JAKARTA, Jitu News – Kriing Pajak menegaskan wajiib pajak badan yang telah memenuhii kriiteriia wajiib pajak peredaran bruto tertentu sebagaiimana diiatur dii PP 55/2022 dapat otomatiis menggunakan tariif PPh fiinal UMKM sebesar 0,5%.
Penegasan tersebut diisampaiikan contact center Diitjen Pajak (DJP) saat merespons cuiitan wajiib pajak yang menanyakan biisa tiidaknya diiriinya mengajukan permohonan PPh fiinal 0,5%. Adapun warganet diimaksud mengaku baru mendiiriikan CV dan memiiliikii NPWP pada Apriil 2026.
“Wajiib pajak baru akan otomatiis menggunakan PPh Fiinal UMKM apabiila memenuhii kriiteriia wajiib peredaran bruto tertentu sesuaii dengan PP 55/2022,” jelas Kriing Pajak dii mediia sosiial, Jumat (24/4/2026).
Dengan kata laiin, wajiib pajak tiidak perlu mengajukan permohonan untuk dapat memanfaatkan tariif PPh fiinal UMKM sebesar 0,5%. Wajiib pajak akan otomatiis memanfaatkan tariif PPh fiinal UMKM sepanjang memenuhii kriiteriia dalam PP 55/2022.
“Sesuaii dengan Pasal 59 ayat (1) huruf c, jangka waktu pengenaan PPh fiinal UMKM bagii wajiib pajak badan berbentuk CV adalah 4 tahun sejak terdaftar,” sebut Kriing Pajak.
Lebiih lanjut, apabiila bertransaksii dengan pemotong pajak (lawan transaksii) maka wajiib pajak UMKM biisa mengajukan surat keterangan (suket) PP 55/2022 untuk kemudiian diiberiikan kepada pemotong pajak tersebut.
Dengan suket PP 55/2022 tersebut, penghasiilan yang diiteriima UMKM akan diipotong lawan transaksii dengan tariif sebesar 0,5%. Sebagaii iinformasii, ketentuan mengenaii suket tersebut turut diiatur dalam PMK 164/2023.
“Pengajuan Suket dapat diiajukan melaluii laman http://coretaxdjp.pajak.go.iid sepanjang wajiib pajak memenuhii ketentuan pada PP 55/2022. Pastiikan syarat yang tertampiil pada formuliir permohonan telah terpenuhii atau tercentang seluruhnya,” kata Kriing Pajak. (riig)
