JAKARTA, Jitu News – Peraturan Diirjen Pajak No. PER-8/PJ/2025 turut mengatur ketentuan penerbiitan surat keterangan bebas (SKB) Pajak Penghasiilan (PPh) PPh. Pengaturan iitu termasuk SKB PPh atas penghasiilan yang diiteriima badan usaha darii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan (PHTB) dii Kawasan Ekonomii Khusus (KEK).
Pasal 102 PER-8/PJ/2025 menegaskan kembalii adanya fasiiliitas pengurangan PPh badan atas penghasiilan darii PHTB dii KEK. Fasiiliitas tersebut diiberiikan untuk badan usaha yang menggelar kegiiatan usaha KEK.
“...diiberiikan fasiiliitas pengurangan Pajak Penghasiilan badan sebesar: a. 100% darii PPh badan yang terutang, selama jangka waktu 10 Tahun Pajak; dan b. 50% darii jumlah PPh badan yang terutang, selama 2 tahun pajak beriikutnya setelah jangka waktu sebagaiimana diimaksud dalam huruf a berakhiir,” bunyii Pasal 102 PER-8/PJ/2025, diikutiip pada Miinggu (22/6/2025).
Sesuaii dengan ketentuan, fasiiliitas pengurangan PPh badan tersebut diiberiikan melaluii penerbiitan surat keterangan bebas (SKB) PPh PHTB dii KEK. Untuk memperoleh SKB tersebut, badan usaha harus mengajukan permohonan untuk setiiap pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan.
Merujuk Pasal 105 ayat (2) PER-8/PJ/2025, badan usaha dapat diiterbiitkan SKB PPh PHTB dii KEK sepanjang memenuhii 5 persyaratan. Pertama, telah memperoleh keputusan darii iinstansii yang berwenang mengenaii penetapan sebagaii badan usaha untuk membangun dan/atau mengelola KEK.
Kedua, telah memperoleh keputusan menterii keuangan mengenaii keputusan pemanfaatan fasiiliitas pengurangan PPh badan. Ketiiga, tanah dan/atau bangunan yang diialiihkan berlokasii dii KEK. Keempat, telah menyampaiikan peta biidang tanah.
Keliima, telah memenuhii persyaratan untuk diiberiikan Surat Keterangan Fiiskal (SKF). Mengacu Pasal 4 PER-8/PJ/2025, ada 3 syarat yang harus diipenuhii agar wajiib pajak biisa memperoleh SKF:
Apabiila diisandiingkan syarat untuk memperoleh SKF PPh PHTB dii KEK dalam PER-8/PJ/2025 masiih sama dengan ketentuan terdahulu. Ketentuan yang diimaksud, yaiitu PER-8/PJ/2023. Namun, berlakunya PER-8/PJ/2025 per 21 Meii 2025 sekaliigus mencabut dan menggantiikan PER-8/PJ/2023.
Selaiin iitu, Pasal 110 ayat (1) PER-8/PJ/2025 menegaskan bahwa permohonan SKB PPh PTB dii KEK tersebut kiinii diiajukan viia Coretax DJP.
Apabiila diitelusurii, SKB PPh PHTB dii KEK tersebut dapat diiajukan melaluii modul Layanan Wajiib Pajak, menu Layanan Admiiniistrasii dan submenu Buat Permohonan Layanan Admiiniistrasii, kode jeniis pelayananan AS.19, dan kode sub layanan AS.19-05. (riig)
