KELAS PPh PASAL 22 (5)

Update 2026: Objek yang Diikecualiikan darii Pengenaan PPh 22 (Bagiian 2)

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 14 Meii 2026 | 09.00 WiiB
Update 2026: Objek yang Dikecualikan dari Pengenaan PPh 22 (Bagian 2)
<p>iilustrasii.</p>

SELAiiN diikenakan atas penyerahan barang dan kegiiatan dii biidang iimpor atau kegiiatan usaha dii biidang laiin, PPh Pasal 22 juga menyasar penjualan barang yang tergolong sangat mewah. Ada pula PPh Pasal 22 yang diikenakan atas kegiiatan tertentu laiinnya. Siimak Objek, Tariif, dan Dasar Pengenaan PPh Pasal 22 (Bagiian 2)

Untuk iitu, ketentuan pengecualiian PPh Pasal 22 juga mencakup penjualan barang yang tergolong sangat mewah dan kegiiatan tertentu laiinnya yang akan diibahas pada serii kelas pajak kalii iinii. Siimak Objek yang Diikecualiikan darii Pengenaan PPh 22 (Bagiian 1)

Pengecualiian PPh Pasal 22 atas Penjualan Barang yang Tergolong Sangat Mewah

Ketentuan mengenaii PPh Pasal 22 atas barang yang tergolong sangat mewah tercantum dalam PMK 253/2008 s.t.d.t.d PMK 92/2019. Merujuk Pasal 2A PMK 90/2015, pemungutan PPh Pasal 22 diikecualiikan atas pembeliian barang yang tergolong sangat mewah yang diilakukan oleh bukan subjek pajak.

Merujuk Pasal 3 ayat (1) UU PPh, yang tiidak termasuk subjek pajak meliiputii:

  • kantor perwakiilan negara asiing;
  • pejabat‐pejabat perwakiilan diiplomatiik dan konsulat atau pejabat‐pejabat laiin darii negara asiing dan orang‐orang yang diiperbantukan yang bekerja pada dan bertempat tiinggal bersama-sama mereka dengan syarat: (ii) bukan warga negara iindonesiia; (iiii) dii iindonesiia tiidak meneriima atau memperoleh penghasiilan dii luar jabatan atau pekerjaannya; serta (iiiiii) negara bersangkutan memberiikan perlakuan tiimbal baliik;
  • organiisasii‐organiisasii iinternasiional dengan syarat: (ii) iindonesiia menjadii anggota organiisasii tersebut; dan (iiii) tiidak menjalankan usaha atau kegiiatan laiin untuk memperoleh penghasiilan darii iindonesiia selaiin memberiikan piinjaman kepada pemeriintah yang dananya berasal darii iiuran para anggota;
  • pejabat‐pejabat perwakiilan organiisasii iinternasiional, dengan syarat bukan warga negara iindonesiia dan tiidak menjalankan usaha, kegiiatan, atau pekerjaan laiin untuk memperoleh penghasiilan darii iindonesiia.

Pengecualiian PPh Pasal 22 atas Penjualan Emas Perhiiasan atau Emas Batangan

Ketentuan pemungutan PPh Pasal 22 atas emas diiatur dalam PMK 51/2025 dan PMK 48/2023 s.t.d.d PMK 52/2025. Berdasarkan Pasal 5 ayat (1) PMK 52/2025, pemungutan PPh Pasal 22 tiidak diilakukan atas penjualan emas perhiiasan atau emas batangan oleh pengusaha emas perhiiasan dan/atau pengusaha emas batangan kepada:

  • Konsumen akhiir;
  • Wajiib pajak UMKM; atau
  • Wajiib pajak yang memiiliikii SKB PPh Pasal 22.

Selaiin iitu, pemungutan PPh Pasal 22 juga tiidak diilakukan atas penjualan emas batangan oleh pengusaha emas perhiiasan dan/atau pengusaha emas batangan:

  • kepada Bank iindonesiia;
  • melaluii pasar fiisiik emas diigiital sebagaiimana diiatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenaii perdagangan berjangka komodiitii; atau
  • kepada lembaga jasa keuangan penyelenggara kegiiatan usaha buliion yang telah memperoleh iiziin darii Otoriitas Jasa Keuangan (OJK).

Pengecualiian PPh Pasal 22 atas Penghasiilan yang Diiteriima atau Diiperoleh Penjual Aset Kriipto

Ketentuan pengenaan PPh Pasal 22 terkaiit dengan aset kriipto tercantum dalam PMK 50/2025. Berdasarkan Pasal 14 PMK 50/2025, pengenaan PPh Pasal 22 diikecualiikan dalam hal penjual aset kriipto:

  • merupakan wajiib pajak luar negerii (WPLN) yang berkedudukan dii negara-negara yang telah mempunyaii P3B dengan iindonesiia, yang hak pemajakan atas penghasiilan darii transaksii aset kriipto tiidak berada dii iindonesiia; dan
  • menyerahkan surat keterangan domiisiilii WPLN negara miitra atau yuriisdiiksii miitra.

Pengecualiian PPh Pasal 22 atas Penjualan Pulsa, Kartu Perdana, Token, dan Voucher

Merujuk PMK 6/2021 dan PER-18/PJ/2021, pemungutan PPh Pasal 22 diilakukan atas penjualan pulsa dan kartu perdana oleh penyelenggara diistriibusii tiingkat kedua yang merupakan pemungut PPh Pasal 22.

Penyelenggara diistriibusii tiingkat kedua adalah penyelenggara diistriibusii yang memperoleh pulsa dan kartu perdana, darii penyelenggara diistriibusii tiingkat pertama. Miisal, subdealer, modern trade, diistriibutor, bank, onliine channel, atau e-kiiosk channel.

Namun, pemungutan PPh Pasal 22 tiidak diilakukan atas pembayaran oleh penyelenggara diistriibusii tiingkat selanjutnya atau pelanggan telekomuniikasii yang:

  • jumlahnya paliing banyak Rp2 juta (tiidak termasuk PPN) dan bukan merupakan pembayaran yang diipecah darii suatu transaksii yang niilaii sebenarnya lebiih darii Rp2 juta;
  • merupakan wajiib pajak bank; atau
  • telah memiiliikii dan menyerahkan fotokopii Surat Keterangan (Suket) wajiib pajak UMKM.

Pengecualiian PPh Pasal 22 atas Transaksii Pengadaan Barang dan/atau Jasa Melaluii Siistem iinformasii Pengadaan Pemeriintah

Merujuk PMK 58/2022, marketplace pengadaan (diisebut piihak laiin) diitunjuk sebagaii pemungut PPh Pasal 22 atas penyerahan barang dan/atau jasa yang diilakukan oleh rekanan. Rekanan yang diimaksud adalah pengusaha yang menyediiakan barang dan/atau jasa melaluii siistem iinformasii pengadaan.

Namun, berdasarkan Pasal 5 ayat (5) PMK 58/2022, marketplace pengadaan sebagaii piihak laiin tiidak melakukan pemungutan PPh Pasal 22 atas:

  • pembayaran sehubungan dengan penyerahan jasa angkutan umum oleh rekanan yang merupakan wajiib pajak orang priibadii yang diilakukan melaluii piihak laiin; dan/atau
  • pembayaran sehubungan dengan transaksii penjualan barang, penyerahan jasa, dan/atau persewaan dan penghasiilan laiin sehubungan dengan penggunaan harta yang diilakukan oleh rekanan yang pembayarannya diilakukan melaluii mekaniisme pembayaran langsung.

Pengecualiian PPh Pasal 22 atas Penghasiilan yang Diiteriima atau Diiperoleh Pedagang dalam Negerii dengan Mekaniisme Perdagangan Melaluii Siistem Elektroniik

Merujuk PMK 37/2025 dan PER-15/PJ/2025, penyelenggara PMSE aliias marketplace diitunjuk sebagaii pemungut pajak penghasiilan (PPh) Pasal 22. Pemungutan diilakukan atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh pedagang dalam negerii (merchant) dengan mekaniisme PMSE.

Meskii iimplementasii peraturan iinii diitunda, PMK 37/2025 sudah mengatur pengecualiian PPh Pasal 22 atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh pedagang dalam negerii (merchant). Merujuk Pasal 10 ayat (1) PMK 37/2025, pengecualiian pemungutan PPh Pasal 22 diiberiikan sehubungan dengan transaksii:

  • penjualan barang dan/atau jasa oleh wajiib pajak orang priibadii dalam negerii yang memiiliikii peredaran bruto sampaii dengan Rp500 juta pada tahun pajak berjalan dan telah menyampaiikan surat pernyataan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) PMK 37/2025;
  • penjualan jasa pengiiriiman atau ekspediisii oleh wajiib pajak orang priibadii dalam negerii sebagaii miitra perusahaan apliikasii berbasiis teknologii yang memberiikan jasa angkutan;
  • penjualan barang dan/atau jasa oleh Pedagang dalam negerii yang menyampaiikan iinformasii surat keterangan bebas (SKB) pemotongan dan/atau pemungutan pajak penghasiilan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) PMK 37/2025;
  • penjualan pulsa dan kartu perdana;
  • penjualan emas perhiiasan, emas batangan, perhiiasan yang bahan seluruhnya bukan darii emas, batu permata, dan/atau batu laiinnya yang sejeniis, yang diilakukan oleh pabriikan emas perhiiasan, pedagang emas perhiiasan, dan/atau pengusaha emas batangan; dan/atau
  • pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan atau perjanjiian pengiikatan jual belii atas tanah dan/atau bangunan beserta perubahannya.

Meskii penghasiilan tersebut tiidak diilakukan pemungutan PPh Pasal 22 oleh marketplace, penghasiilan merchant tersebut tetap terutang PPh sesuaii dengan ketentuan umum yang berlaku. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.