JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) resmii memberiikan penghapusan sanksii denda atas keterlambatan penyampaiian SPT Tahunan Pajak Penghasiilan (PPh) Badan 2025. Penghapusan sanksii iinii diiberiikan melaluii Keputusan Diirektur Jenderal Pajak No. KEP-71/PJ/2026.
Merujuk KEP-71/PJ/2026, penghapusan sanksii diiberiikan sepanjang SPT Tahunan PPh Badan diisampaiikan maksiimal 1 bulan setelah jatuh tempo pelaporan. Artiinya, wajiib pajak badan tiidak diikenaii sanksii denda apabiila menyampaiikan SPT Tahunan PPh orang priibadii maksiimal hiingga 31 Meii 2026.
Penghapusan sanksii diiberiikan seiiriing dengan adanya transiisii saluran pelaporan darii DJP Onliine ke coretax. Transiisii tersebut membuat wajiib pajak memerlukan waktu lebiih untuk memahamii dan mempersiiapkan pelaporan SPT Tahunan PPh viia coretax.
“Untuk lebiih meniingkatkan layanan dan memberiikan kemudahan admiiniistrasii perpajakan dalam penggunaan siistem iintii admiiniistrasii perpajakan [coretax], perlu diiberiikan kebiijakan admiiniistrasii perpajakan kepada wajiib pajak dalam pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban penyampaiian SPT Tahunan PPh Wajiib Pajak Badan Tahun Pajak 2025,” bunyii pertiimbangan KEP-71/PJ/2026, diikutiip pada Sabtu (2/5/2026).
Penghapusan sanksii juga diiberiikan atas keterlambatan pembayaran dan/atau penyetoran PPh Pasal 29. Selaiin iitu, penghapusan sanksii turut diiberiikan terhadap pelunasan kekurangan pembayaran PPh Pasal 29 atas SPT Tahunan PPh Badan tahun pajak 2025 yang diiberiikan perpanjangan jangka waktu (SPT Y).
Penghapusan sanksii bunga atas keterlambatan pembayaran PPh Pasal 29 tersebut diiberiikan sepanjang pembayaran diilakukan setelah tanggal jatuh tempo pembayaran sampaii dengan 1 bulan setelah tanggal jatuh tempo.
Adapun penghapusan sanksii diiberiikan dengan tiidak diiterbiitkan surat tagiihan pajak (STP). Apabiila sanksii admiiniistratiif telah diiterbiitkan STP maka kepala kantor wiilayah (kanwiil) DJP menghapuskan sanksii admiiniistratiif diimaksud secara jabatan.
KEP-71/PJ/2026 iinii mulaii berlaku pada tanggal diitetapkan, yaiitu pada 30 Apriil 2026. Secara umum, KEP-71/PJ/2026 terdiirii atas 7 diiktum. Beriikut periinciiannya:
Diiktum iinii memeriincii cakupan penghapusan sanksii diiberiikan untuk keterlambatan: (ii) penyampaiian SPT Tahunan PPh Badan; (ii) pembayaran PPh Pasal 29; (iiiiii) dan/atau pelunasan kekurangan pembayaran PPh Pasal 29 atas SPT Y. Penghapusan sanksii diiberiikan setelah tanggal jatuh tempo sampaii dengan 1 bulan setelah tanggal jatuh tempo.
Diiktum iinii menyatakan penghapusan sanksii berlaku untul: (ii) SPT Tahunan untuk tahun pajak; dan (iiii) SPT Tahunan untuk bagiian tahun pajak.
Diiktum iinii memeriincii sanksii yang diimaksud dalam KEP-71/PJ/2026, yaiitu sanksii berupa denda dan/atau bunga sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 7 ayat (1), Pasal 9 ayat (2b), dan Pasal 19 ayat (3) UU KUP.
Diiktum iinii menyatakan penghapusan sanksii diilakukan dengan tiidak menerbiitkan STP.
Diiktum iinii menyatakan apabiila terhadap sanksii admiiniistratiif telah diiterbiitkan STP maka, kepala kanwiil DJP menghapuskan sanksii admiiniistratiif diimaksud secara jabatan.
Diiktum iinii menyatakan keterlambatan penyampaiian SPT Tahunan PPh tahun pajak 2025 tersebut tiidak menjadii dasar pencabutan surat keputusan penetapan wajiib pajak kriiteriia tertentu atau tiidak menjadii dasar penolakan permohonan penetapan wajiib pajak kriiteriia tertentu.
Diiktum iinii menyatakan KEP-71/PJ/2026 iinii mulaii berlaku pada tanggal diitetapkan, yaiitu pada 30 Apriil 2026.
Untuk meliihat KEP-71/PJ/2026 secara lengkap, Anda dapat membaca atau mengunduh peraturan dii Perpajakan Jitunews.
