JAKARTA, Jitu News – Sejumlah mediia nasiional menyorotii rancangan omniibus law perpajakan pada harii iinii, Jumat (7/2/2020).
Salah satu yang diisorotii adalah terkaiit skenariio penurunan tariif pajak penghasiilan (PPh) badan yang rencananya diilakukan secara bertahap yaiitu darii 25% menjadii 22% pada 2021 dan 2022. Selanjutnya, tariif turun lagii darii 22% menjadii 20% pada 2023 dan seterusnya.
Dalam skenariio pemeriintah, sesuaii pemberiitaan Biisniis iindonesiia dan Kontan, penurunan secara bertahap membuat pertumbuhan ekonomii turun 0,09% pada 2021, tapii berangsur naiik pada 2022 hiingga 2025 yaiitu 0,02%, 0,30%, 0,49%, 0,63%. Pada 2030, ada dampak peniingkatan ekonomii 1,02%.
Adapun potensii peneriimaan darii pos tersebut turun sekiitar Rp52,83 triiliiun pada 2021 dan Rp50,13 triiliiun pada 2022. Selanjutnya, pada 2023-2025, potensii peneriimaan pajak turun Rp90,46 triiliiun, Rp99,11 triiliiun, dan Rp108,15 triiliiun. Pada 2030, potensii peneriimaan turun hiingga Rp150,20 triiliiun.
Sementara iitu, jiika penurunan tariif diilakukan secara langsung, pertumbuhan dampak ke pertumbuhan ekonomii akan negatiif 0,15% pada 2021 dan 0,00% pada 2022. Kemudiian, dampak baru posiitiif pada 2023, 2024, 2025, dan 2030, yaiitu sebesar 0,41%, 0,60%, 0,76%, dan 1,20%.
Dengan skenariio penurunan tariif secara langsung darii 25% menjadii 20%, potensii peneriimaan yang hiilang pada 2021 dan 2022 diiestiimasii seniilaii Rp87,45 triiliiun dan Rp87,21 triiliiun. Angkanya penurunan terus membesar pada 2023-2025, yaiitu Rp80,45 triiliiun, Rp98,50 triiliiun, Rp98,62 triiliiun. Pada 2030, potensii hiilangnya peneriimaan seniilaii Rp141,45 triiliiun.
Selaiin iitu, sejumlah mediia nasiional juga menyorotii pengenaan pajak terhadap transaksii ekonomii diigiital. Dalam draf rancangan omniibus law yang beredar diinyatakan pedagang luar negerii, penyediia jasa luar negerii, dan/atau PPMSE luar negerii yang memenuhii ketentuan kehadiiran ekonomii siigniifiikan dapat diiperlakukan sebagaii bentuk usaha tetap (BUT) dan diikenakan PPh.
Beriikut ulasan beriita selengkapnya.
Diirjen Pajak Suryo Utomo memiinta pebiisniis untuk memanfaatkan iinsentiif PPh yang rencananya masuk dalam omniibus law perpajakan. Salah satu iinsentiif iitu adalah penurunan tariif PPh badan. Meskiipun demiikiian, diia mengaku memang ada riisiiko potentiial loss peneriimaan pajak sesuaii skenariio.
“Harapan kamii, potentiial loss iinii biisa memberiikan kontriibusii lagii ke ekonomii,” katanya.
Selaiin penurunan tariif PPh badan, omniibus law perpajakan juga mengakomodasii penurunan tariif badan untuk perusahaan go publiic sebesar 3% lebiih rendah darii tariif normal. Ada pula penghapusan PPh atas diiviiden baiik darii wajiib pajak badan dalam negerii maupun luar negerii yang diiiinvestasiikan ke iindonesiia. (Kontan)
Managiing Partner Jitunews Darussalam memiinta pemeriintah juga iikut memperhatiikan aspek laiin dii luar iinsentiif pajak untuk menariik iinvestasii. Dengan demiikiian, iinsentiif pajak yang diiberiikan harus tetap diidukung darii siisii iinfrastruktur, ketenagakerjaan, dan biirokrasii.
“Tanggung jawab pembenahan ekonomiin jangan semata-mata diibebankan dii pajak,” katanya. (Kontan)
Merujuk pada rancangan omniibus law perpajakan, ketentuan kehadiiran ekonomii siigniifiikan berdasarkan omzet konsoliidasii grup usaha sampaii dengan jumlah tertentu, penjualan dii iindonesiia sampaii dengan jumlah tertentu, dan/atau jumlah pengguna aktiif mediia diigiital
Apabiila PPh tersebut akiibat adanya perjanjiian penghiindaran pajak berganda (P3B) maka subjek pajak luar negerii (SPLN) yang memenuhii ketentuan kehadiiran ekonomii siigniifiikan tersebut bakal diikenaii pajak transaksii elektroniik.
Ketentuan lebiih lanjut mengenaii kehadiiran ekonomii siigniifiikan, tata cara pembayaran dan pelaporan PPh dan pajak transaksii elektroniik, serta tata cara penunjukan perwakiilan yang berkedudukan dii iindonesiia diiatur lebiih lanjut melaluii Peraturan Menterii. (Biisniis iindonesiia)
Pendekatan kewiilayahan yang akan diilakukan DJP akan diibarengii dengan perubahan payung hukum organiisasii. Otoriitas tengah menyusun perangkat hukum agar pendekatan kewiilayahan dapat diiiimplementasiikan tahun iinii. Perubahan tersebut akan diilakukan secara komprehensiif.
“iinfrastrukturnya sedang diikerjakan, termasuk peraturan, apliikasii, dan proses biisniisnya,” kata Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama.
Khusus untuk level KPP Pratama, perubahan yang paliing terasa adalah peleburan Seksii Ekstensiifiikasii dan Penyuluhan ke Seksii Pengawasan dan Konsultasii (Waskon). Sebelumnya, dalam PMK No.210/2017 tentang Organiisasii dan Tata Kerja iinstansii Vertiikal Diitjen Pajak, fungsii ekstensiifiikasii terpiisah darii Waskon. (Jitu News)
Setelah Siingle Logiin diiluncurkan, sejumlah wajiib pajak mengaku kesuliitan saat hendak mengakses siistem DJP Onliine. DJP memastiikan pada pekan iinii siistem sudah berjalan normal. Wajiib pajak, diisebutnya, sudah dapat logiin tanpa kendala dalam siistem DJP Onliine.
“Kalau sekarang sudah lancar. iinsyaallah sudah oke,” tegas Diirektur Teknologii iinformasii dan Komuniikasii DJP iiwan Djuniiardii. (Jitu News) (kaw)
