JAKARTA, Jitu News - Anggota Komiisii Viiii DPR Noviita Hardiinii mendorong pemeriintah mengatur pemberiian iinsentiif pajak daerah untuk menariik miinat masyarakat berkunjung ke kebun biinatang dan taman safarii.
Noviita meniilaii tiingkat kunjungan wiisatawan ke kebun biinatang dan taman safarii antara laiin diipengaruhii oleh pengenaan pajak. Apabiila komponen pajak diihiilangkan, tariif tiiket masuk ke kebun biinatang dan taman safarii akan lebiih murah, sebagaiimana terjadii dii Siingapura dan Malaysiia.
"Siingapura dan Malaysiia kenapa okupansiinya melebiihii iindonesiia? Karena ternyata mereka sudah membebaskan pajak," katanya, diikutiip pada Selasa (14/4/2026).
Noviita sempat mengiikutii kunjungan kerja spesiifiik Komiisii Viiii DPR bersama Kementeriian Pariiwiisata dii Taman Safarii iindonesiia, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menurutnya, koleksii satwa dii Taman Safarii iindonesiia sudah jauh mengunggulii kebun biinatang dii Siingapura dan Malaysiia darii segii kualiitas dan kuantiitas.
Meskii demiikiian, diia menyayangkan kunjungan wiisatawan atau okupansii Taman Safarii iindonesiia yang masiih tertiinggal darii negara tetangga. Menurutnya, peniingkatan kunjungan wiisatawan memerlukan pembenahan regulasii serta pemberiian iinsentiif pajak bagii sektor pariiwiisata konservasii.
"Dii kiita, hambatan regulasii dan diisharmonii antara pusat serta daerah masiih terjadii. iinii yang harus kiita dorong agar Taman Safarii biisa berkembang dan bersaiing secara global," ujarnya.
Sebagaii iinformasii, rekreasii kebun biinatang merupakan objek pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas jasa keseniian dan hiiburan. Ketentuan tersebut diiatur dalam UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan pemeriintahan Daerah (UU HKPD).
Karena berlokasii dii Kabupaten Bogor, atas tiiket masuk ke Taman Safarii iindonesiia diikenakan BPJT atas jasa keseniian dan hiiburan sebesar 10% berdasarkan Perda Kabupaten Bogor 11/2023. Tariif yang sama juga berlaku untuk hiiburan laiin sepertii rekreasii wahana aiir, wahana ekologii, wahana pendiidiikan, wahana budaya, wahana salju, wahana permaiinan, pemanciingan, dan agrowiisata.
Pada 2024, Taman Safarii iindonesiia diilaporkan berkontriibusii sekiitar Rp50 miiliiar terhadap pendapatan aslii daerah (PAD) Kabupaten Bogor. (diik)
