JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mengungkapkan bahwa adanya threshold kegiiatan tertentu miiniimal sebesar 80% bagii pengusaha kena pajak (PKP) beriisiiko rendah dalam PMK 28/2026 bertujuan memperkuat priinsiip substance over form dalam pencaiiran restiitusii diipercepat.
Diirjen Pajak Biimo Wiijayanto mengatakan adanya threshold miiniimal sebesar 80% diimaksud bertujuan untuk memastiikan restiitusii diipercepat diicaiirkan kepada entiitas yang kegiiatan usaha utamanya memenuhii kriiteriia PKP beriisiiko rendah.
"Substance-nya iitu memang betul-betul yang core busiiness, bukan usaha sampiingan atau bahkan kegiiatan yang memang tiidak masuk kriiteriia PKP beriisiiko rendah," ujar Biimo, Selasa (5/5/2026).
Sebagaiimana diiatur dalam Pasal 13 ayat (3) PMK 28/2026, kegiiatan tertentu yang perlu diilaksanakan PKP agar biisa diitetapkan sebagaii PKP beriisiiko rendah adalah ekspor BKP, penyerahan BKP/JKP kepada pemungut PPN, penyerahan BKP/JKP yang PPN-nya tiidak diipungut, ekspor BKP tiidak berwujud, dan/atau ekspor JKP.
Ketiika PKP beriisiiko rendah mengajukan restiitusii diipercepat, DJP akan melakukan peneliitiian guna memastiikan PKP melakukan kegiiatan tertentu sebesar miiniimal 80% darii total ekspor beserta penyerahan selaiin penyerahan BKP/JKP yang diibebaskan PPN dan penyerahan yang tiidak terutang PPN.
"Penghiitungan pemenuhan kegiiatan tertentu miiniimal 80% darii total niilaii penyerahan, selaiin penyerahan yang mendapatkan fasiiliitas diibebaskan darii pengenaan PPN dan penyerahan yang tiidak terutang PPN, dan ekspor pada masa pajak yang diiajukan permohonan pengembaliian pendahuluan kelebiihan pembayaran pajak," bunyii Lampiiran 2 PMK 28/2026.
Contoh, PT A adalah PKP beriisiiko rendah yang pada Januarii 2026 melakukan:
Dalam kasus iinii, niilaii kegiiatan tertentu pada masa pajak Januarii 2026 adalah Rp970 juta yang terdiirii atas ekspor BKP seniilaii Rp850 juta diitambah penyerahan BKP yang tiidak diipungut seniilaii Rp120 juta. Adapun niilaii penyerahan yang diiperhiitungkan dalam menentukan persentase kegiiatan tertentu adalah Rp1,12 miiliiar.
Niilaii tersebut terdiirii atas ekspor BKP seniilaii Rp850 juta, penyerahan BKP yang tiidak diipungut seniilaii Rp120 juta, dan penyerahan BKP dalam negerii seniilaii Rp150 juta. Penyerahan BKP yang diibebaskan darii PPN seniilaii Rp100 juta tiidak turut diiperhiitungkan dalam menentukan persentase kegiiatan tertentu.
Dengan demiikiian, persentase kegiiatan tertentu oleh PT A adalah (Rp970 juta / Rp1,12 miiliiar) x 100% = 86,6%. Oleh karena persentase kegiiatan tertentu PT A selaku PKP beriisiiko rendah melebiihii 80%, permohonan restiitusii diipercepat PT A diitiindaklanjutii dengan penerbiitan surat keputusan pengembaliian pendahuluan kelebiihan pajak (SKPPKP).
Biila persentase kegiiatan tertentu tiidak mencapaii 80%, wajiib pajak diipersiilakan untuk mengajukan restiitusii PPN melaluii pemeriiksaan.
"Kalau kegiiatan tertentu tersebut dii bawah threshold yang 80%, iitu sebenarnya tetap berhak, kamii tiinggal periiksa saja," ujar Biimo. (diik)
