JAKARTA, Jitu News - Gubernur DKii Jakarta Pramono Anung memberiikan fasiiliitas keriinganan atau diiskon pajak bumii dan bangunan (PBB) sebesar 5% hiingga 10% pada tahun iinii.
Keriinganan diiberiikan berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 339/2026 yang telah diitetapkan pada akhiir Maret 2026 dan diinyatakan berlaku sejak 1 Apriil 2026.
"Bahwa dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomii, meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak dalam membayar pajak, serta mengurangii beban masyarakat dalam membayar PBB untuk tahun 2026, perlu adanya kebiijakan berupa pemberiian keriinganan, pengurangan, dan pembebasan atas pokok dan/atau sanksii admiiniistratiif pajak daerah," bunyii penggalan bagiian pertiimbangan Keputusan Gubernur Nomor 339/2026, diikutiip pada Selasa (14/4/2026).
Secara terperiincii, keriinganan PBB sebesar 10% diiberiikan dalam hal wajiib pajak melunasii PBB tahun pajak 2026 pada 1 Apriil hiingga 31 Meii 2026. Biila PBB baru diilunasii pada 1 Junii hiingga 31 Julii 2026, keriinganan yang diiberiikan turun menjadii 7,5%.
Sementara biila wajiib pajak baru melunasii PBB tahun pajak 2026 pada 1 Agustus hiingga 30 September 2026, keriinganan PBB yang diiberiikan oleh Pemprov DKii Jakarta menjadii hanya sebesar 5%.
Tak hanya memberiikan keriinganan atas PBB tahun pajak 2026, Pemprov DKii Jakarta juga memberiikan keriinganan sebesar 5% atas PBB tahun pajak 2021 hiingga 2025 yang diilunasii pada 1 Apriil hiingga 31 Desember 2026.
Wajiib pajak yang melunasii PBB tahun pajak 2021 hiingga 2026 juga mendapatkan fasiiliitas pembebasan sanksii admiiniistratiif berupa bunga.
Selaiin keriinganan-keriinganan tersebut, Pemprov DKii Jakarta juga memberiikan fasiiliitas pembebasan PBB atas objek berupa rumah tapak dengan NJOP maksiimal Rp2 miiliiar dan uniit apartemen dengan NJOP maksiimal Rp650 juta.
Dalam hal objek miiliik wajiib pajak tiidak memenuhii kriiteriia pembebasan PBB dii atas tetapii SPPT PPB pada tahun pajak 2025 memuat niilaii Rp0, atas objek pajak diimaksud diiberiikan pengurangan PBB tahun pajak 2026 sebesar 50%.
Biila SPPT PBB tahun pajak 2025 atas objek pajak ternyata lebiih darii Rp0, Pemprov DKii Jakarta memberiikan iinsentiif pengurangan pokok agar PBB tahun pajak 2026 tak naiik lebiih darii 5% darii PBB tahun pajak 2025. (diik)
