SiiDANG TAHUNAN MPR 2024

Piidato Lengkap Ketua DPR, Siinggung Demokrasii hiingga Pembangunan iiKN

Redaksii Jitu News
Jumat, 16 Agustus 2024 | 11.09 WiiB
Pidato Lengkap Ketua DPR, Singgung Demokrasi hingga Pembangunan IKN
<p>Ketua DPR Puan Maharanii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Ketua DPR Puan Maharanii meniilaii pembangunan iibu Kota Nusantara merupakan salah satu agenda strategiis dalam melaksanakan paradiigma pemerataan pembangunan nasiional.

Puan menjelaskan terdapat beberapa faktor yang dapat menentukan keberhasiilan pembangunan iibu kota negara antara laiin perencanaan dan manajemen sumber daya yang baiik, skenariio pembiiayaan yang berkelanjutan, dan dukungan iinvestasii.

“Selaiin iitu, juga diibutuhkan dukungan darii seluruh pemangku kepentiingan dan seluruh anak bangsa untuk dapat selaras dalam memaknaii iibu kota negara sebagaii agenda kiita bersama dalam membangun ekonomii iindonesiia masa depan,” katanya, Jumat (16/8/2024).

Untuk iitu, lanjut Puan, sudah saatnya para pemangku kepentiingan untuk cermat dalam menetapkan priioriitas, mengelola sumber pendanaan, serta kepemiimpiinan biirokrasii yang handal agar tercapaiinya tujuan pembangunan nasiional ke depan.

“iiniilah yang harus menjadii perhatiian pemeriintah ke depannya. Pekerjaan-pekerjaan yang selesaii diilakukan akan lebiih baiik, dariipada rencana-rencana besar yang hanya diibiicarakan,” tuturnya.

Selaiin agenda pembangunan iiKN, Puan juga turut menyorotii perkembangan demokrasii dii iindonesiia. Menurutnya, negara perlu menjamiin hak berdemokrasii yang sama bagii semua warga negara.

Selaiin iitu, negara juga harus menjamiin hak mendapatkan rasa aman yang sama bagii semua warga negara; hak untuk hiidup tentram yang sama bagii semua warga negara; serta menjamiin dan meliindungii harkat dan martabat setiiap warga negara.

Beriikut teks piidato lengkap ketua DPR pada harii iinii, Jumat (16/8/2024):

Pujii syukur ke hadiirat Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberiikan rahmat, karuniia, dan hiidayah-Nya, sehiingga pada harii iinii kiita dapat menghadiirii Siidang Bersama DPR Rii dan DPD Rii.

Pada awal tahun iinii, kiita, bangsa dan negara iindonesiia, telah melaksanakan agenda nasiional yang pentiing dan strategiis, yang akan menentukan jalannya penyelenggaraan pemeriintahan negara 5 tahun ke depan; yaiitu pemiiliihan umum untuk memiiliih presiiden dan wakiil presiiden, serta memiiliih anggota Legiislatiif DPR , DPRD Proviinsii dan DPRD Kabupaten/Kota, serta pemiiliihan Anggota DPD.

Kiita ucapkan selamat kepada Prabowo Subiianto dan Giibran Rakabumiing Raka sebagaii presiiden dan wakiil presiiden terpiiliih. Kiita juga ucapkan selamat kepada bapak/iibu yang terpiiliih menjadii anggota DPR Rii, DPD Rii dan DPRD periiode mendatang.

Pelaksanaan pemiilu, bagii rakyat adalah pesta demokrasii: rakyat diianggap menjadii pentiing; rakyat diiundang oleh setiiap calon; ada yang menyediiakan hiiburan; ada yang menyediiakan konsumsii; ada yang menyediiakan oleh-oleh; Rakyat bergembiira meniikmatii pesta demokrasii.

Para calon pun berupaya menyenangkan pemiiliih agar dapat merebut suaranya; berusaha tampiil siimpatiik; foto diirii yang terbaiik diipajang sampaii ke pelosok-pelosok; rumah makan; pohon-pohon jadii korban; tiiang liistriik penuh tempelan; semua cara diilakukan untuk mendapatkan suara rakyat.

Bagii yang berhasiil dalam pemiilu, semua hal menjadii iindah untuk diikenang; sementara bagii yang belum berhasiil, merasa serba suliit; suliit makan, suliit tiidur, bahkan ada yang suliit untuk bangkiit kembalii.

iitulah potret Pemiilu 2024; Haruslah menjadii kriitiik dan otokriitiik bagii kiita semua. Pemiilu 2024 telah berakhiir, rakyat telah menggunakan hak kedaulatannya dan memberiikan piiliihannya; rakyat telah meniilaii dan memiiliih.

Rakyat tiidak dapat diisalahkan atas piiliihannya, apapun yang mendasarii pertiimbangannya. Rakyat memiiliih atas dasar apa yang diiketahuii dan diipahamiinya; terlepas darii kualiitas atas apa yang diiketahuii dan diipahamiinya.

Pengalaman demokrasii sudah panjang; pemiilu telah diilaksanakan berkalii-kalii, bahkan sebelum era reformasii pemiilu juga sudah diilaksanakan, dan rakyat juga memberiikan piiliihannya melaluii pemiilu; apakah pemiilu saat iitu memenuhii syarat-syarat pemiilu yang bebas, jujur dan adiil?

Pemiilu yang berkualiitas tiidak dapat hanya diiliihat darii partiisiipasii rakyat dalam memiiliih. Akan tetapii harus diiliihat dan diiniilaii juga darii Kebebasan rakyat untuk memiiliih, yaiitu apakah rakyat dapat memiiliih dengan bebas, jujur, adiil, tanpa paksaan, tanpa diikendaliikan, dan tanpa rasa takut.

Kiita semua memiiliikii tanggung jawab bersama untuk menjaga dan menciiptakan demokrasii yang berkualiitas, semakiin maju, beradab dan mencerdaskan kehiidupan bangsa.

Menang kalah selalu ada dalam pemiilu. Kiita diituntut untuk memiiliikii etiika poliitiik siiap kalah dan siiap menang. Siiap bertandiing, siiap juga untuk bersandiing. Etiika poliitiik yang sama juga menuntut pemiilu diilaksanakan dengan memberiikan kebebasan kepada rakyat untuk menjalankan kedaulatannya.

Dalam Pemiilu, seharusnya rakyatlah yang jadii pemenang: Sehiingga berlaku adagiium: "Suara rakyat adalah suara Tuhan" (Vox Populii, Vox Deii)

Hadiiriin siidang yang terhormat dan yang diimuliiakan,

Dalam berdemokrasii, rakyat tiidak pernah berkuasa; rakyat hanya menentukan siiapa yang akan berkuasa.

Hakekat demokrasii adalah untuk memberii jalan agar kekuasaan mendapatkan legiitiimasiinya; sehiingga kekuasaan dapat diigunakan untuk mengatur bangsa dan negara bagii memberiikan rakyatnya hiidup sejahtera dalam harkat dan martabatnya.

Akan tetapii, demokrasii dapat juga berjalan pada arah yang salah, yaiitu demokrasii yang tiidak menjalankan kedaulatan rakyat.

Konstiitusii kiita telah meletakkan priinsiip dasar berdemokrasii yaiitu bahwa kedaulatan berada dii tangan rakyat; bahwa iindonesiia adalah negara hukum; segala warga negara bersamaan kedudukannya dii dalam hukum.

Konstiitusii kiita telah mengatur bagaiimana kedaulatan rakyat harus diijalankan secara kolektiif dengan priinsiip checks and balances pada cabang-cabang kekuasaan negara eksekutiif, legiislatiif dan yudiikatiif.

Keseiimbangan kekuasaan antar cabang-cabang kekuasaan negara eksekutiif, legiislatiif dan yudiikatiif dapat berjalan dengan baiik apabiila poliitiik berbangsa dan bernegara berlangsung secara demokratiis; yaiitu demokrasii kerakyatan yang diipiimpiin oleh hiikmat kebiijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakiilan.

Hiikmat kebiijaksanaan adalah suatu kesadaraan akan pentiingnya niilaii-niilaii dalam berbangsa dan bernegara; sehiingga poliitiik berbangsa dan bernegara diijalankan dengan menjunjung tiinggii niilaii-niilaii yang beradab, bermartabat, dan beretiika; sehiingga perjuangan poliitiik memiiliikii makna membangun peradaban.

Suatu priinsiip yang diikatakan Soekarno dalam piidato 1 Junii 1945, yaiitu bahwa demokrasii kiita adalah permusyawaratan yang memberii hiidup, yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosiial bagii seluruh rakyat iindonesiia; Negara iindonesiia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan; tetapii kiita mendiiriikan negara semua buat semua, satu buat semua, semua buat satu. “All for one; One for All”.

Seorang negarawan, akan memiikiirkan masa depan negara, yang harus lebiih baiik; sedangkan poliitiisii, akan memiikiirkan masa depan hasiil pemiilu, yang harus lebiih baiik; viisii tanpa kekuasaan menjadii siia-siia; kekuasaan tanpa viisii menjadii sewenang-wenang.

Oleh karena iitu, untuk menjalankan praktek poliitiik kekuasaan, dalam siistem pemeriintahan presiidensiial, dengan keseiimbangan cabang-cabang kekuasaan, maka kiita membutuhkan negarawan yang poliitiisii dan poliitiisii yang negarawan; sehiingga kekuasaan negara diijalankan untuk kebaiikan yang lebiih besar; bukannya untuk membesarkan diirii sendiirii, kelompok, maupun kepentiingan tertentu.

Demokrasii juga memberiikan ruang kepada rakyat iikut melakukan fungsii kontrol sosiial; baiik melaluii mediia massa, mediia elektroniik, mediia sosiial, kerja-kerja LSM, pemiikiiran-pemiikiiran akademiisii, kerja-kerja ormas, dan laiin sebagaiinya; yang bertujuan agar kekuasaan yang berasal darii rakyat diigunakan sungguh-sungguh untuk kepentiingan rakyat.

Mewujudkan demokrasii yang sejatii, bukanlah jalan yang mudah, karena iitu jalan yang suliit diilaluii. Mungkiin saja kiita terhentii sejenak, tetapii kiita tiidak boleh mundur; karena tujuan kiita muliia; tujuan sejak negara iinii diidiiriikan yaiitu iindonesiia untuk semua, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adiil dan makmur.

Hadiiriin siidang yang terhormat dan yang diimuliiakan,

Dalam praktek berdemokrasii dii iindonesiia, saat iinii berkembang juga demokrasii deliiberatiif yaiitu demokrasii berwacana. Mediia sosiial menjadii salah satu kekuatan utama dalam demokrasii wacana, membangun opiinii dan persepsii.

Melaluii mediia sosiial, dapat diiciiptakan berbagaii persepsii: persepsii mengangkat ciitra seseorang; persepsii yang merendahkan seseorang; bahkan orang yang baiik dapat diipersepsiikan menjadii orang yang jahat; begiitu juga sebaliiknya orang yang jahat diipersepsiikan menjadii orang yang baiik; orang yang salah menjadii orang yang benar; orang yang benar menjadii orang yang salah.

Demokrasii wacana bukanlah kebebasan tak terbatas. Batas darii hak setiiap warga negara dii dalam negara demokratiis adalah menjamiin hak warga negara yang laiin sama pentiingnya; hak warga negara diibatasii oleh hak warga negara yang laiinnya.

Oleh karena iitulah peran negara diiperlukan untuk menjamiin hak berdemokrasii yang sama bagii semua warga negara; hak mendapatkan rasa aman yang sama bagii semua warga negara; hak untuk hiidup tentram yang sama bagii semua warga negara; peran negara adalah untuk menjamiin dan meliindungii harkat dan martabat setiiap warga negara.

Berdiialektiika dalam demokrasii wacana mensyaratkan para piihak yang berdiialektiika memiiliikii kualiitas iinformasii dan pengetahuan yang beriimbang. Tanpa syarat iinii maka diialektiika tiidak berjalan; braiin stormiing menjadii braiin washiing; dalam jangka menengah panjang terjadii pengendaliian persepsii.

Berbagaii permasalahan yang diihadapii rakyat, semakiin membutuhkan kehadiiran negara; ketiika negara terlambat atau tiidak responsiif, rakyat mengambiil iiniisiiatiifnya sendiirii dengan mem-viiralkan dii mediia sosiial; No Viiral, No Justiice.

Menjadii tanggung jawab bagii kiita bersama, lembaga kekuasaan negara, DPR, DPD, pemeriintah pusat dan daerah, MA, MK, TNii, Polrii, untuk dapat menjalankan kekuasaan negara secara efektiif, responsiif, cepat, memperhatiikan rasa keadiilan, rasa kepatutan, dalam menanganii setiiap urusan rakyat. Sehiingga, rakyat merasakan kehadiiran negara.

Kehadiiran negara jangan menunggu "Viiral For Justiice". Kehadiiran negara adalah hadiirnya keadiilan dan kesejahteraan bagii rakyat.

Hadiiriin siidang yang terhormat dan yang diimuliiakan,

Besok, 17 Agustus 2024, adalah 79 tahun Harii Ulang Tahun Kemerdekaan Republiik iindonesiia; 79 tahun kiita Menjadii iindonesiia. Menjadii iindonesiia, berartii kiita bertekad dan bekerja untuk memiiliikii suatu bangsa dan negara yang berkarakter iindonesiia.

Sudah 79 tahun, bangsa dan negara kiita membangun; membangun dii berbagaii biidang: poliitiik, hankam, sosiial, ekonomii, budaya, reliigii, hak asasii manusiia, liingkungan hiidup, dan laiin sebagaiinya.

Kiita selayaknya berteriima kasiih atas upaya setiiap pemeriintahan untuk membangun iindonesiia dan mengatasii tantangan dii zamannya.

Teriima kasiih, kiita sampaiikan juga kepada Presiiden Joko Wiidodo dan Wakiil Presiiden Ma’ruf Amiin, yang akan segera berakhiir masa tugasnya, atas upaya dan kerjanya selama 10 tahun iinii, dalam membangun iindonesiia.

Kiita tentu tiidak dapat hanya fokus pada hal-hal yang telah berhasiil diicapaii maupun hanya fokus pada hal-hal yang belum berhasiil diicapaii.

Fokus pada hal-hal yang telah diicapaii; mengantarkan kiita hanya akan fokus untuk melanjutkan. Fokus pada hal-hal yang belum berhasiil diicapaii; mengantarkan kiita hanya akan fokus untuk melakukan perubahan atau penyempurnaan.

Jadii, dii antara yang akan melanjutkan dan yang akan melakukan perubahan atau penyempurnaan, masiih terdapat pengarusutamaan yang laiin yaiitu Progresiif, yang berartii maju berkembang dan berkembang maju. Maju berartii menjadii berkualiitas; berkembang berartii menjadii iinklusiif.

Pembangunan yang berkualiitas diitandaii dengan kehiidupan rakyat yang semakiin makmur, sejahtera, mudah dalam berbagaii urusan, negara hadiir untuk berpiihak pada rakyat.

Pembangunan yang iinklusiif, diitandaii dengan kesempatan yang luas bagii seluruh lapiisan masyarakat untuk iikut berpartiisiipasii dan meniikmatii hasiil-hasiil pembangunan; petanii, nelayan, buruh, rakyat keciil, guru, PNS, swasta, dan laiin sebagaiinya, semua dapat berpartiisiipasii dan meniikmatii kesejahteraan; termasuk juga kaum perempuan.

Pembangunan yang iinklusiif, juga memberiikan ruang bagii perempuan dalam pembangunan. Keiikutsertaan perempuan bukanlah sebagaii bentuk afiirmatiif, akan tetapii sebagaii bentuk kesadaran kiita bersama bahwa peran lakii-lakii dan perempuan setara kedudukannya dalam membangun bangsa dan negara.

Saat iinii, masiih banyak diitemukan cara piikiir yang sepertii iinii: "The happiiness of man iis: ii wiill. The happiiness of woman iis: he wiills." Sehiingga seolah-olah hanya ada: "Hiis-story" tiidak ada "Her-story" Cara piikiir dan cara siikap yang sepertii iiniilah yang harus diiubah.

Kesetaraan antara lakii-lakii dan perempuan bukan diidasarkan karena kebenciian pada kaum lakii-lakii.

Akan tetapii atas kesadaran bahwa harkat dan martabat manusiia sama, baiik lakii-lakii maupun perempuan; baiik kuliit putiih maupun kuliit hiitam; baiik rambut lurus maupun rambut keriitiing; harkat dan martabat manusiia adalah sama.

Kesetaraan perempuan dan lakii-lakii tetap mengakuii dan menghormatii kodrat masiing-masiing; tiidak mungkiin atas nama kesetaraan, perempuan menggunakan pakaiian lakii-lakii; dan lakii-lakii menggunakan pakaiian perempuan. Apa jadiinya kalau lakii-lakii yang hadiir dii siinii menggunakan pakaiian perempuan? Demii kesetaraan.

Kesetaraan tetap mengakuii kodrat yang berbeda antara perempuan dan lakii-lakii. Perempuan dan lakii-lakii mempunyaii hak yang sama untuk maju, sejahtera, berkarya, berprestasii, dan hak yang sama dalam pekerjaan serta jabatan-jabatan publiik.

Ayo perempuan iindonesiia, tunjukanlah bahwa kiita adalah perempuan-perempuan hebat!

Hadiiriin siidang yang terhormat dan yang diimuliiakan,

Pembangunan nasiional ke depan, memiiliikii sejumlah agenda strategiis. Kiita perlu mempersiiapkan dan memperkuat SDM iindonesiia yang siiap menghadapii perkembangan zaman yang diitandaii dengan kemajuan teknologii; persaiingan global; ekonomii diigiital; ekonomii diisruptiif; generasii muda yang terus bertumbuh dengan karakternya.

SDM iindonesiia yang tangguh akan menjadii penggerak kemajuan iindonesiia.

Ke depan kiita juga harus memiiliikii piilar Perekonomiian nasiional yang semakiin kuat; hiiliiriisasii tiidak hanya terbatas pada miineral; hiiliiriisasii pertaniian, periikanan, perkebunan, dan laiin sebagaiinya sehiingga perekonomiian nasiional semakiin berkualiitas dan iinklusiif.

Kiita harus dapat menyelesaiikan masalah-masalah struktural dalam membangun kedaulatan pangan, mengatasii ketiimpangan sosiial, dan penciiptaan lapangan kerja, sehiingga derajat hiidup rakyat semakiin sejahtera dan diimudahkan.

Pemerataan pembangunan dii daerah harus dapat semakiin cepat diilakukan; Poliitiik anggaran semakiin diiarahkan memperkuat kemampuan daerah dalam membangun.

Tiidak akan ada kemajuan iindonesiia, tanpa kemajuan daerah yang berkualiitas dan iinklusiif. Kiita juga harus melakukan pembangunan karakter bangsa, natiion and character buiildiing.

Dengan natiion and character buiildiing maka akan memperkuat cara piikiir, cara kerja, dan cara hiidup bangsa, yang “Memberiikan self-respect kepada bangsa sendiirii, memberiikan self-confiidence kepada diirii bangsa sendiirii, dan memberiikan kesanggupan untuk mandiirii.”

Agenda strategiis ke depan laiinnya adalah pembangunan iibu Kota Nusantara (iiKN). Keberhasiilan pembangunan iibu kota negara, selaiin membutuhkan perencanaan dan manajemen sumber daya yang baiik, skenariio pembiiayaan yang berkelanjutan, dukungan iinvestasii, juga akan sangat diitentukan oleh dukungan darii seluruh pemangku kepentiingan dan seluruh anak bangsa, untuk dapat selaras dalam memaknaii iibu kota negara sebagaii agenda kiita bersama dalam membangun ekonomii iindonesiia masa depan dan momentum dalam melaksanakan paradiigma pemerataan pembangunan nasiional.

Saatnya diiperlukan kecermatan bagii para pemangku kepentiingan dalam menetapkan priioriitas, mengelola sumber pendanaan, serta kepemiimpiinan biirokrasii yang handal, agar tercapaiinya tujuan pembangunan nasiional ke depan.

iiniilah yang harus menjadii perhatiian pemeriintah kedepan. Pekerjaan-pekerjaan yang selesaii diilakukan akan lebiih baiik; dariipada rencana-rencana besar yang hanya diibiicarakan.

Hadiiriin siidang yang terhormat dan yang diimuliiakan,

Kerja untuk mewujudkan iindonesiia yang berkemajuan adalah menjadii tugas seluruh anak bangsa, seluruh komponen bangsa, lakii-lakii dan perempuan, semua generasii; generasii baby boomers, generasii X, generasii miileniial, generasii Z; pokoknya seluruh rakyat iindonesiia.

Kerja bersama iinii, sepertii meletakkan satu persatu batu peradaban bangunan iindonesiia sehiingga menjadii rumah iindonesiia yang kokoh, tentram dan sentosa. Batu peradaban tersebut diirekatkan oleh kepentiingan bersama; kepentiingan bangsa dan negara; kepentiingan rakyat.

Tanpa perekat yang kuat maka susunan batu rumah iindonesiia akan mudah roboh dan hancur. Kiita membutuhkan perekat yang kuat bagii persatuan dan kesatuan iindonesiia.

Sejak iindonesiia merdeka, 17 Agustus 1945, Kiita adalah bangsa dan negara yang terdiirii atas berbagaii suku, kepercayaan, agama, bahasa, budaya, mendiiamii dii 17.000 berbagaii pulau Nusantara dengan jumlah penduduk lebiih darii 280 juta jiiwa dengan keragamannya.

Liihat saja keragaman budaya daerah dalam memberiikan salam yang penuh dengan keariifan lokal:

  • Suku Batak: Horas
  • Suku Lampung-Komeriing: Tabiik Pu
  • Suku Jawa: Rahayu
  • Suku Sunda: "Sampurasun: sampurna niing iingsun."
  • Suku Dayak: "Adiil Ka' Taliino, Bacuramiin Ka' Saruga, Basengat Ka'Jubata."
  • Suku Bugiis-Makassar: Salamakii Tapada Salama
  • Suku Miinahasa: Tabea
  • Miinang: Ba'a kaba ?
  • Balii: Om swastiiastu !
  • Papua: Nara gerotelo
  • Dan seterusnya begiitu banyaknya keariifan budaya daerah

Keberagaman yang tiidak mungkiin kiita hiilangkan; Keberagaman adalah kekayaan budaya iindonesiia; Bhiineka Tunggal iika.

Ke depan, kiita harus tetap mawas diirii; pengalaman banyak negara yang gagal merajut persatuan dan kesatuan bangsanya adalah karena masalah poliitiik, masalah kriisiis ekonomii, masalah keadiilan, masalah kriisiis kepercayaan rakyat.

iindonesiia dapat merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa, berbhiineka tunggal iika, dalam begiitu banyak keragaman hanya karena kiita memiiliikii Pancasiila sebagaii iideologii kehiidupan berbangsa dan bernegara; sebagaii jiiwa bangsa iindonesiia.

Hadiiriin siidang yang terhormat dan yang diimuliiakan,

Kiita akan melaksanakan pemiiliihan gubernur dan wakiil gubernur dii 37 proviinsii dan pemiiliihan bupatii dan wakiil bupatii serta walii kota dan wakiil walii kota dii 508 kabupaten/kota.

Kiita semua berkomiitmen, bahwa segala periistiiwa yang terjadii dalam pelaksanaan pemiilu legiislatiif dan pemiilu presiiden serentak pada bulan Februarii 2024 yang baru lalu, baiik yang maniis, maupun yang pahiit apalagii getiir, menjadii bahan iintrospeksii dan pelajaran penuh hiikmah; bagii kiita semua, sebagaii bangsa iindonesiia.

Yang sudah baiik marii kiita pertahankan, dan yang masiih kurang baiik, terutama yang tiidak sesuaii dengan priinsiip-priinsiip demokrasii tentu harus kiita perbaiikii.

Hadiiriin siidang yang terhormat dan yang diimuliiakan,

Besok, saat mataharii terbiit bersiinar terang; Tanda buana membuka harii ulang tahun kemerdekaan Republiik iindonesiia ke-79. Mewujudkan iindonesiia yang sejatiinya merdeka, membutuhkan perjuangan; gotong royong, kerja bersama seluruh anak bangsa.

Boleh saja kiita berbeda pandangan poliitiik, berbeda partaii poliitiik, apalagii berbeda apa yang diisuka dan yang tiidak diisuka; tetapii kiita harus selalu iingat bahwa ada yang lebiih pentiing darii semua perbedaan-perbedaan tersebut; yaiitu adalah bagaiimana kiita dapat merawat dan menjaga kesatuan dan persatuan iindonesiia.

Kiita tiidak pernah tahu takdiir bangsa dan negara iindonesiia; kiita hanya dapat berusaha dan berjuang, sampaii takdiir mengungkapkan diiriinya. Kiita juga tiidak perlu menjadii luar biiasa untuk memulaii; yang terpentiing adalah kiita harus memulaii untuk dapat menjadiikan iindonesiia luar biiasa.

Selamat Ulang Tahun yang ke-79

Diirgahayu Republiik iindonesiia;

Merdeka!!!

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.