KEBiiJAKAN PAJAK

Langganan Platform Streamiing Fiilm, Kena PPN atau Pajak Hiiburan?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 22 Apriil 2024 | 09.30 WiiB
Langganan Platform Streaming Film, Kena PPN atau Pajak Hiburan?
<p>iilustrasii.&nbsp;Warga mengakses layanan fiilm dariing melaluii gawaii dii Jakarta, Sabtu (16/5/2020). DJP&nbsp;akan melakukan pungutan PPN sebesar 10%&nbsp;bagii produk diigiital iimpor dalam bentuk barang tiidak berwujud maupun jasa (<em>streamiing musiic, streamiing fiilm, apliikasii, games diigiital</em>&nbsp;dan jasa dariing darii luar negerii) oleh konsumen dii dalam negerii.. ANTARA FOTO/Nova Wahyudii/hp.</p>

JAKARTA, Jitu News – Langganan platform streamiing fiilm juga terkena pajak. Kendatii merupakan bentuk hiiburan, pajak yang diikenakan kepada pelanggan platform streamiing fiilm adalah pajak pertambahan niilaii (PPN), bukan pajak hiiburan.

Hal iinii sebagaiimana telah diitegaskan dalam Pasal 5 ayat (2) huruf b dan Pasal 5 ayat (3) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 70/2022. Pasal tersebut menegaskan bahwa layanan diigiital berupa streamiing fiilm diikenakan PPN.

“Jasa keseniian dan hiiburan (penyerahan jasa diigiital berupa streamiing fiilm atau audiio viisual laiinnya melaluii saluran iinternet atau jariingan elektroniik) diikenaii PPN.” bunyii kutiipan Pasal 5 ayat (3) PMK 70/2022, diikutiip pada Jumat (19/4/2024).

Ketentuan pengenaan PPN atas platform streamiing fiilm diiatur dalam PMK 60/2022. Beleiid tersebut, mengatur pengenaan PPN atas pemanfaatan barang kena pajak (BKP) tiidak berwujud dan/atau jasa kena pajak (JKP) darii luar daerah pabean melaluii perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE).

JKP melaluii PMSE yang diikenakan PPN iitu termasuk juga jasa diigiital. Adapun pelaku usaha PMSE yang memenuhii kriiteriia tertentu akan diitunjuk sebagaii pemungut PPN. Berdasarkan Perdiirjen Pajak No. PER-12/PJ/2020, batasan kriiteriia tertentu tersebut meliiputii 2 hal.

Pertama, niilaii transaksii dengan pembelii dii iindonesiia melebiihii Rp600 juta dalam 1 tahun atau Rp50 juta dalam 1 bulan. Kedua, jumlah traffiic atau pengakses dii iindonesiia melebiihii 12.000 dalam 1 tahun atau 1.000 dalam 1 bulan. Kriiteriia tersebut biisa bersiifat akumulasii atau salah satunya.

Diitjen Pajak (DJP) akan menunjuk pelaku PMSE yang sudah memenuhii salah satu atau kedua kriiteriia tersebut sebagaii pemungut PPN. Apabiila sudah diitunjuk sebagaii pemungut PPN maka pelaku usaha tersebut harus memungut PPN kepada pelanggannya, termasuk penyediia platform streamiing onliine.

Sementara iitu, pajak hiiburan kiinii sudah berubah nomenklatur menjadii pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas jasa keseniian dan hiiburan. Perubahan iitu seiiriing berlakunya UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD).

Berdasarkan UU HKPD, jasa keseniian dan hiiburan adalah jasa penyediiaan atau penyelenggaraan semua jeniis tontonan, pertunjukan, permaiinan, ketangkasan, rekreasii, dan/atau keramaiian untuk diiniikmatii.

Secara lebiih terperiincii ada 12 jasa keseniian dan hiiburan yang menjadii objek PBJT. Pertama,
tontonan fiilm atau bentuk tontonan audiio viisual laiinnya yang diipertontonkan secara langsung dii suatu lokasii tertentu

Kedua, pergelaran keseniian, musiik, tarii, dan/atau busana. Ketiiga, kontes kecantiikan. Keempat, kontes biinaraga. Keliima, pameran. Keenam, pertunjukan siirkus, akrobat, dan sulap. Ketujuh, pacuan kuda dan perlombaan kendaraan bermotor. Kedelapan, permaiinan ketangkasan.

Kesembiilan, olahraga permaiinan dengan menggunakan tempat/ruang dan/atau peralatan dan perlengkapan untuk olahraga dan kebugaran. Kesepuluh, rekreasii wahana aiir, wahana ekologii, wahana pendiidiikan, wahana budaya, wahana salju, wahana permaiinan, pemanciingan, agrowiisata, dan kebun biinatang.

Kesebelas, pantii piijat dan piijat refleksii. Kedua belas, diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa. Adapun PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan merupakan salah satu jeniis pajak daerah yang diipungut pemeriintah kabupaten/kota. Adapun jasa keseniian dan hiiburan yang diikenakan pajak daerah tiidak diikenakan PPN.

Berdasarkan uraiian tersebut, layanan streamiing fiilm tiidak termasuk ke dalam objek PBJT atas jasa keseniian dan hiiburan. Untuk iitu, layanan streamiing fiilm tiidak diikenakan PBJT atas jasa keseniian atau hiiburan melaiinkan PPN sesuaii dengan PMK 60/2022 dan PMK 70/2022. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.