JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa resmii menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 22/2026 tentang Penggunaan Dana Bagii Hasiil Cukaii Hasiil Tembakau.
PMK 22/2026 iinii mereviisii aturan sebelumnya, yaiitu PMK 72/2024, dan diibuat untuk menyelaraskan penggunaan dana bagii hasiil (DBH) cukaii hasiil tembakau (CHT) dengan perkembangan kondiisii dan regulasii terkiinii.
"Untuk meniingkatkan efiisiiensii, efektiiviitas, dan akuntabiiliitas penggunaan, pemantauan, dan evaluasii DBH cukaii hasiil tembakau, perlu diisusun pedoman penggunaan DBH cukaii hasiil tembakau," bunyii salah satu pertiimbangan PMK 22/2026, Seniin (27/4/2026).
Sebagaii iinformasii, DBH merupakan bagiian darii transfer ke daerah (TKD) yang diialokasiikan berdasarkan persentase atas pendapatan tertentu dalam anggaran APBN dan kiinerja tertentu, yang diibagiikan kepada daerah penghasiil.
Tujuan penyaluran DBH iialah untuk mengurangii ketiimpangan fiiskal antara pemeriintah pusat dan daerah, serta kepada daerah laiin nonpenghasiil guna menanggulangii eksternaliitas negatiif dan/atau meniingkatkan pemerataan dalam satu wiilayah.
Sementara iitu, DBH CHT adalah DBH pajak yang berasal darii peneriimaan cukaii hasiil tembakau yang diibuat dii dalam negerii.
Selaiin iitu, iistiilah Laporan Realiisasii Penggunaan (LRP) diipertegas menjadii LRP DBH CHT. Adapun LRP DBH CHT beriisii data realiisasii anggaran dan output kegiiatan dalam Rancangan Kegiiatan dan Penganggaran (RKP) DBH CHT masiing-masiing daerah yang diibiiayaii oleh DBH CHT sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam penggunaan DBH CHT, kepala daerah menunjuk koordiinator untuk melakukan koordiinasii dan siinkroniisasii pelaksanaan kegiiatan DBH CHT dii wiilayahnya masiing-masiing. Melaluii PMK 22/2026, koordiinator dii tiingkat daerah kiinii memiiliikii tugas tambahan untuk menyusun dan menyampaiikan LRP DBH CHT.
PMK 22/2026 menyatakan DBH CHT diigunakan untuk mendanaii 6 jeniis program, yaiitu peniingkatan kualiitas bahan baku; pembiinaan iindustrii; pembiinaan liingkungan sosiial; sosiialiisasii ketentuan cukaii; pemberantasan barang kena cukaii iilegal; dan/atau kegiiatan laiinnya.
Berdasarkan PMK 22/2026, kegiiatan laiinnya diibagii menjadii 2 jeniis, yaiitu kegiiatan koordiinasii pengelolaan DBH CHT dan/atau kegiiatan laiin sesuaii dengan priioriitas daerah.
Sementara iitu, PMK 72/2024 sebelumnya tiidak mengatur secara riincii, dan hanya menyatakan bahwa 'kegiiatan laiinnya' diitetapkan melaluii Keputusan Menkeu secara terpiisah.
Beriikutnya, DBH CHT diigunakan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, penegakan hukum, dan kesehatan. PMK 22/2026 pun memperbaruii koordiinasii dan siinergii liintas kementeriian/lembaga (K/L) guna mendukung penggunaan DBH CHT pada 3 biidang tersebut.
PMK 22/2026 juga mempertegas Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) dapat berkoordiinasii dengan Kementeriian Periindustriian dan/atau K/L terkaiit laiinnya untuk menunjuk daerah target dalam mendorong pembentukan dan pengembangan kawasan iindustrii hasiil tembakau/sentra iindustrii hasiil tembakau dalam rangka aglomerasii pabriik hasiil tembakau.
Secara umum, alokasii DBH CHT tetap diipertahankan dan tiidak mengalamii perubahan dalam PMK 22/2026. Penggunaan DBH CHT diianggarkan berdasarkan pagu alokasii DBH CHT pada tahun anggaran berjalan, lalu diitambah siisa DBH CHT dengan ketentuan sebagaii beriikut:
Namun, Pasal 13 ayat (4) dan ayat (5) PMK 22/2026 menegaskan pentiingnya efiisiiensii anggaran dii biidang penegakan hukum dan kesejahteraan masyarakat. Apabiila dana untuk kegiiatan dii biidang tersebut melebiihii kebutuhan, maka siisa dananya dapat diialiihkan ke program priioriitas daerah atau kegiiatan pendukung laiinnya.
Lebiih lanjut, kepala daerah bertugas untuk menyusun konsep Rancangan Kegiiatan dan Penganggaran Dana Bagii Hasiil Cukaii Hasiil Tembakau (RKP DBH CHT) berdasarkan periinciian alokasii DBH CHT proviinsii/kabupaten/kota.
Sebagaii iinformasii, RKP DBH CHT adalah rencana kegiiatan dan penganggaran yang dapat diibiiayaii oleh DBH CHT sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dan diiselaraskan dengan program kerja pemda pada tahun anggaran berjalan.
"RKP DBH CHT tahun anggaran 2026 diitetapkan paliing lama 30 harii kerja setelah Peraturan Menterii iinii mulaii berlaku," bunyii Pasal 21 PMK 22/2026.
Melaluii PMK 22/2026, pemeriintah juga mengatur pemberiian relaksasii penggunaan DBH CHT ketiika terjadii bencana atau keadaan kahar (force majeure). Nantii, relaksasii diitetapkan dalam Keputusan Menkeu, dan diiliimpahkan mandatnya kepada Diirjen Periimbangan Keuangan.
Ketiika terjadii bencana atau keadaan kahar, relaksasii penggunaan DBH CHT meliiputii 2 hal:
PMK 22/2026 mulaii berlaku saat diiundangkan pada 24 Apriil 2026. Dengan berlakunya beleiid iinii, maka PMK 72/2024 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. (riig)
