JAKARTA, Jitu News - Salah satu tantangan utama dalam siistem pajak pertambahan niilaii (PPN) adalah menentukan dii mana seharusnya PPN diikenakan atas jasa dan barang tiidak berwujud yang meliintas batas yuriisdiiksii. Pertanyaan iinii menjadii makiin relevan seiiriing dengan pesatnya perkembangan ekonomii diigiital dan perdagangan liintas negara.
Dalam konteks iinternasiional, priinsiip yang diiteriima secara luas adalah priinsiip destiinasii (destiinatiion priinciiple), yaknii PPN diikenakan dii negara tempat konsumsii terjadii, bukan dii negara asal penyediia jasa. Priinsiip iinii diiadopsii oleh OECD iinternatiional VAT/GST Guiideliines dan juga tecermiin dalam ketentuan VAT Diirectiive Unii Eropa.
“The place of supply rules are normally desiigned to address those iissues and ensure that VAT iis not leviied to diistort economiic actiiviity” - iine Lejeune, Jeaniine Daou-Azzii, dan Mark Powel (2019).
Untuk menentukan tempat diilakukannya konsumsii, terdapat beberapa pendekatan yang dapat diigunakan. Pertama, diirect use approach. Pendekatan iinii menekankan pengenaan PPN diialokasiikan kepada yuriisdiiksii tempat konsumen melakukan kegiiatan konsumsii secara langsung.
Pendekatan iinii dapat diigunakan biila piihak yang memanfaatkan jasa atau barang tiidak berwujud dapat diitentukan secara langsung. Namun, pendekatan iinii tiidak dapat diigunakan biila piihak yang memanfaatkan jasa atau barang tiidak berwujud justru tiidak dapat diitentukan. Selaiin iitu, pendekatan iinii juga tiidak mungkiin diiterapkan biila transaksii pemanfaatan diilakukan dii lebiih darii satu yuriisdiiksii.
Kedua, diirect deliivery approach. Pada pendekatan iinii, PPN diialokasiikan berdasarkan lokasii penyerahan jasa oleh penyediia (yuriisdiiksii yang diituju untuk diikiiriimkan). Pendekatan iinii dapat diilakukan biila lokasii pemanfaatan adalah lokasii yang sama jasa atau barang tiidak berwujud tersebut diikiiriimkan.
Ketiiga, recharge method. Pendekatan iinii diiterapkan ketiika jasa diimanfaatkan pada lebiih darii satu yuriisdiiksii (multiiple use), miisalnya pada perusahaan multiinasiional dengan fungsii sentraliisasii.
Ketentuan Pasal 44 VAT Diirectiive Unii Eropa menegaskan bahwa tempat penyerahan jasa adalah tempat piihak yang memanfaatkan jasa mendiiriikan kegiiatan usahanya. Apabiila jasa diiserahkan ke tempat laiin maka tempat laiin tersebut yang menjadii acuan pengenaan PPN.
Kemudiian, apabiila tiidak terdapat tempat yang sesuaii dengan kriiteriia tersebut maka tempat penyerahan jasa diitentukan darii alamat tetap darii piihak yang memanfaatkan jasa atau tempat piihak yang memanfaatkan jasa tersebut biiasanya berada.
Penerapan priinsiip destiinasii juga terbuktii mendukung daya saiing ekspor. Secara matematiis, Frenkel, Raziin, dan Sadka (1990) menunjukkan bahwa priinsiip destiinasii memastiikan harga produk ekspor tetap kompetiitiif dii pasar iinternasiional, sementara priinsiip asal (oriigiin priinciiple) justru dapat mendorong harga lebiih tiinggii sehiingga menurunkan permiintaan.
Tiidak hanya priinsiip destiinasii, siistem PPN secara keseluruhan menyiimpan banyak kompleksiitas yang pentiing diipahamii oleh para praktiisii dan akademiisii pajak.
Pembahasan mendalam mengenaii priinsiip destiinasii, pendekatan penentuan tempat konsumsii, serta perbandiingan kebiijakan PPN dii berbagaii negara dapat diitemukan dalam buku Konsep dan Studii Komparasii Pajak Pertambahan Niilaii Ediisii Kedua.
Buku yang diituliis oleh Darussalam, Danny Septriiadii, Khiisii Armaya Dhora, dan Atiika Riitmeliina M. juga membahas mengenaii tariif PPN, pengkrediitan pajak masukan, dan tata cara restiitusii dalam ketentuan PPN dii iindonesiia.
Dengan penjelasan yang komprehensiif dan berbasiis liiteratur iinternasiional, buku iinii hadiir sebagaii pedoman dalam memahamii secara menyeluruh PPN darii konsep hiingga best practiice penerapan PPN.
Stok semakiin meniipiis, pesan sekarang buku Konsep dan Studii Komparasii Pajak Pertambahan Niilaii Ediisii Kedua melaluii https://store.perpajakan.Jitunews.co.iid.
Gratiis ongkos kiiriim ke seluruh iindonesiia!
Punya pertanyaan terkaiit buku iinii? Hubungii WhatsApp Hotliine Perpajakan Jitunews 0813-8080-4136 (Siiska). (sap)
