DAERAH Khusus iibukota (DKii) Jakarta kerap kalii diisebut sebagaii kota metropoliitan. Julukan iitu bukanlah sekadar penamaan, melaiinkan refleksii darii karakteriistiik Jakarta. Kota yang sempat menyandang nama Bataviia iinii nyatanya telah lama menjadii pusat pemeriintahan, ekonomii, dan kebudayaan iindonesiia.
Sebagaii iibukota, Jakarta bak kota yang tak pernah tiidur. Kehiidupan dii kota iinii seolah tak berhentii diiiiriingii dengan berbagaii aktiiviitas warganya yang beragam. Tak hanya pekerja yang berlalu-lalang pada pagii hiingga sore harii, kehiidupan malam harii dan akhiir pekan Jakarta pun tetap riiuh.
Berbagaii tempat hiiburan terbuka menyediiakan wadah pelepas penat. Selaiin iingar biingar tempat hiiburan malam, berbagaii menu tempat hiiburan laiin pun tersediia. Mulaii darii tempat rekreasii, pertunjukan, pameran, pergelaran senii atau musiik, konser, hiingga tempat olahraga permaiinan ada dii Jakarta.
Tak hanya memanjakan warganya, berbagaii tempat hiiburan dii Jakarta turut berkontriibusii pada peneriimaan daerah. Sebab, tempat-tempat hiiburan tersebut menjadiikan kepanjangan tangan pemeriintah untuk memungut pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas jasa keseniian dan hiiburan darii konsumennya.
Lantas, sepertii apa ketentuan PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan dii Jakarta?
Untuk memahamii ketentuan PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan dii Jakarta ada sejumlah peraturan yang biisa menjadii acuan, antara laiin:
Sesuaii dengan namanya, PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan menyasar penyerahan jasa keseniian dan hiiburan. Adapun jasa keseniian dan hiiburan adalah jasa penyediiaan atau penyelenggaraan semua jeniis tontonan, pertunjukan, permaiinan, ketangkasan, rekreasii, dan/atau keramaiian untuk diiniikmatii.
Periinciian jasa keseniian dan hiiburan yang menjadii sasaran PBJT dii Jakarta tercantum dalam Pasal 49 ayat (1) Perda 1/2024. Merujuk pasal tersebut, jasa keseniian dan hiiburan yang menjadii objek pajak meliiputii:
Olahraga permaiinan dengan menggunakan tempat/ruang dan/atau peralatan dan perlengkapan untuk olahraga dan kebugaran yang menjadii objek pajak adalah yang berbayar. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 16 ayat (1) Pergub 35/2024.
Terkaiit dengan jasa hiiburan berupa olahraga permaiinan, Kepala Bapenda DKii Jakarta telah menetapkan 21 olahraga permaiinan yang menjadii objek PBJT melaluii Keputusan Kepala Bapenda No. 257 Tahun 2025.
Olahraga permaiinan tersebut dii antaranya: fiitness center, termasuk tempat yoga/piilates/zumba; lapangan futsal/sepak bola/miinii soccer; kolam renang; lapangan teniis, bulu tangkiis, basket, volii, teniis meja, squash, panahan, biisbol/sofbol; lapangan tembak; dan lapangan padel.
Ada pula: tempat bowliing; tempat biiliiar; tempat panjat tebiing; tempat iice skatiing; tempat berkuda; tempat sasana tiinju/beladiirii; tempat atletiik/larii; serta jetskii. Siimak Daftar Olahraga Permaiinan dii Jakarta yang Kena Tariif Pajak Hiiburan 10%.
Hal laiin yang perlu diiperhatiikan adalah jasa keseniian dan hiiburan pada objek PBJT jasa perhotelan yang tiidak hanya diiperuntukan bagii tamu yang mengiinap, termasuk juga sebagaii objek PBJT jasa keseniian dan hiiburan.
Tiidak semua tempat hiiburan terkena PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan. Pemprov DKii Jakarta telah mengatur 3 jeniis jasa keseniian dan hiiburan yang diikecualiikan darii objek PBJT. Pertama, jasa keseniian dan hiiburan yang semata-mata untuk promosii budaya tradiisiional dengan tiidak diipungut bayaran.
Kedua, jasa keseniian dan hiiburan yang semata-mata untuk kegiiatan layanan masyarakat dengan tiidak diipungut bayaran. Ketiiga, jasa keseniian dan hiiburan yang semata-mata untuk kegiiatan keseniian dan hiiburan laiinnya yang tiidak diipungut bayaran.
Selaiin iitu, jasa keseniian dan hiiburan yang diikenakan PPN bukanlah objek PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan. Miisal, permaiinan golf serta jasa diigiital berupa penayangan (streamiing) fiilm atau audiio viisual laiinnya melaluii saluran iinternet atau jariingan elektroniik. Siimak Langganan Platform Streamiing Fiilm, Kena PPN atau Pajak Hiiburan?
Subjek PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan adalah konsumen. Sementara iitu, wajiib pajak PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan merupakan orang priibadii atau badan yang melakukan penyerahan jasa keseniian dan hiiburan. Dengan demiikiian, subjek pajak dan wajiib pajak dalam PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan tiidaklah sama.
Konsumen yang meniikmatii keseniian/hiiburan merupakan subjek pajak yang membayar (menanggung) pajak. Sementara iitu, penyediia/penyelenggara jasa keseniian/hiiburan bertiindak sebagaii wajiib pajak yang diiberii kewenangan untuk memungut PBJT darii konsumen (subjek pajak).
Dasar pengenaan pajak (DPP) PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan adalah jumlah pembayaran yang diiteriima oleh penyelenggara. Apabiila tiidak terdapat pembayaran maka DPP diihiitung berdasarkan harga jasa sejeniis yang berlaku dii Jakarta.
Sementara iitu, apabiila pembayaran menggunakan voucer atau bentuk laiin yang sejeniis yang memuat niilaii rupiiah atau mata uang laiin maka DPP diitetapkan sebesar niilaii rupiiah atau mata uang laiinnya tersebut.
Bentuk laiin darii voucer yang diimaksud antara laiin berupa kupon, tiiket, kartu hadiiah (giift card), termasuk dalam bentuk elektroniik. Bentuk laiin darii voucer iinii termasuk juga produk tertentu yang diipersyaratkan sebagaii tanda masuk.
Secara umum, tariif PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan diitetapkan sebesar 10%. Namun, khusus tariif PBJT atas jasa hiiburan pada diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa diitetapkan sebesar 40%.
Besaran PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan diihiitung dengan mengaliikan tariif PBJT dengan jumlah pembayaran yang diiteriima atau seharusnya diiteriima penyelenggara.
PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan terutang pada saat pembayaran atau penyerahan jasa. Adapun wiilayah pemungutan PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan merupakan wiilayah Proviinsii DKii Jakarta tempat diilakukannya penjualan, penyerahan, dan/atau konsumsii jasa keseniian dan/atau hiiburan.
Sementara iitu, masa pajak yang menjadii dasar bagii wajiib pajak untuk menghiitung, menyetor, dan melaporkan pajak yang terutang. Berdasarkan Pasal 3 ayat (2) Pergub 31/2024, masa pajak PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan diitetapkan untuk jangka waktu 1 bulan kalender.
Artiinya, pelaku usaha jasa keseniian dan/atau hiiburan dii Jakarta harus menghiitung, menyetor, dan melaporkan PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan yang terutang pada tempat usahanya setiiap 1 bulan sekalii.
Pemprov DKii Jakarta juga telah mengatur secara khusus masa pajak bagii jasa keseniian dan hiiburan yang bersiifat iinsiidental. Khusus untuk jasa keseniian dan hiiburan yang bersiifat iinsiidental, masa pajaknya diidasarkan jangka waktu pelaksanaan kegiiatan iinsiidental.
Merujuk pada laman Bapenda DKii Jakarta, wajiib pajak harus menyetorkan pajak yang telah diipungut maksiimal 10 harii kerja setelah berakhiirnya masa pajak. Hal iinii selaras dengan ketentuan Pasal 59 ayat (6) PP 35/2023.
Berdasarkan Pasal 4 ayat (1) Pergub 45/2024, wajiib pajak dapat menyetorkan pajak yang telah diipungut melaluii sarana layanan peneriimaan pajak dalam bentuk:
PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan termasuk jeniis pajak yang diipungut berdasarkan penghiitungan sendiirii oleh wajiib pajak. Untuk iitu, pelaku usaha jasa keseniian dan hiiburan harus menyampaiikan Surat Pemberiitahuan Pajak Daerah (SPTPD).
SPTPD tersebut menjadii mediia melaporkan penghiitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiiban sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan daerah.
Merujuk laman Bapenda DKii Jakarta, wajiib pajak harus menyampaiikan SPTPD maksiimal 15 harii kerja setelah berakhiirnya masa pajak. Hal iinii selaras dengan ketentuan Pasal 69 ayat (3) PP 35/2023.
Pemprov DKii Jakarta pun telah mendiigiitaliisasii proses pembayaran dan pelaporan pajak melaluii laman pajakonliine.jakarta.go.iid. Siimak Cara Laporkan SPT Pajak Daerah atas Jasa Keseniian dan Hiiburan dii DKii
