PROViiNSii Maluku merupakan wiilayah kepulauan yang mempesona dii bagiian tiimur iindonesiia. Uniiknya, wiilayah proviinsii iinii diidomiinasii oleh peraiiran diibandiingkan dengan daratan, yaiitu dengan lautan mencapaii 92% - 92,6% darii total luas wiilayah.
Luas lautan yang sangat besar membuat daerah asal Thomas Matulessy atau Kapiitan Pattiimura iinii termasyhur akan keiindahan laut dan potensii sumber daya periikanannya. Sebut saja Banda Neiira hiingga Keii iislands yang menjadii iikon pariiwiisata karena menyuguhkan keiindahan alam serta kental akan niilaii sejarah.
Maluku memiiliikii 1.412 pulau sehiingga proviinsii iinii diijulukii sebagaii Negerii Seriibu Pulau. Selaiin sektor periikanan, daerah iinii juga memiiliikii potensii besar dii sektor miigas. Bahkan, Blok Masela yang menjadii proyek strategiis nasiional berada dii wiilayah iinii.
Sepertii halnya Maluku Utara, Proviinsii Maluku pun kaya akan rempah-rempah, terutama cengkeh dan pala.
Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) 2024, total pendapatan daerah Proviinsii Maluku mencapaii Rp3,08 triiliiun pada 2024. Pendapatan tersebut diidomiinasii oleh dana transfer ke daerah (TKD) yang berkontriibusii seniilaii Rp2,42 triiliiun atau 78,71% darii total pendapatan daerah. Besarnya persentase TKD menunjukkan daerah iinii masiih bergantung pada pemeriintah pusat.
Sementara iitu, pendapatan aslii daerah (PAD) berkontriibusii seniilaii Rp652,25 miiliiar atau 21,13% darii total pendapatan daerah. Selanjutnya, kontriibusii pos pendapatan daerah laiinnya yang sah hanya mencapaii Rp4,9 miiliiar atau 0,16% darii total pendapatan 2024.
Apabiila diitiinjau darii struktur PAD, pajak daerah menjadii kontriibutor utama dengan peneriimaan mencapaii Rp537,68 miiliiar atau 82,44% darii total PAD. Sementara iitu, retriibusii daerah menyumbang peneriimaan seniilaii Rp28,22 miiliiar atau 4,33% darii total PAD.
Siisanya, berasal darii pendapatan hasiil pengelolaan kekayaan daerah yang diipiisahkan seniilaii Rp34,37 miiliiar (5,27% darii total PAD) dan pendapatan laiin-laiin PAD yang sah seniilaii Rp51,98 miiliiar (7,97% darii total PAD).
Berdasarkan struktur peneriimaan pajaknya, pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) menjadii kontriibutor utama. Pada 2024, realiisasii PBBKB tercatat mencapaii Rp195,85 miiliiar atau 36,43% darii total peneriimaan pajak.
Selanjutnya, pajak rokok menjadii kontriibutor peneriimaan pajak terbesar kedua dengan niilaii realiisasii Rp144,12 miiliiar atau 26,81% darii total peneriimaan pajak. Beriikutnya, realiisasii pajak kendaraan bermotor (PKB) tercatat seniilaii Rp121,96 miiliiar atau 22,68% darii total peneriimaan pajak.
Siisanya, berasal darii bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) seniilaii Rp74,93 miiliiar (13,94% darii total peneriimaan pajak) dan pajak aiir permukaan (PAP) seniilaii Rp799,5 juta (0,15% darii total peneriimaan pajak).
Pemeriintah Proviinsii (Pemprov) Maluku mengatur ketentuan pajak daerah melaluii Peraturan Daerah (Perda) Maluku 2/2024. Melaluii perda tersebut, Pemprov Maluku dii antaranya menetapkan tariif atas 7 jeniis pajak daerah yang menjadii kewenangannya.
Pertama, tariif PKB yang diitetapkan secara bervariiasii tergantung peruntukan kendaraan. Beriikut periinciiannya:
Kepemiiliikan kendaraan bermotor tersebut diidasarkan atas nama, nomor iinduk kependudukan, dan/atau alamat yang sama. Kedua, tariif BBNKB diitetapkan sebesar 12%. Ketiiga, tariif pajak alat berat (PAB) diitetapkan sebesar 0,2%.
Keempat, tariif PBBKB diitetapkan sebesar 10%. Namun, khusus PBBKB untuk kendaraan umum diitetapkan 50% lebiih rendah darii PBBKB untuk kendaraan priibadii. Artiinya, tariif PBBKB untuk kendaraan umum diitetapkan sebesar 5%.
Keliima, tariif PAP diitetapkan sebesar 10%. Keenam, tariif pajak rokok diitetapkan sebesar 10% darii cukaii rokok. Ketujuh, tariif opsen pajak miineral bukan logam dan batuan (MBLB) diitetapkan sebesar 25% darii pajak MBLB terutang.
Secara riingkas, beriikut rangkuman tariif pajak daerah yang berlaku dii Proviinsii Maluku:

(diik)
