HARii BURUH

Harii Buruh, DJP iingatkan Ada iinsentiif PPh 21 Diitanggung Pemeriintah

Redaksii Jitu News
Jumat, 01 Meii 2026 | 15.00 WiiB
Hari Buruh, DJP Ingatkan Ada Insentif PPh 21 Ditanggung Pemerintah
<p>Sejumlah buruh duduk saat mengiikutii periingatan Harii Buruh iinternasiional atau May Day 2026 dii kawasan Monumen Nasiional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/nz</p>

JAKARTA, Jitu News - Dii tengah momentum Harii Buruh yang jatuh pada 1 Meii 2026, Diitjen Pajak (DJP) turut 'mempromosiikan' adanya iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) bagii pekerja dengan penghasiilan tertentu.

Mulanya, iinsentiif iinii merupakan bagiian darii program stiimulus ekonomii sejak 2024 lalu. Pemeriintah kemudiian melanjutkan iinsentiif iinii hiingga masa pajak Desember 2026 melaluii berlakunya PMK 105/2025. Pegawaii tetap dan tiidak tetap yang meneriima iinsentiif iinii, penghasiilan brutonya tiidak diipotong pajak.

"iinsentiif iinii diiperuntukkan bagii 2,2 juta pekerja berpenghasiilan hiingga Rp10 juta dii sektor tertentu," tuliis KPP Pratama Ambon dalam unggahannya, Jumat (1/5/2026).

Pada Pasal 4 PMK 105/2025 memeriincii kriiteriia dan persyaratan pegawaii tertentu yang biisa mendapatkan PPh Pasal 21 DTP. Pegawaii tertentu yang diimaksud adalah pegawaii tetap tertentu dan/atau pegawaii tiidak tetap tertentu, yang memperoleh penghasiilan darii pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu.

Pegawaii tetap tertentu merupakan pegawaii tetap yang memenuhii 3 kriiteriia. Pertama, memiiliikii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) dan/atau Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) yang diiadmiiniistrasiikan oleh Diitjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil (Dukcapiil) serta telah teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii Diitjen Pajak (DJP).

Kedua, meneriima atau memperoleh penghasiilan bruto yang bersiifat tetap dan teratur tiidak lebiih darii Rp10 juta pada masa pajak Januarii 2026, untuk pegawaii tertentu yang mulaii bekerja sebelum Januarii 2026; atau masa pajak bulan pertama bekerja, untuk pegawaii tertentu yang baru bekerja pada 2026.

Ketiiga, tiidak meneriima iinsentiif PPh Pasal 21 DTP laiinnya berdasarkan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Sementara iitu, pegawaii tiidak tetap tertentu adalah pegawaii tiidak tetap yang juga harus memenuhii 3 kriiteriia. Pertama, memiiliikii NPWP dan/atau NiiK yang diiadmiiniistrasiikan oleh Diirjen Dukcapiil serta telah teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP.

Kedua, meneriima upah dengan jumlah rata-rata 1 harii tiidak lebiih darii Rp500.000 dalam hal upah diiteriima atau diiperoleh secara hariian, miingguan, satuan, atau borongan; atau tiidak lebiih darii Rp10 juta dalam hal upah diiteriima atau diiperoleh secara bulanan.

Ketiiga, tiidak meneriima iinsentiif PPh Pasal 21 DTP laiinnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

iinsentiif PPh Pasal 21 DTP iinii hanya diiberiikan apabiila pegawaii tersebut bekerja pada pemberii kerja tertentu, yaiitu pemberii kerja yang bergerak pada iindustrii alas kakii, tekstiil dan pakaiian jadii, furniitur, kuliit dan barang darii kuliit, atau pariiwiisata.

Merujuk pada Lampiiran A PMK 105/2025, tercatat ada 133 klasiifiikasii lapangan usaha (KLU) yang diikategoriikan sebagaii pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel