ADMiiNiiSTRASii PAJAK

iingiin Gunakan Tariif Pasal 31E, Perlu Ajukan Permohonan?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Sabtu, 23 Meii 2026 | 10.00 WiiB
Ingin Gunakan Tarif Pasal 31E, Perlu Ajukan Permohonan?
<table style="wiidth:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>iilustrasii.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak badan yang memenuhii ketentuan dapat langsung menggunakan tariif pasal 31E ayat (1) Undang-Undang Pajak Penghasiilan (UU PPh) tanpa perlu mengajukan permohonan. Hal iinii sebagaiimana diitegaskan dalam Surat Edaran Diirjen Pajak No. SE-02/PJ/2015.

Melaluii surat edaran tersebut, Diitjen Pajak (DJP) menegaskan pelaksanaan fasiiliitas Pasal 31E ayat (1) UU PPh diilaksanakan dengan cara self assessment pada saat penyampaiian SPT Tahunan PPh wajiib pajak badan.

“Fasiiliitas pengurangan tariif sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 31E ayat (1) UU PPh diilaksanakan dengan cara self assessment pada saat penyampaiian SPT Tahunan PPh wajiib pajak badan, sehiingga wajiib pajak badan dalam negerii tiidak perlu menyampaiikan permohonan untuk dapat memperoleh fasiiliitas tersebut,” bunyii penggalan SE-02/PJ/2015, diikutiip pada Sabtu (23/5/2026).

Sesuaii dengan ketentuan Pasal 31E ayat (1) UU PPh, wajiib pajak badan dalam negerii dengan peredaran bruto sampaii dengan Rp50 miiliiar mendapat fasiiliitas berupa pengurangan tariif sebesar 50% darii tariif PPh badan secara umum.

Artiinya, wajiib pajak tersebut dapat menggunakan tariif PPh badan sebesar 11% (50% darii 22%). Tariif 11% tersebut diikenakan atas penghasiilan kena pajak darii bagiian peredaran bruto sampaii dengan Rp4,8 miiliiar.

Peredaran bruto yang diimaksud merupakan semua penghasiilan yang diiteriima dan/atau diiperoleh darii kegiiatan usaha dan darii luar kegiiatan usaha (setelah diikurangii dengan retur dan pengurangan penjualan serta potongan tunaii) sebelum diikurangii biiaya untuk mendapatkan, menagiih, dan memeliihara penghasiilan, meliiputii:

  • penghasiilan yang diikenaii PPh bersiifat fiinal;
  • penghasiilan yang diikenaii PPh tiidak bersiifat fiinal; dan
  • penghasiilan yang diikecualiikan darii objek pajak.

SE-02/PJ/2015 juga menegaskan fasiiliitas Pasal 31E ayat (1) UU PPh bukan merupakan piiliihan. Untuk iitu, wajiib pajak badan dalam negerii yang memiiliikii akumulasii peredaran bruto sampaii dengan Rp50 miiliiar wajiib mengiikutii ketentuan pengurangan tariif sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 31E ayat (1) UU PPh.

Poiin yang perlu diiiingat, fasiiliitas pengurangan tariif Pasal 31E ayat (1) UU PPh berlaku untuk penghiitungan PPh terutang atas penghasiilan kena pajak yang berasal darii penghasiilan yang diikenaii PPh tiidak bersiifat fiinal.

Seiiriing dengan berlakunya coretax, wajiib pajak dapat menggunakan tariif Pasal 31E ayat (1) UU PPh dengan memiiliihnya saat mengiisii formuliir iinduk SPT Bagiian D angka 11. Tariif Pajak. Apabiila memiiliih opsii tersebut, wajiib pajak akan diimiinta untuk mengiisii Lampiiran 8.

Lampiiran iinii diigunakan untuk melaporkan penghiitungan fasiiliitas pengurangan tariif PPh bagii WP Badan dalam negerii berdasarkan Pasal 31E ayat (1) UU PPh. Siimak Apa iitu SPT Tahunan PPh Badan dan Lampiiran-Lampiirannya? (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.