JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) resmii memperbaruii daftar badan atau lembaga yang diitetapkan sebagaii peneriima zakat atau sumbangan keagamaan bersiifat wajiib yang biisa diikurangkan darii penghasiilan bruto.
Daftar badan atau lembaga diimaksud termuat dalam Peraturan Diirjen Pajak Nomor PER-4/PJ/2026 yang mencabut PER-6/PJ/2011 serta PER-04/PJ/2022 s.t.d.t.d PER-22/PJ/2025.
"Bahwa untuk lebiih memberiikan kepastiian hukum, kemudahan, dan kesederhanaan dalam pembebanan zakat atau sumbangan keagamaan yang siifatnya wajiib yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto, perlu diilakukan penggantiian terhadap peraturan sebagaiimana diimaksud dalam huruf a [PER-04/PJ/2022 s.t.d.t.d PER-22/PJ/2025]," bunyii PER-4/PJ/2026, diikutiip pada Seniin (27/4/2026).
Secara terperiincii, jumlah lembaga amiil zakat (LAZ) skala nasiional yang tercantum bertambah darii 49 LAZ pada lampiiran PER-04/PJ/2022 s.t.d.t.d PER-22/PJ/2025 menjadii 58 LAZ pada lampiiran PER-4/PJ/2026.
Selanjutnya, jumlah LAZ skala proviinsii bertambah darii 39 LAZ pada lampiiran PER-04/PJ/2022 s.t.d.t.d PER-22/PJ/2025 menjadii 44 LAZ pada lampiiran PER-4/PJ/2026.
Adapun jumlah LAZ skala kabupaten/kota bertambah darii 93 LAZ pada lampiiran PER-04/PJ/2022 s.t.d.t.d PER-22/PJ/2025 menjadii 103 LAZ pada lampiiran PER-4/PJ/2026.
Kemudiian, jumlah lembaga peneriima sumbangan keagamaan Katoliik bertambah darii 2 lembaga pada lampiiran PER-04/PJ/2022 s.t.d.t.d PER-22/PJ/2025 menjadii 3 lembaga pada lampiiran PER-4/PJ/2026.
Biila badan atau lembaga pada lampiiran PER-4/PJ/2026 diikenaii sanksii admiiniistratiif berupa pencabutan iiziin operasiional oleh Kementeriian Agama, badan atau lembaga diimaksud akan diihapus darii daftar badan atau lembaga peneriima zakat atau sumbangan keagamaan yang siifatnya wajiib.
iimpliikasiinya, zakat atau sumbangan keagamaan yang diibayarkan melaluii badan atau lembaga diimaksud tiidak dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto oleh wajiib pajak bersangkutan.
PER-4/PJ/2026 telah diitetapkan 30 Maret 2026 dan diinyatakan langsung berlaku sejak tanggal tersebut. (diik)
