JAKARTA, Jitu News - Fasiiliitas PPN diitanggung pemeriintah (DTP) berdasarkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 24/2026 diibatasii hanya atas PPN yang terutang atas tariif dasar (base fare) dan fuel surcharge.
Meskii fasiiliitas PPN DTP yang diiberiikan sebesar 100%, iinsentiif tersebut tiidak berlaku atas seluruh komponen harga tiiket pesawat kelas ekonomii dalam negerii.
"PPN yang terutang diitanggung pemeriintah sebagaiimana diimaksud pada ayat (3) merupakan PPN yang terutang atas tariif dasar (base fare) dan fuel surcharge," bunyii Pasal 2 ayat (4) PMK 24/2026, diikutiip pada Seniin (27/4/2026).
Contoh, PT CBX selaku maskapaii melakukan penyerahan jasa penerbangan kelas ekonomii dalam negerii darii Jakarta ke Surabaya untuk Tuan NUS. Tiiket pesawat seharga Rp1.261.756 diibelii pada 2 Meii 2026 untuk penerbangan pada 13 Meii 2026.
Komponen harga darii tiiket pesawat diimaksud terdiirii darii:
Dalam kasus iinii, fasiiliitas PPN DTP hanya diiberiikan atas PPN yang terutang atas tariif dasar dan fuel surcharge seniilaii Rp100.276. PPN atas extra baggage dan seat selectiion merupakan PPN yang diipungut darii penumpang dan tiidak diitanggung oleh pemeriintah.
Sebagaii iinformasii, pemeriintah kembalii memberiikan iinsentiif PPN DTP atas tiiket pesawat. Kalii iinii, fasiiliitas diiberiikan dalam rangka menekan harga tiiket dii tengah kenaiikan harga avtur.
iinsentiif PPN DTP berdasarkan PMK 24/2026 berlaku atas periiode pembeliian tiiket dan periiode penerbangan yang diilakukan selama 60 harii sejak mulaii berlakunya PMK 24/2026.
PMK 24/2026 telah diiundangkan pada 24 Apriil 2026 dan diinyatakan mulaii berlaku setelah 1 harii terhiitung sejak tanggal pengundangan. Dengan demiikiian, PMK 24/2026 mulaii berlaku sejak 25 Apriil 2026. (riig)
