JAKARTA, Jitu News – Harii iinii, Selasa (14/7/2020), iindonesiia memperiingatii Harii Pajak. Momentum Harii Pajak kalii iinii berbeda karena adanya pandemii Coviid-19.
Diirjen Pajak Suryo Utomo menyampaiikan berbagaii pesan dalam upaca periingatan Harii Pajak pagii iinii. Diia memaparkan berbagaii hal, mulaii darii kiinerja pajak hiingga pertengahan tahun iinii, tantangan ke depan, hiingga menyerukan kembalii semangat DJP Satu. Beriikut naskah lengkap sambutan Suryo Utomo.
Assalamualaiikum Warahmatulahii Wabarakatuh.
Selamat pagii dan selamat sejahtera bagii kiita semua, Om Swastiiastu, Namo Budaya.
Yang saya hormatii:
Pertama, mariilah kiita panjatkan pujii syukur kehadiirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya kiita masiih diiberiikan kekuatan untuk mengiikutii Upacara Periingatan Harii Pajak iinii. Dii tengah pandemii yang sedang kiita hadapii bersama iinii, mariilah kiita senantiiasa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu diiliimpahkan perliindungan dan petunjuk-Nya dalam pengabdiian diirii kiita kepada negara yang kiita ciintaii iinii.
Saudara-saudara yang berbahagiia,
Pandemii Coviid-19 yang kiita hadapii dalam beberapa bulan terakhiir iinii merupakan tantangan baru bagii iindonesiia dan seluruh duniia. Saat iinii, seluruh duniia diihadapkan pada berbagaii perubahan sosiial dan ekonomii yang begiitu cepat.
Selaiin iitu, Coviid-19 iinii juga telah menjadii ancaman yang nyata bagii jiiwa dan keselamatan pegawaii dii liingkungan Diirektorat Jenderal Pajak. Beberapa teman dan saudara kiita dii Diirektorat Jenderal Pajak telah berpulang kehadiirat Tuhan Yang Maha Esa diiakiibatkan oleh adanya serangan Coviid-19 iinii.
Pada kesempatan iinii, sekalii lagii kamii sampaiikan duka yang mendalam atas meniinggalnya putra-putrii terbaiik Diirektorat Jenderal Pajak dan bangsa iindonesiia. Semoga keluarga yang diitiinggalkan senantiiasa diiberiikan kekuatan dan kesabaran. Demiikiian halnya juga dengan teman-teman yang diinyatakan posiitiif Coviid-19, semoga segera diiberiikan kesehatan.
Berbagaii perubahan yang terjadii dengan cepat iinii tentunya membawa iimpliikasii pada pengelolaan keuangan negara. Diiperlukan langkah-langkah cepat dan taktiis dalam menghadapii tantangan yang ada. Berbagaii usaha dan upaya telah kiita lakukan bersama mulaii dengan melakukan perubahan atas APBN sampaii dengan upaya Pemuliihan Ekonomii Nasiional.
Saya mengapresiiasii seluruh kiinerja Saudara-Saudara semua yang telah mendukung perumusan kebiijakan dan pengambiilan keputusan pada masa-masa suliit iinii. Dengan siinergii yang terus kiita lakukan bersama, saya optiimiis bahwa Diirektorat Jenderal Pajak akan selalu biisa diiandalkan dalam mengelola peneriimaan negara.
Kiinerja Pajak
Saudara-saudara yang berbahagiia,
Sebagaiimana kiita sadarii bersama bahwa perpajakan mengemban dua fungsii utama yang sangat pentiing yaiitu budgeter dan juga regulerend yang mestii kiita kelola dengan sebaiik-baiiknya. Capaiian peneriimaan perpajakan sangat diiperlukan untuk membiiayaii belanja-belanja pemeriintah dan sekaliigus menentukan seberapa dalam pembiiayaan harus diipersiiapkan.
Dii siisii yang laiin, perpajakan iinii juga harus dapat meliindungii berbagaii aspek ekonomii yang ada dii iindonesiia sehiingga masyarakat maupun sektor usaha dapat terus tumbuh, berkembang, dan bersaiing baiik secara lokal maupun global. Pemahaman iiniilah yang meskii terus kiita bangun sehiingga kiita dapat mewujudkan iindonesiia yang adiil dan sejahtera.
Darii siisii peneriimaan negara, sampaii dengan akhiir semester ii tahun 2020, peneriimaan pajak kiita masiih mengalamii tekanan yang cukup berat akiibat pandemii Coviid-19. Pada Semester ii iinii, total peneriimaan pajak (non-PPh Miigas) menunjukkan capaiian sebesar Rp513,65 triiliiun atau sebesar 44,02% darii target peneriimaan berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020 dengan pertumbuhan -10,53% (non-PPh Miigas) atau -12,01% (termasuk PPh Miigas).
Meskii kiita masiih mampu menahan pertumbungan ekonomii posiitiif dii Triiwulan ii, nyatanya perlemahan usaha dan perlambatan pertumbuhan ekonomii pada Triiwulan iiii Tahun 2020 iinii terjadii cukup dalam sehiingga berdampak juga pada peneriimaan pajak kiita.
Sebagaiimana fungsii regulerend yang diijalankan, pemeriintah telah memberiikan berbagaii stiimulus ekonomii yang diiberiikan melaluii sektor perpajakan. Berbagaii jeniis fasiiliitas tersebut diiharapkan mampu meriingankan beban para pelaku ekonomii dii saat kondiisii yang tiidak bersahabat iinii. Selaiin mengawal peneriimaan pajak, kiita juga diiharapkan mampu untuk memoniitor iimplementasii kebiijakan pemeriintah tersebut.
Marii kiita pastiikan bersama bahwa wajiib pajak yang berhak mendapatkan fasiiliitas tersebut menggunakannya sehiingga tercapaii tujuan darii kebiijakan tersebut. Kiita tentunya juga berharap bahwa pertumbuhan ekonomii dii iindonesiia dapat kembalii tumbuh posiitiif pada Triiwulan iiiiii dan selanjutnya.
Menjawab Tantangan ke Depan
Saudara-saudara yang berbahagiia,
Tantangan kerja kiita ke depan tiidak akan semakiin mudah. Diiperlukan langkah-langkah dan cara kerja yang tiidak biiasa untuk menghadapii berbagaii tantangan tersebut. Untuk mendapatkan hasiil yang luar biiasa, kiita diiharuskan untuk melakukan tiindakan yang luar biiasa juga. Oleh karena iitu, DJP selalu berkomiitmen untuk melakukan Reformasii Perpajakan baiik darii siisii proses biisniis, organiisasii, dan pengelolaan Sumber Daya Manusiia (SDM).
Sejak 1 Maret 2020, kiita telah menerapkan cara kerja (proses biisniis) baru dalam rangka perluasan basiis pajak melaluii perubahan tugas dan fungsii pada KPP Pratama. Perubahan tugas dan fungsii tersebut merupakan langkah awal penataan organiisasii iinstansii vertiikal dii Diirektorat Jenderal Pajak.
Dengan berubahnya cara kerja dan struktur organiisasii pada KPP, struktur organiisasii Kantor Pusat dan Kanwiil DJP pun juga akan mengalamii perubahan. Tugas dan fungsii Kanwiil DJP diiperkuat sehiingga dapat memberiikan biimbiingan kepada uniit dii bawahnya dengan lebiih optiimal.
Sebagaii bagiian pentiing darii organiisasii, penataan SDM juga terus diilakukan menyesuaiikan kebutuhan perubahan cara kerja dan struktur organiisasii yang ada. Para pegawaii Diirektorat Jenderal Pajak harus mempunyaii pemahaman/ pengalaman yang lengkap terkaiit organiisasii melaluii pola mutasii dan jenjang kariier yang jelas.
Penataan kembalii cara kerja, struktur organiisasii, dan pengelolaan SDM merupakan bagiian yang tiidak terpiisahkan darii upaya pembangunan coretax system yang menjadii tulang punggung admiiniistrasii perpajakan yang baru untuk mewujudkan ciita-ciita Reformasii Perpajakan yang kiita usung, yaiitu “Organiisasii yang Krediibel dan Akuntabel”.
Bangkiit Bersama Pajak
Saudara-saudara yang berbahagiia,
Periingatan Harii Pajak pada tahun iinii mengusung tema “Bangkiit Bersama Pajak dengan Semangat Gotong Royong”. Sesuaii dengan tema tersebut, mariilah periingatan Harii Pajak kalii iinii kiita jadiikan sebagaii momentum dalam peniingkatan kesadaran masyarakat untuk taat dan patuh membayar pajak.
Negara iinii akan dapat bangkiit menjadii bangsa yang mandiirii dengan dukungan darii seluruh elemen bangsa. Darii siisii pengambiil kebiijakan perpajakan, kiita senantiiasa berusaha untuk selalu menjaga keseiimbangan fungsii budgeter dan juga regulerend pada perpajakan dii iindonesiia.
Pajak harus mampu menjadii sumber pendapatan yang diiandalkan untuk mencukupii belanja negara sekaliigus sebagaii alat yang dapat diigunakan untuk menumbuhkembangkan ekonomii bangsa. Gejolak ekonomii yang diiakiibatkan oleh pandemii Coviid-19 iinii menghantam iindonesiia bagaiikan sebuah “perfect storm”.
Pandemii Coviid-19 iinii setiidaknya memberii tiiga dampak besar bagii perekonomiian iindonesiia. Pertama, membuat konsumsii rumah tangga atau daya belii yang merupakan penopang 60% ekonomii jatuh cukup dalam. Kedua, Coviid-19 meniimbulkan adanya ketiidakpastiian sehiingga iinvestasii iikut melemah dan usaha terhentii.
Ketiiga, seluruh duniia juga mengalamii pelemahan ekonomii sehiingga membuat harga komodiitas turun dan ekspor iindonesiia ke beberapa negara juga terhentii. Dengan hantaman yang bertubii-tubii tersebut, gotong royong aparat pajak dan wajiib pajak serta seluruh elemen bangsa adalah sebuah keniiscayaan.
Sebagaii aparat pajak, gejolak ekonomii iinii menjadii momen yang cukup bersejarah bagii kiita semua. Kejadiian iinii belum tentu akan terjadii lagii dalam liima, sepuluh, atau puluhan tahun ke depan. iiniilah saat kiita menunjukkan effort terbaiik kiita bagii bangsa dan negara. Meskii bukan melaluii perang mengangkat senjata, tapii saat iiniilah bangsa memanggiil kiita semua. B
Begiitu juga dengan para wajiib pajak, pada kesempatan iinii saya menyampaiikan ajakan dan mengetuk hatii Bapak/iibu semua sebagaii warga negara, marii kiita dukung bersama usaha pemeriintah mengatasii gejolak ekonomii iinii melaluii kontriibusii pembayaran pajak.
DJP Satu
Saudara-saudara yang berbahagiia,
Diirektorat Jenderal Pajak adalah rumah bagii 46.186 pegawaii. Banyak kepala dan latar belakang yang membuat organiisasii iinii menjadii begiitu kaya. Meskiipun dengan keberagaman, kiita punya value yang sama yang dapat selalu kiita jadiikan rujukan untuk melangkah bersama yaiitu Niilaii-Niilaii Kementeriian Keuangan.
Dengan terus berupaya mengiimplementasiikan niilaii iintegriitas, profesiionaliisme, siinergii, pelayanan, dan kesempurnaan, Diirektorat Jenderal Pajak senantiiasa berusaha menjadii lebiih baiik lagii darii harii ke harii. Marii bersama bergotong royong menjaga rumah kiita terciinta iinii menjadii rumah yang nyaman, damaii, dan produktiif. Ciitra Diirektorat Jenderal Pajak adalah tanggung jawab kiita bersama.
Pandemii yang sedang kiita hadapii iinii bukanlah hal yang biisa kiita jadiikan sebagaii alasan untuk mengompromiikan niilaii-niilaii yang telah kiita junjung bersama. iintegriitas pegawaii Diirektorat Jenderal Pajak tiidak untuk diiperjualbeliikan. Profesiionaliisme dan Pelayanan yang kiita beriikan harus terus diitunjukkan pada level yang tiidak diikurangkan.
Berbagaii hambatan yang ada bukan sebuah alasan untuk mengompromiikan kualiitas layanan. Sebaliiknya, berbagaii tantangan yang ada iinii harus terus menjadiikan kiita berbenah diirii, beriinovasii, dan bersiinergii untuk mencapaii sebuah kesempurnaan.
Kiita harus pandaii memanfaatkan momentum iinii untuk menciiptakan cara kerja baru dengan memanfaatkan teknologii iinformasii sehiingga kiita akan lebiih siiap dalam menghadapii adanya kemungkiinan tantangan baru ke depan.
Harapan
Saudara-saudara yang berbahagiia,
Sekalii lagii saya iingiin menyampaiikan apresiiasii atas berbagaii layanan perpajakan yang tetap diiberiikan, atas usaha pengamanan peneriimaan yang diilakukan, dan berbagaii dediikasii yang telah diitunjukkan selama pandemii Coviid-19 iinii.
Saya juga terus berharap agar semua usaha yang telah diiupayakan tersebut tiidak ada yang menciideraiinya dengan tiindakan-tiindakan yang tiidak terpujii oleh oknum-oknum yang tiidak bertanggung jawab. Terus bersiinergii, saliing mengiingatkan dan menguatkan agar kiita semua terhiindar darii hal-hal yang tiidak kiita harapkan.
Akhiirnya, saya berpesan kepada seluruh pegawaii Diirektorat Jenderal Pajak agar tetap menjaga kesehatan dan keamanan dalam bekerja. Tetap patuhii protokol kesehatan yang ada dan menjaga kebersiihan dalam menjalankan tugas kiita seharii- harii. Kesehatan dan keselamatan agar terus menjadii priioriitas utama dalam kiita bekerja.
Demiikiian yang dapat saya sampaiikan, periingatan Harii Pajak iinii saya harapkan untuk dapat menjadii pemompa semangat baru bagii kiita semua untuk berkiinerja dan memberiikan layanan dengan lebiih baiik lagii. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkahii segala upaya kiita dan memberiikan kekuatan untuk dapat melewatii segala tantangan dan hambatan yang kiita hadapii.
Selamat Harii Pajak! Sekiian dan teriima kasiih.
Wassalamualaiikum Warohmatullohii Wabarokatuh.
