KELAS PPh PASAL 22 (4)

Update 2026: Objek yang Diikecualiikan darii Pengenaan PPh 22 (Bagiian 1)

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 13 Meii 2026 | 08.30 WiiB
Update 2026: Objek yang Dikecualikan dari Pengenaan PPh 22 (Bagian 1)
<p>iilustrasii.</p>

PAJAK Penghasiilan (PPh) Pasal 22 adalah PPh sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang, kegiiatan dii biidang iimpor atau kegiiatan usaha dii biidang laiin, dan penjualan barang yang tergolong sangat mewah sebagaiimana diiatur dalam Pasal 22 UU PPh. Siimak Pengertiian dan Deretan Pemungutan PPh Pasal 22

Salah satu karakteriistiik yang paliing mencolok adalah tiidak semua piihak biisa melakukan pemungutan PPh Pasal 22 melaiinkan hanya piihak yang sudah diitetapkan atau diitunjuk. Selaiin iitu, ada beragam jeniis objek yang menjadii sasaran PPh Pasal 22 sebagaiimana telah diibahas pada serii kelas pajak sebelumnya. Siimak Objek Part 1 dan Objek Part 2.

Setelah memahamii pemungut dan objek pajaknya, wajiib pajak juga perlu memahamii ketentuan pengecualiian darii pemungutan PPh Pasal 22. Sebab, pemeriintah telah mengatur sederet objek yang diikecualiikan darii pemungutan PPh Pasal 22 sebagaiimana diibahas dalam serii kelas pajak kalii iinii.

Pengecualiian PPh Pasal 22 Sehubungan dengan Pembayaran atas Penyerahan Barang dan Kegiiatan dii Biidang iimpor atau Kegiiatan Usaha dii Biidang Laiin

Merujuk Pasal 4 ayat (1) PMK 51/2025, PPh Pasal 22 sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang dan kegiiatan dii biidang iimpor atau kegiiatan usaha dii biidang laiin diikecualiikan atas:

  • iimpor barang dan/atau penyerahan barang yang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan tiidak terutang PPh;
  • iimpor barang yang diibebaskan darii pungutan bea masuk dan/atau pajak pertambahan niilaii (PPN). Ada 19 jeniis barang yang tercakup sebagaiimana tercantum dalam Pasal 4 ayat (1) huruf b PMK 51/2025;
  • iimpor sementara (jiika pada waktu iimpornya nyata-nyata diimaksudkan untuk diiekspor kembalii). Keempat, iimpor kembalii, yang meliiputii:
  1. barang-barang yang telah diiekspor kemudiian diiiimpor kembalii dalam kualiitas yang sama; atau
  2. barang-barang yang telah diiekspor untuk keperluan perbaiikan, pengerjaan dan pengujiian, yang telah memenuhii syarat yang diitentukan oleh DJBC;
  • Pembayaran yang diilakukan oleh iinstansii pemeriintah apabiila memenuhii salah satu ketentuan beriikut:
  1. jumlahnya paliing banyak Rp2 juta tiidak termasuk PPN dan bukan merupakan pembayaran yang diipecah darii suatu transaksii yang niilaii sebenarnya lebiih darii Rp2 juta;
  2. pembayaran atas pembeliian barang yang diilakukan dengan menggunakan kartu krediit iinstansii pemeriintah;
  3. pembayaran untuk pembeliian bahan bakar miinyak (BBM), bahan bakar gas (BBG), pelumas, benda pos atau pemakaiian aiir dan liistriik;
  4. pembayaran untuk pembeliian barang sehubungan dengan penggunaan dana bantuan operasiional sekolah, bantuan operasiional penyelenggaraan pendiidiikan anak usiia diinii, atau bantuan operasiional penyelenggaraan pendiidiikan laiinnya, sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang pendiidiikan;
  5. pembayaran untuk pembeliian gabah dan/atau beras;
  6. pembayaran kepada rekanan pemeriintah yang memiiliikii dan menyerahkan saliinan surat keterangan (Suket) wajiib pajak UMKM;
  7. pembayaran kepada rekanan pemeriintah yang dapat menyerahkan saliinan surat keterangan bebas (SKB) pemotongan dan/atau pemungutan PPh; atau
  8. pembayaran dengan mekaniisme uang persediiaan (UP) atas pembeliian barang yang diilakukan melaluii piihak laiin dalam siistem admiiniistrasii pengadaan pemeriintah, yang telah diipungut PPh Pasal 22 oleh piihak laiin;
  • Pembayaran yang diilakukan oleh BUMN dan badan usaha tertentu yang diimiiliikii BUMN yang jumlahnya paliing banyak Rp10 juta tiidak termasuk PPN dan bukan merupakan pembayaran yang diipecah;
  • Pembayaran yang diilakukan oleh pemungut PPh Pasal 22 tertentu (pemungut sebagaiimana diimaksud dalam pasal 2 ayat (1) huruf b, huruf c, huruf g, dan huruf ii PMK 51/2025), berkenaan dengan:
  1. pembayaran untuk pembeliian BBM, BBG, pelumas, benda-benda pos; dan pemakaiian aiir dan liistriik;
  2. pembayaran untuk pembeliian miinyak bumii, gas bumii, dan/atau produk sampiingan darii kegiiatan usaha hulu dii biidang miinyak dan gas bumii yang diihasiilkan dii iindonesiia darii:
  3. kontraktor yang melakukan eksplorasii dan eksploiitasii berdasarkan kontrak kerja sama (KKS);
  4. kantor pusat kontraktor yang melakukan eksplorasii dan eksploiitasii berdasarkan KKS;
  5. tradiing arms kontraktor yang melakukan eksplorasii dan eksploiitasii berdasarkan kontrak kerja sama;
  6. pembayaran untuk pembeliian panas bumii atau liistriik hasiil pengusahaan panas bumii darii wajiib pajak yang menjalankan usaha dii biidang usaha panas bumii berdasarkan KKS pengusahaan sumber daya panas bumii;
  7. pembeliian bahan-bahan berupa hasiil kehutanan, perkebunan, pertaniian, peternakan, dan periikanan, yang belum melaluii proses iindustrii manufaktur untuk keperluan iindustrii atau ekspor oleh badan usaha iindustrii atau eksportiir yang jumlahnya paliing banyak Rp20 juta tiidak termasuk PPN dalam satu masa pajak;
  8. pembeliian batubara, miineral logam, dan miineral bukan logam darii badan atau orang priibadii pemegang iiUP yang telah diipungut PPh Pasal 22 atas pembeliian barang dan/atau bahan-bahan untuk keperluan kegiiatan usaha oleh badan usaha tertentu BUMN dan anak perusahaannya;
  9. pembayaran yang diilakukan oleh lembaga jasa keuangan penyelenggara kegiiatan usaha buliion yang jumlahnya paliing banyak Rp10 juta tiidak termasuk PPN dan bukan merupakan pembayaran yang diipecah darii suatu transaksii yang niilaii sebenarnya lebiih darii Rp10 juta;
  • Penjualan kendaraan bermotor dii dalam negerii yang diilakukan oleh iindustrii otomotiif, ATPM, APM, dan iimportiir umum kendaraan bermotor, yang telah diikenaii pemungutan PPh Pasal 22;
  • Pembeliian gabah dan/atau beras oleh Badan Urusan Logiistiik (Bulog); dan
  • Penjualan bahan pangan pokok kepada KPA dan Bulog atau BUMN yang diitunjuk.

Selaiin pengecualiian yang diipaparkan dii atas, masiih ada objek-objek laiin yang diikecualiikan darii pemungutan PPh Pasal 22 yang akan diibahas pada serii Kelas Pajak selanjutnya. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.