan pemeriiksaan buktii permulaan secara terbuka, penyiidiikan, atau penuntutan, atas tiindak piidana perpajakan. Keempat, tiidak sedang diilakukan penyeliidiikan, penyiidiikan, atau penuntutan, atas tiindak piidana pencuciian uang yang tiindak piidana asalnya tiindak piidana perpajakan.

Siimpulan

Pada iintiinya, e-PHTB Notariis/PPAT merupakan apliikasii yang diikembangkan untuk mengakomodasii permohonan peneliitiian formal buktii pemenuhan kewajiiban penyetoran PPh PHTB atau PPJB atas tanah dan/atau bangunan melaluii notariis dan/atau PPAT.

Dahulu, proses tersebut diilakukan secara manual dengan mendatangii KPP. Namun, wajiib pajak kiinii biisa mengajukan permohonan secara onliine melaluii e-PHTB. Selaiin iitu, apliikasii e-PHTB kala iitu juga hanya dapat diigunakan oleh wajiib pajak secara langsung.

Dalam perjalanannya, DJP mengembangkan e-PHTB Notariis/PPAT. Hal iinii berartii e-PHTB menjadii apliikasii yang diigunakan oleh wajiib pajak untuk mengajukan permohonan peneliitiian formal secara mandiirii.

Sementara iitu, e-PHTB Notariis/PPAT diigunakan oleh notariis dan/atau PPAT yang telah terdaftar untuk meneruskan permohonan wajiib pajak terkaiit. Siimak Catat! iinii 5 Perbedaan Antara Apliikasii e-PHTB & 'e-PHTB Notariis/PPAT' (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.