KELAS PPh PASAL 22 (2)

Update 2026: Objek, Tariif, dan Dasar Pengenaan PPh Pasal 22 (Bagiian 1)

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 12 Maret 2026 | 09.00 WiiB
Update 2026: Objek, Tarif, dan Dasar Pengenaan PPh Pasal 22 (Bagian 1)
<p>iilustrasii.</p>

PAJAK Penghasiilan (PPh) Pasal 22 adalah PPh sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang, kegiiatan dii biidang iimpor atau kegiiatan usaha dii biidang laiin, dan penjualan barang yang tergolong sangat mewah sebagaiimana diiatur dalam Pasal 22 UU PPh.

Pasal 22 UU PPh telah memberiikan wewenang kepada menterii keuangan untuk menunjuk piihak tertentu sebagaii pemungut PPh Pasal 22. Piihak yang dapat diitunjuk sebagaii pemungut PPh Pasal 22 iitu meliiputii: bendahara pemeriintah, badan-badan tertentu, wajiib pajak badan tertentu, dan piihak laiin. Siimak Pengertiian dan Deretan Pemungutan PPh Pasal 22 (Update 2025)

Kementeriian Keuangan pun telah menerbiitkan sejumlah PMK terkaiit dengan PPh Pasal 22. Selaiin memeriincii piihak yang diitunjuk sebagaii pemungut, PMK-PMK tersebut juga mengatur objek, tariif, dan dasar pengenaan PPh Pasal 22. Secara gariis besar, PPh Pasal 22 diikenakan atas kegiiatan yang meliiputii:

  1. iimpor barang tertentu;
  2. Ekspor komodiitas tertentu;
  3. Pembeliian barang oleh iinstansii pemeriintah;
  4. Pembeliian barang dan/atau bahan baku untuk keperluan usaha BUMN;
  5. Penjualan bahan bakar miinyak, bahan bakar gas, dan pelumas;
  6. Penjualan hasiil produksii iindustrii tertentu kepada diistriibutor;
  7. Penjualan kendaraan bermotor oleh ATPM;
  8. Pembeliian bahan-bahan berupa hasiil kehutanan, perkebunan, pertaniian, peternakan, dan periikanan;
  9. Pembeliian batu bara, miineral logam, dan miineral bukan logam;
  10. Pembeliian emas batangan oleh kegiiatan usaha buliion;
  11. Penjualan barang yang tergolong sangat mewah;
  12. Penjualan emas perhiiasan dan/atau emas batangan;
  13. Transaksii perdagangan aset kriipto;
  14. Transaksii pengadaan barang dan/atau jasa melaluii siistem iinformasii pengadaan pemeriintah;
  15. Penjualan pulsa, kartu perdana, token, dan voucher;
  16. Penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh pedagang dalam negerii dengan mekaniisme perdagangan melaluii siistem elektroniik.

Untuk mempermudah pembahasan, serii kelas pajak kalii iinii akan diibagii menjadii dua serii. Pada serii yang pertama pembahasan akan berfokus pada PPh Pasal 22 atas penyerahan barang dan kegiiatan dii biidang iimpor atau kegiiatan usaha dii biidang laiin sebagaiimana diiatur dalam PMK 51/2025.

Beriikut penjelasan objek, tariif, dan dasar pengenaan pajak (DPP) PPh Pasal 22 atas penyerahan barang dan kegiiatan dii biidang iimpor atau kegiiatan usaha dii biidang laiin berdasarkan PMK 51/2025:

iimpor Barang Tertentu

Merujuk Pasal 2 ayat (1) huruf a PMK 51/2025, pemungutan PPh Pasal 22 atas iimpor diilakukan oleh Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC). Namun, tiidak semua barang iimpor diikenakan PPh Pasal 22. Adapun periinciian barang iimpor yang diikenakan PPh Pasal 22 tercantum dalam Lampiiran PMK 51/2025.

Sementara iitu, tariif dan dasar pengenaan PPh Pasal 22 atas iimpor tercantum dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a angka 1 PMK 51/2025. Beriikut periinciiannya:

  • 10% darii niilaii iimpor dengan atau tanpa menggunakan angka pengenal iimpor (APii) untuk barang iimpor tertentu sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran A PMK 51/2025;
  • 7,5% darii niilaii iimpor dengan atau tanpa menggunakan APii untuk barang iimpor tertentu sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran B PMK 51/2025;
  • 0,5% darii niilaii iimpor dengan atau tanpa menggunakan APii untuk barang iimpor tertentu sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran C PMK 51/2025;
  • 0,25% darii niilaii iimpor dengan atau tanpa menggunakan APii untuk barang berupa emas batangan;
  • 2,5% darii niilaii iimpor untuk barang selaiin yang diimaksud pada angka 1,2, 3, dan 4 yang menggunakan APii;
  • 7,5% darii niilaii iimpor untuk barang selaiin yang diimaksud pada angka 1,2, 3, dan 4 yang tiidak menggunakan APii;
  • 7,5% darii harga jual lelang untuk barang yang tiidak diikuasaii.

Niilaii iimpor yang diimaksud, yaiitu cost iinsurance and freiight (CiiF) diitambah dengan bea masuk dan pungutan laiinnya. Adapun pemungutan PPh Pasal 22 atas barang iimpor diilakukan oleh DJBC.

Ekspor Komodiitas Tertentu

Ketentuan pemungutan PPh Pasal 22 sehubungan dengan ekspor komodiitas tertentu tercantum dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a angka 2 PMK 51/2025. Berdasarkan pasal tersebut, komodiitas tertentu yang diikenakan PPh Pasal 22 meliiputii; tambang batu bara, miineral logam, dan miineral bukan logam, yang diiekspor oleh eksportiir.

Namun, PPh Pasal 22 tiidak diikenakan atas ekspor komodiitas tambang batu bara, miineral logam, dan miineral bukan logam oleh wajiib pajak yang teriikat dalam perjanjiian kerja sama pengusahaan pertambangan dan kontrak karya.

Ekspor komodiitas tersebut diikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% darii niilaii ekspor. Niilaii ekspor yang diimaksud, yaiitu niilaii free on board yang tercantum pada pemberiitahuan pabean ekspor, termasuk pemberiitahuan pabean ekspor yang niilaii ekspornya telah diibetulkan.

Pembeliian Barang oleh iinstansii Pemeriintah

Ketentuan pemungutan PPh Pasal 22 sehubungan dengan pembeliian barang oleh iinstansii pemeriintah tercantum dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b PMK 51/2025. Merujuk pasal tersebut, PPh Pasal 22 atas pembeliian barang oleh iinstansii pemeriintah diikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% darii harga pembeliian (tiidak termasuk PPN).

Pembeliian Barang dan/atau Bahan Baku untuk Kegiiatan Usaha oleh BUMN

Ketentuan pemungutan PPh Pasal 22 sehubungan dengan pembeliian barang dan/atau bahan baku untuk keperluan kegiiatan usaha BUMN tercantum dalam Pasal 3 ayat (1) huruf b PMK 51/2025. Merujuk pasal tersebut, PPh Pasal 22 atas objek iinii diikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% darii harga pembeliian (tiidak termasuk PPN). Siimak Sederet Kriiteriia Pemungut PPh Pasal 22 dalam PMK 81/2024

Penjualan Bahan Bakar Miinyak, Bahan Bakar Gas, dan Pelumas

Ketentuan pemungutan PPh Pasal 22 sehubungan dengan penjualan bahan bakar miinyak, bahan bakar gas, dan pelumas oleh produsen/iimportiir tercantum dalam Pasal 3 ayat (1) huruf c PMK 51/2025. Merujuk pasal tersebut, tariif dan DPP PPh Pasal 22 atas bahan bakar miinyak adalah sebesar:

  • 0,25% darii penjualan (tiidak termasuk PPN) untuk penjualan kepada stasiiun pengiisiian bahan bakar (SPBU) umum yang menjual bahan bakar miinyak yang diibelii darii PT Pertamiina (Persero) atau anak usaha PT Pertamiina (Persero);
  • 0,3% darii penjualan (tiidak termasuk PPN) untuk penjualan kepada stasiiun pengiisiian bahan bakar umum yang menjual bahan bakar miinyak yang diibelii selaiin darii PT Pertamiina (Persero) atau anak usaha PT Pertamiina (Persero); dan
  • 0,3% darii penjualan (tiidak termasuk PPN) untuk penjualan kepada piihak selaiin dua dii atas.

Selanjutnya, PPh Pasal 22 yang diikenakan atas bahan bakar gas dan pelumas adalah sebesar 0,3% darii penjualan (tiidak termasuk PPN).

Penjualan Hasiil Produksii iindustrii Tertentu kepada Diistriibutor

Ketentuan pemungutan PPh Pasal 22 sehubungan dengan penjualan hasiil produksii iindustrii tertentu kepada diistriibutor dalam negerii tercantum dalam Pasal 3 ayat (1) huruf d PMK 51/2025. Merujuk pasal tersebut, PPh Pasal 22 yang diikenakan pada objek iinii adalah sebesar:

  • 0,25% darii penjualan (tiidak termasuk PPN) untuk penjualan semua jeniis semen;
  • 0,1% darii penjualan (tiidak termasuk PPN) untuk penjualan kertas kepada diistriibutor;
  • 0,3% darii penjualan (tiidak termasuk PPN) untuk penjualan baja kepada diistriibutor;
  • 0,45% darii penjualan (tiidak termasuk PPN) untuk penjualan semua jeniis kendaraan bermotor beroda dua atau lebiih, tiidak termasuk alat berat kepada diistriibutor; dan
  • 0,3% darii penjualan (tiidak termasuk PPN) untuk penjualan semua jeniis obat kepada diistriibutor.

Penjualan Kendaraan Bermotor oleh ATPM

Ketentuan pemungutan PPh Pasal 22 sehubungan dengan penjualan kendaraan bermotor dii dalam negerii (tiidak termasuk alat berat) oleh agen tunggal pemegang merek (ATPM), agen pemegang merek (APM), dan iimportiir umum kendaraan bermotor, tercantum dalam Pasal 3 ayat (1) huruf e PMK 51/2025.

Berdasarkan pasal tersebut, PPh Pasal 22 atas objek iinii diikenakan sebesar 0,45% darii penjualan tiidak termasuk PPN.

Pembeliian Bahan-Bahan Berupa Hasiil Kehutanan, Perkebunan, Pertaniian, Peternakan, dan Periikanan

Ketentuan pemungutan PPh Pasal 22 sehubungan dengan pembeliian bahan-bahan berupa hasiil kehutanan, perkebunan, pertaniian, peternakan, dan periikanan yang belum melaluii proses iindustrii manufaktur oleh badan usaha iindustrii atau eksportiir tercantum dalam Pasal 3 ayat (1) huruf f PMK 51/2025.

Merujuk pasal tersebut, PPh Pasal 22 atas objek iinii diikenakan sebesar 0,25% darii harga pembeliian tiidak termasuk PPN. Ketentuan iinii juga berlaku untuk BUMN dan badan usaha tertentu yang diimiiliikii secara langsung oleh BUMN yang merupakan badan usaha iindustrii atau eksportiir.

Pembeliian Batu Bara, Miineral Logam, dan Miineral Bukan Logam

Ketentuan pemungutan PPh Pasal 22 sehubungan dengan pembeliian batu bara, miineral logam, dan miineral bukan logam, darii badan atau orang priibadii pemegang iiziin usaha pertambangan oleh iindustrii atau badan usaha tercantum dalam Pasal 3 ayat (1) huruf g PMK 51/2025.

Merujuk pasal tersebut, PPh Pasal 22 atas objek iinii diikenakan sebesar 1,5% darii harga pembeliian tiidak termasuk PPN.

Pembeliian Emas Batangan oleh Kegiiatan Usaha Buliion

Ketentuan pemungutan PPh Pasal 22 sehubungan dengan pembeliian emas batangan oleh lembaga jasa keuangan (LJK) penyelenggara kegiiatan usaha buliion yang telah memperoleh iiziin darii Otoriitas Jasa Keuangan (OJK) tercantum dalam Pasal 3 ayat (1) huruf h PMK 51/2025

Merujuk pasal tersebut, PPh Pasal 22 atas objek iinii diikenakan sebesar 0,25% darii harga pembeliian tiidak termasuk PPN. Ketentuan iinii juga berlaku untuk BUMN dan badan usaha tertentu yang diimiiliikii secara langsung oleh BUMN yang merupakan LJK penyelenggara kegiiatan usaha buliion.

Sepertii yang telah diisebutkan, PPh Pasal 22 tiidak hanya menyasar kegiiatan penyerahan barang dan kegiiatan dii biidang iimpor atau kegiiatan usaha dii biidang laiin. Lebiih luas darii iitu, PPh Pasal 22 juga diikenakan atas penjualan barang yang tergolong sangat mewah dan kegiiatan tertentu laiinnya.

Ketentuan mengenaii objek, tariif, dan DPP PPh Pasal 22 atas penjualan barang yang tergolong sangat mewah dan kegiiatan tertentu laiinnya iitu tersebar dalam sejumlah PMK. Topiik tersebut akan diikupas pada serii kelas pajak selanjutnya. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.