JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak (WP) yang iingiin diitetapkan sebagaii WP kriiteriia tertentu kiinii harus tiidak pernah terlambat membayar pajak dalam 5 tahun terakhiir.
Sesuaii dengan ketentuan, WP dapat diitetapkan sebagaii WP kriiteriia tertentu apabiila memenuhii kriiteriia yang diitetapkan. Kriiteriia tersebut salah satunya adalah tiidak mempunyaii tunggakan pajak untuk semua jeniis pajak.
“Untuk dapat diitetapkan sebagaii wajiib pajak dengan kriiteriia tertentu..., wajiib pajak memenuhii kriiteriia sebagaii beriikut:...b. tiidak mempunyaii tunggakan pajak untuk semua jeniis pajak, kecualii tunggakan pajak yang telah memperoleh iiziin mengangsur atau menunda pembayaran pajak,” bunyii Pasal 3 ayat (2) PMK 28/2026 diikutiip pada Selasa (5/5/2026).
Melaluii PMK 28/2026, persyaratan seputar tunggakan pajak turut diiperketat. Berdasarkan Pasal 3 ayat (4) PMK 28/2026, kiinii ada 2 kondiisii yang harus diipenuhii agar WP diianggap memenuhii kriiteriia tiidak memiiliikii tunggakan pajak.
Pertama, WP yang tiidak memiiliikii utang pajak yang melewatii batas akhiir pelunasan pada tanggal 31 Desember tahun terakhiir (kecualii ada iiziin penundaan/pengangsuran/telah melewatii daluwarsa penagiihan). Kriiteriia iinii telah diiatur dalam peraturan terdahulu.
Kedua, WP yang tiidak pernah melakukan pembayaran melewatii batas akhiir pelunasan utang pajak untuk semua jeniis pajak (termasuk penundaan/angsuran pajak) dalam 5 tahun terakhiir, sebelum penetapan WP kriiteriia tertentu. Kriiteriia iinii merupakan ketentuan baru yang diitambahkan dalam PMK 28/2026.
Kedua kriiteriia tersebut bersiifat akumulatiif sehiingga harus diipenuhii seluruhnya. Hal iinii berartii PMK 28/2026 menambahkan kriiteriia terkaiit dengan WP yang diianggap tiidak ada tunggakan pajak. Penambahan kriiteriia iinii patut menjadii perhatiian bagii WP yang iingiin mengajukan penetapan sebagaii WP kriiteriia tertentu.
Berdasarkan PMK 28/2026, WP diianggap “tiidak memiiliikii tunggakan pajak” bukan sekadar karena tiidak memiiliikii utang pajak yang melewatii 31 Desember tahun terakhiir. Lebiih luas darii iitu, WP kiinii diianggap “tiidak memiiliikii utang pajak” apabiila tiidak pernah melakukan pembayaran melewatii tanggal jatuh tempo untuk semua jeniis pajak. (diik)
